My Daughter’s School

dsc_0874
Foto minjam dari sini.

Kata pak Maksum guru SMA saya, pada sebuah pidato yang masih saya ingat sampai hari ini: hidup ini adalah tau-tau. Tau-tau udah besar, tau-tau lulus, tau-tau kerja, tau-tau nikah, tau-tau punya anak. Artinya, hidup ini singkat, amat cepat.

Rasanya baru kemarin saya pacaran. Baru kemarin saya menikah. Baru kemarin punya anak. Tau-tau anak saya sudah sekolah.

Nia, putri tunggal kami tahun ini menginjak usia 3 tahun. Biar anak saya ada teman bermain, saya masukkan dia ke playdate. Playdate ini semacam kegiatan bermain dan belajar mirip seperti di PAUD. Yang mengadakan teh Ria, istri kang Yadi teman sekantor saya. Beliau sendiri adalah seorang terapi wicara. Selain melayani terapi, teh Ria juga membuka kelas playdate seminggu sekali.

Kegiatan playdate sendiri macam-macam, mulai dari permainan anak balita, melukis hingga bermain huruf dan angka. Intinya sih playdate mirip dengan PAUD, hanya saja muridnya lebih sedikit dan diadakan di rumah guru, bukan di sekolah.

Karena di Bangko syarat masuk SD harus umur 7 tahun, saya berencana menyekolahkan Nia ke PAUD saat umur 4 tahun, tahun depan. Padahal, waktu kecil saya dulu, kalau tangan kanan sudah bisa meraih tangan kiri sudah boleh sekolah. Tak harus umur tertentu dan tak perlu bisa baca tulis. Zaman sudah berubah…

Beberapa bulan ikut playdate, sayang teh Ria harus pindah dari Bangko mengikuti kang Yadi. Berakhir pula playdate Nia.

Untuk menggantikan playdate, saya berencana memasukkan Nia ke tempat penitipan anak atau PAUD. Setelah survei dan bertanya ke beberapa tempat, kami sepakat menyekolahkan Nia ke TK Pembina 2 Bangko. Sekolah ini membawahi sebuah PAUD atau Kelompok Bermain yang bernama KB Putri Kencana.

Lokasi sekolahnya tidak terlalu jauh dari rumah. Hanya 500 meter atau kurang dari 5 menit naik motor. Beberapa kawan kantor pun menyekolahkan anakku disitu. Salah seorang teman bahkan menjadi guru TK disitu, namanya ibu Desra. Ibu Desra adalah ayuk atau kakak Santy teman kami di Jangkat.

Meski pendaftaran siswa baru sudah lama lewat, anak saya tetap diterima sebagai murid baru. Syarat pendaftaran cukup mudah. Hanya kopian kartu keluarga, akta lahir anak dan uang pendaftaran dan uang SPP bulan pertama. Total uang pendaftaran Rp 800.000,- termasuk seragam, buku, alat tulis dan alat bermain. Mahal juga yah biaya sekolah anak zaman sekarang hehehe. Kata teman saya sih biaya segitu disitu cukup murah karena ini adalah sekolah negeri. Ada sekolah lain (TK swasta) yang mengutip uang pendaftaran sejutaan lebih, wow.

Hari pertama sekolah, Nia belum memakai seragam. Saya pakaikan terusan biru dan hijab biru plus sepatu pink. Anak saya memang terbiasa memakai hijab jika bepergian ke luar rumah. Mamanya yang mengantar Nia ke sekolah jam 8 karena saya masuk kantor jam 7.30.Ā 

Hari pertama sekolah, Nia masih malu-malu masuk kelas. Akhirnya mamanya ikut menemani di kelas sampai sekolah usai pukul 10. Kata istri saya, KB Putri Kencana hanya mempunyai 1 kelas. 1 kelas terdiri dari 15 anak. Kata gurunya, sebaiknya Nia dibelikan tas untuk membawa bekal dan sepatu sekolah agar nyaman di kelas. Sorenya, kami hunting sepatu sekolah dan tas punggung untuk Nia.

Jadwal sekolah adalah Senin hingga Kamis. Jumat hingga Minggu libur. Jam sekolah mulai dari jam 8 hingga 10 pagi. Meski jam belajar di KB adalah 2 jam, kegiatan belajar tidak dilaksanakan 2 jam penuh. Jam 8 hingga jam 9 acaranya kegiatan di dalam kelas. Ya nyanyi, baca doa, melukis, dll. Jam 9 hingga selesai adalah makan pagi (atau makan pagi jelang siang). Bekal ini dibawa masing-masing murid lantas dimakan bersama-sama di kelas. Kegiatan setelah makan yaitu di luar kelas seperti olahraga kecil atau main-main di ayunan, jungkat-jungkit.

Hari kedua dan seterusnya Nia sudah mau ditinggal. Namun, sebelum jam 9 mamanya sudah stand by di depan kelas. Biar Nia mengira kalau dia ditungguin bundanya. Ohya, di PAUD atau KB, sebutan untuk ibu guru adalah Bunda Guru.

Seminggu kemudian Nia mendapat seragam. Ada 4 seragam untuk 4 hari sekolah. Hari senin pakai bawahan terusan orange dan baju putih. Selasa pakai baju kotak-kotak warna biru putih. Rabu pakai seragam batik dan terusan abu-abu. Kamis pakai baju olahraga. Sayang baju Nia yang terusan orange dan baju olahraga kebesaran hehehe.

Selamat bersekolah Nak, belajar, eh belajar sambil bermain yang rajin yaa…

img-20161103-wa0007
Ni Shaquinna, hari pertama masuk sekolah, belum pakai seragam

Iklan

14 comments

  1. Tau tau udah mau tahun baru, eh status masih lama aahhhh

    Di sini PAUD aja ada yang 15 juta, gilak! semoga Nia semangat belajar. Semoga buguru gak ngasih PR juga ke Nia hehehehe amin.

  2. PAUD memang banyak bermain daripada belajar. Bermain sambil belajar itu asik. Kayak orang dewasa melakukan hobinya, hehehe…

    Baca cerita diatas jadi ingat sewaktu anak saya masuk tk, hiks…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s