Ada Apa di Pasar Baru?

p1050611
Pasar Baru, Bangko

Pasar sejatinya adalah tempat menjual sekaligus tempat membeli barang. Tempat terjadinya transaksi ekonomi antara penjual dan pembeli.

Untungnya (atau apesnya) tidak ada supermarket atau mall di Bangko. Mentok ya Indo#ret, Alf#mart atau dua minimarket jadul : Rina dan Melati. Karena tidak ada mall, mau tak mau pasar menjadi tujuan utama belanja. Termasuk kami sekeluarga. Keuntungan berbelanja di pasar antara lain lebih murah karena bisa ditawar, “arena” silaturahmi dengan pedagang, bahkan sering ketemu teman kantor di pasar. Sedihnya belanja di pasar ya becek kalau habis hujan, bau daging/ikan, harus naik motor selama di pasar karena tidak ada lahan parkir, kalau tidak pandai menawar dapat harga mahal, kemudian tidak semua kebutuhan ada di pasar seperti bahan makanan impor.

Selama tinggal di Bangko dan beberapa kali menerima tamu CS, beberapa teman saya, terutama dari luar penasaran dengan apa saja yang dijual di pasar tradisional. Saya setuju dengan pernyataan pasar adalah cermin masyarakat itu sendiri. Apa yang dipakai, dimakan masyarakat ada di pasar. Pasar adalah etalase budaya dalam bentuk makanan, sandang dan pernak-pernik.

Pasar Bangko, Pasar Baru, Pasar Atas, Pasar Bawah
Ada dua pasar tradisional di Bangko : Pasar Bawah dan Pasar Baru. Pasar Bawah terletak di kelurahan Pasar Bangko, di kawasan kota tua Bangko. Sedangkan Pasar Baru terletak di jalan lintas Sumatera. Sedangkan Pasar Atas merupakan nama kelurahan di “atas” kelurahan Pasar Bangko. Lucunya, banyak orang yang menyebut Pasar Baru sebagai Pasar Atas sehingga menimbulkan  kebingungan bagi pendatang.

Menurut kelengkapan barang, ragam barang yang dijual di Pasar Baru lebih banyak dan lebih lengkap dibandingkan Pasar Bawah karena Pasar Baru lebih luas. Namun, untuk barang-barang tertentu seperti buah, kain lebih lengkap di Pasar Bawah.

Bahasa Pasar
p1050617
ada jual

Mayoritas pedagang di pasar adalah penduduk asli Jambi (orang Bangko, Kerinci) dan pendatang dari Minang dan Jawa. Interaksi berbagai suku di pasar menimbulkan sebuah bahasa yang dinamakan bahasa Bangko. Mirip bahasa Palembang/Minang yang berakhiran o seperti dimano, siapo, bilo (kapan) bercampur dengan bahasa Minang, Jawa dan lain-lain. Kata-katanya sekilas mirip bahasa Palembang/Jambi, tetapi terdengar cepat dan diayun seperti bahasa Minang. Sambal kalau di Jawa adalah teman makan nasi dan lauk dari campuran cabe dan bahan lain. Di Bangko sambal artinya lauk.

Ada Apa Saja di Pasar? 

Sama seperti pasar kebanyakan, ada sayur, buah, pakaian dan lain-lain. Beberapa komoditas lokal yang unik antara lain : kabau, buah berbentuk pipih berbau menyengat serupa jengkol, sirih dan pinang (biasa dipakai untuk acara adat) dan buah-buahan lokal. Sayuran dan buah dipasok dari Jangkat, Kerinci dan Sumatera Barat. Sementara produk pakaian diambil dari beberapa kota di Jambi, Sumatera Barat dan Jawa.


p1050605
ini belut, bukan ular

p1050615

sotong aka. cumi

p1050603

lele, biasanya diburu pendatang dari Jawa

p1050600

lebih banyak pedagang ikan daripada ayam

p1050609
tekuyung, sejenis kerang sungai, biasanya digulai, sekarang dijadikan salah satu motif batik Merangin

p1050612

bumbu dapur

p1050606

sayur mayur

p1050613

malas nguleg bumbu, beli yang tinggal pakai saja

p1050614

Dua Ayam, kecap lokal khas Jambi

Sayang tidak berhasil mendapatkan gambar beberapa buah lokal Jambi seperti strawberry Jangkat, terong pirus Kerinci (sering disebut terong Belanda) dan markisa dari Solok. 

Iklan

12 comments

  1. Saya suka berbelanja di pasar tradisional. Interaksi langsung itu punya kepuasan tersendiri.
    Saya justru bersyukur kota kecil gak dimasuki mal oleh pengusaha besar. Kalo mal udah masuk disedot tuh duitnya ama mal.

  2. Naksir tekuyung yang menjadi motif batik Merangin. Selalu senang berburu buah lokal/buah hutan saat berkesempatan blusukan kebun, penasaran dengan strawberry Jangkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s