Kuda Lumping di Tanah Rantau

Beberapa minggu yang lalu kami sekeluarga pergi mengunjungi Budhe di C2. Budhe, begitu ia biasa dipanggil, meski ia bukan orang Jawa. Kami sebenarnya tidak memiliki hubungan famili dengan Budhe. Kami mengenal Budhe sejak tinggal di kos Yeci. Budhe adalah salah seorang asisten rumah tangga ibu kos. Karena satu dan lain hal, ditambah Aki suami Budhe sakit-sakitan, Budhe tidak lagi bekerja di kos Yeci.  

Dari Bangko, C2 ditempuh selama setengah jam. C2 merupakan satu-satunya desa kawasan transmigrasi di wilayah kecamatan Bangko. Sekarang namanya sudah diubah menjadi desa Sungai Kapas. Namun, nama C2 masih melekat di warga Bangko.

Dari Talang Kawo menuju C2 kami melintasi Simpang Tengkorak. Sebuah kawasan yang ditakuti hingga awal tahun 2000-an. Banyak perampokan dan serangkaian pembunuhan terjadi di kawasan itu. Setelah melewati rimbunan pohon karet dan sawit, kami tiba di lapangan desa C2.

p1050651
papan nama kantor desa Sungai Kapas

Kami dijemput kang Wildan, anak tertua Budhe di lapangan depan kantor desa. Dari lapangan, rumah Budhe berjarak sekitar lima menit melewati beberapa lorong.

p1050675

Budhe dan Abas, si anak bungsu

Rumah Budhe amat sederhana. Terbuat dari kayu bercat hijau dengan lantai semen seadanya dan atap seng. Pohon-pohon kelapa sawit menjulang tinggi mengepung rumahnya. Pohon sawit tersebut kepunyaan tetangganya. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Aki, Wildan, dan Abas bekerja serabutan. Termasuk menceburkan diri dalam kubangan air sungai seharian. Mencari emas secara tradisional dengan upah tidak seberapa besar…

Kata Abas, siang ini akan ada pementasan kuda lumping tidak jauh dari rumah Budhe. Desa ini mayoritas warganya keturunan Jawa dan Sunda. Sebuah para-para beratap seng telah berdiri. Di bawahnya tampak seperangkat alat musik gamelan dan beberapa kuda lumping.Pedagang sosis, minuman jus, batagor telah mendirikan tempat untuk berjualan. Jam dua siang kuda lumping akan dipentaskan. Artinya masih empat jam lagi.

Sambil menunggu, kami ngobrol dengan Budhe hingga bakda Zuhur. Kami lantas minta ijin untuk berkeliling kampung sambil mencari makan siang. Dari dua buah kedai bakso, tersisa satu kedai yang buka di dekat simpang, tidak jauh dari pasar desa yang buka seminggu sekali. Meskipun desa ini agak terpencil, toko sejuta umat Alfa*mart sudah membuka cabang disini. Selepas makan bakso, kami bungkus bakso untuk dibawa ke rumah Budhe.

Hingga jam dua siang, pertunjukan belum dimulai. Habis Ashar barulah pertunjukan dimulai. Alunan ritmis musik gamelan bertalu-talu. Penonton mulai berdatangan dengan naik motor, kebanyakan anak-anak muda dari sekitar desa.

p1050681
penabuh gamelan

Sekelompok penari kuda lumping terdiri dari pemuda tanggung keluar dari tempat rias menuju sebuah lapangan kecil beralaskan tanah. Kostumnya tampak tidak terlalu mengesankan, kurang serasi dan bajunya kurang menunjukkan keseragaman. Untuk musik dan lagunya sepintas tidak beda dengan kuda lumping di kampung saya di Jawa Tengah. Seorang penari cilik, sepertinya masih usia SD menari dengan lincah dan percaya diri.

p1050690

penari kuda lumping

p1050696
penari 
cilik 

Ketika pertunjukan hampir selesai, pemimpin barisan tiba-tiba berguling di atas tanah. Ia kesurupan. Musik yang sudah berhenti dimainkan kembali. Ia menari sendiri dengan mata terpejam.

p1050709
kesurupan

Pertunjukan kedua dilakukan oleh perempuan. Mbak-mbak berkerudung merah tampak tidak canggung menari diiringi musik gamelan. Lucunya, wajah mereka dirias hingga seolah-olah mempunyai cambang dan kumis seperti laki-laki. Sesuatu yang tidak saya temui di kuda lumping di Jawa. Meskipun demikian, saya salut akan warga keturunan Jawa di C2 yang masih melestarikan adat dan kesenian leluhur.

p1050720

p1050741

Kami tidak menonton pertunjukan hingga selesai. Jam setengah lima kami pulang ke Bangko.

Iklan

14 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s