Rumah Arca dan Museum “Louvre”

Tak hanya membangun kantor-kantor pemerintahan yang megah, Boyolali juga membangun sebuah museum berkonsep unik. R Hamong Wardoyo namanya. Berlokasi di tepi jalan raya Boyolali-Solo. Museum ini menempati lahan bekas kantor dinas pariwisata. Atapnya menggunakan material kaca menyerupai piramida. Sekilas mirip dengan museum Louvre di Paris. Sebenarnya atap museum ini mengadopsi bentuk gunung Merapi dan Merbabu yang berbentuk kerucut.

museum-r-hamong-wardoyo_20160310_174339
Gedung museum berbentuk menyerupai piramid.
Foto dari sini

Saat saya datang, museum ini belum diisi dengan barang-barang koleksi sehingga belum dibuka untuk umum. Rencananya, museum akan memamerkan koleksi benda-benda bersejarah yang ditemukan di penjuru Boyolali. Koleksi yang akan dipamerkan antara lain adalah benda peninggalan era Hindu-Buddha yang saat ini masih tersimpan di rumah arca Boyolali.

Rumah arca atau museum arca pertama kali saya ketahui dari postingan mbak Yusmei, blogger asli Boyolali yang tinggal di Jakarta.

1-dsc07221

Tak susah menemukan rumah arca. Terletak di dalam kompleks Taman Sono Kridanggo. Taman ini berada tepat di depan patung kuda Arjunawijaya di kawasan simpang lima Boyolali.

Tak ada tiket masuk ke dalam taman. Hanya membayar parkir. Rumah arca sendiri menempati bangunan terbuka beratap joglo. Dikelilingi pagar teralis dengan pintu terkunci, tak semua orang bisa masuk ke dalam. Sayang saya tak menjumpai petugas atau jurukunci yang bisa membantu saya. Hanya ada satu ruang terbuka dimana semua peninggalan zaman klasik diletakkan.

Di luar joglo, diletakkan sebuah arca Ganesha berukuran sangat besar dan sebuah lumpang yoni. Di sebelahnya diletakkan batu yoni berukuran sangat besar.

1-dsc07222

1-dsc07223

Di dalam, saya melihat beberapa artefak seperti : arca Ganesha, arca Nandi, lapik candi, lingga dan yoni berbagai ukuran dan bentuk. Terdapat juga beberapa fragmen candi. Tanpa petugas dan panel penjelasan, saya hanya bisa menebak-nebak koleksi museum arca.

1-dsc07236
yoni, ganesha, pelinggih
1-dsc07226
sepertinya kemuncak candi

1-dsc07237saya tak tahu ini batu apa…

Di Boyolali sendiri ditemukan dua candi peninggalan Mataram Hindu yaitu candi Lawang dan candi Sari di kecamatan Cepogo. Candi Lawang telah dipugar, meski belum selesai.

1-dsc07227
Beberapa batu yoni diletakkan di luar.

Iklan

7 comments

  1. Boyolali, hehe. Masih segar di ingatan panas-panas ke Museum Hamong Wardoyo dan koleksinya memang kalau menurut saya belum maksimal, peace. Tapi rumah arca itu sungguh membangkitkan banyak pertanyaan karena langgam arcanya unik-unik. Kehadiran rumah arca itu membuat pandangan saya akan Boyolali berubah menjadi salah satu lokus Hindu-Buddha di masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s