Jakarta van Boyolali

Lanjutan dari cerita sebelumnya. 

Seperti sudah saya singgung di postingan sebelumnya, salah satu kisah tentang Boyolali adalah pembangunan kantor pemerintahannya yang agak kontroversial.

Ibukota kabupaten Boyolali sebelumnya berada di wilayah Kecamatan Boyolali. Karena alasan yang tak saya ketahui, kantor-kantor pemerintahan dipindahkan ke wilayah Desa Kemiri Kecamatan Mojosongo. Hanya bergeser sejauh beberapa kilometer. Tak terlalu jauh. Hasilnya saat ini telah berdiri belasan kantor pemerintahan di Kemiri dengan megah. Total dana yang dikeluarkan mencapai ratusan miliar!

Tak semua warga Boyolali setuju dengan pemindahan ibukota kabupaten. Salah satunya adalah warga Boyolali utara eks proyek pembangunan Waduk Kedung Ombo. Waduk ini terletak di perbatasan tiga kabupaten : Boyolali, Sragen dan Grobogan.

Puluhan tahun lalu mereka digusur dari rumah dan kampung halaman. Dipaksa menerima ganti rugi yang amat murah. Bagi warga yang menolak penggusuran harus berurusan dengan sikap kejam oknum aparat pada saat itu. Tak hanya intimidasi fisik, rumah mereka akhirnya ditenggelamkan dengan paksa.

Puluhan tahun berlalu, nasib warga eks Kedung Ombo masih belum jelas hingga saat ini. Uang ganti rugi belum diterima hingga saat ini. Namun, rumah mereka telah lama karam. Wajar rasanya mereka menuntut keadilan. Dana ratusan miliar untuk pembangunan kantor baru seolah melukai perasaan warga eks Kedung Ombo.

Sungguh, saya bukan ingin menyalahkan pemerintah. Sebagai pemegang KTP Boyolali saya hanya berharap pemerintah sedikit mendengar aspirasi warga seperti warga Kedung Ombo ini.

Ironi lain muncul dalam alasan pemilihan lokasi baru ibukota kabupaten. Kondisi geografis Boyolali memanjang dari utara ke selatan membentuk huruf J. Ibukota kabupaten yang lama berada di selatan. Pun dengan ibukota yang baru masih terletak di selatan. Artinya, masyarakat Boyolali utara sebenarnya masih terkendala dengan akses menuju ibukota kabupaten yang jauh. Kenapa ibukota tidak dibuat ditengah-tengah saja?

Sudah menjadi rahasia umum jika di Boyolali muncul dua dikotomi kewilayahan. Boyolali utara yang bertanah kering, kurang subur, infrastruktur dan jalan yang kurang memadai serta penduduknya jarang.Berbanding terbalik dengan Boyolali selatan yang bertanah subur, di kaki gunung Merapi dan Merbabu, serta dilintasi jalan nasional Semarang-Solo yang ramai. Kembali saya berharap pemerintah mau memikirkan pembangunan di Boyolali utara. Agar perbedaan Boyolali utara dan  selatan tidak semakin meruncing.

Jakarta van Boyolali

Selain lokasi pemilihan ibukota kabupaten Boyolali yang baru, bentuk bangunan kantor-kantor yang dibangun juga amat menarik untuk dibahas. Kalau kamu sempat singgah atau sekedar lewat di depan kantor bupati Boyolali, kamu mungkin akan berpikir bukan sedang di Boyolali. Melainkan sedang di Jakarta!

Tak hanya saya, beberapa teman menganggap bahwa kantor-kantor di kompleks kabupaten baru Boyolali amat mirip dengan bangunan-bangunan di Jakarta.

dsc07192 kantor bupati Boyolali

Contoh paling kentara adalah kantor bupati yang mirip Istana Merdeka di Jakarta. Hanya saja lebih kecil. Lantas patung kuda Arjunawijaya di simpang lima Boyolali yang mirip patung kuda di dekat Monas. Selanjutnya adalah gedung kantor DPRD Boyolali yang atapnya berupa sayap garuda yang terbentang. Amat mirip gedung DPR di Senayan, tetapi versi lebih kecilnya.

dsc07219
patung Arjunawijaya

dsc07206
kantor DPRD

dsc07177
papan nama jalan

Masjid Ageng Boyolali sekilas mirip masjid Istiqlal. Tak hanya itu, penamaan jalan pun dibuat mirip dengan nama jalan di sekitar lapangan Monas misal jalan Merdeka Timur dan Merdeka Barat. Satu-satunya penanda arsitektur Jawa yaitu bangunan pendopo di belakang kantor bupati.

Selain masjid, di kompleks kantor bupati Boyolali juga dibangun beberapa rumah ibadah lain seperti gereja Katholik, gereja Protestan dan pura. Saya tertarik masuk ke dalam kompleks gereja yang pintunya tertutup. Saya intip dari balik jendela, saya melihat Yesus dalam wujud Jawa. Salibnya dibingkai dalam wujud gunungan ala wayang. Yuk ke Boyolali.

dsc07189
God Bless Boyolali

Iklan

4 comments

  1. Bupati/anggota dprd nya gak punya rasa kebanggaan atas daerah nya. Dimanapun di nuisantara sepanjang yang saya lihat dan saya baca kantor bupati dan kantor pemerintahan lainnya bercirikan daerah setempat.

    Kalo saya gak tertarik dengan imitasi seperti itu, hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s