14 Museum di Antero Jambi

Jambi, sebuah daerah yang merupakan nama sebuah provinsi sekaligus ibukota di tengah-tengah Sumatera. Namanya mungkin tak terlalu bergema jika dibandingkan dengan beberapa provinsi tetangga yang terkenal mempunyai kuliner khas, pemandangan indah, minyak bumi yang melimpah, atau hm.. skandal korupsi gubernur #eh.

Dibalik kebersahajaannya, bukan berarti Jambi tidak memiliki wisata khususnya sejarah dan budaya yang patut dibanggakan. Jambi memiliki setidaknya tujuh suku asli, tiga di antaranya merupakan etnis tua periode Proto Melayu yaitu suku Rimba/Anak Dalam, suku Kerinci dan suku Batin.

Sejarah Jambi juga teramat kaya karena menyimpan kepingan sejarah terciptanya bumi yaitu di kawasan geopark Merangin. Sisa peradaban manusia purba bisa ditemui di dataran tinggi Kerinci dan Jangkat, Merangin. Kompleks candi Muaro Jambi merupakan situs Hindu Buddha terluas di Indonesia.

Sejarah dan budaya provinsi Jambi bisa dilacak pada 14 museum yang tersebar di antero Jambi.  Enam museum berada di kota Jambi, delapan lainnya berada di berbagai kabupaten/kota. Tiga museum yaitu museum Siginjei, museum Perjuangan Rakyat Jambi, museum Gentala Arasy dikelola oleh pemerintah provinsi Jambi. Sisanya dikelola oleh pemerintah kota/kabupaten dan mandiri/swasta.

KOTA JAMBI

1. Museum Siginjei

Pakaian adat suku Anak Dalam
Pakaian adat suku Anak Dalam

 

 

 

 

 

 

 

Museum terbesar di provinsi Jambi. Memamerkan alam, wisata, sejarah provinsi Jambi serta menyimpan keanekaragaman budaya suku asli provinsi Jambi : Melayu, Batin, Rimba, Anak Dalam, Kerinci, Pindah dan Penghulu. Salah satu ruangan yaitu khasanah budaya menampilkan koleksi perhiasan emas dari masa kerajaan Melayu kuno.
* Jl. Urip Sumoharjo No. 1 Telanaipura, Kota Jambi
* Buka : Selasa-Minggu 08.00 – 15.00, Jumat 08.00 – 11.00, Senin dan hari libur tutup
* Tiket : Rp 2.000,- dan Rp 1.500,-

2. Museum Perjuangan Rakyat Jambi
Berada di pusat kota tidak membuat museum keren ini banyak dilirik. Menampilkan sejarah perjuangan rakyat Jambi terutama saat mempertahankan kemerdekaan. Di depan museum diletakkan replika pesawat Catalina RI 005 yang jatuh di Sungai Batanghari pada tahun 1948.
* Jl. Sultan Agung, No. 12, Lapangan Banteng, Kota Jambi
* Buka : Senin-Kamis 08.00-15.00, Jumat 08.00-11.00 WIB, Sabtu Minggu, hari libur tutup
* Tiket : Rp 500,- s.d. Rp 1.500,-

3. Museum Menara Gentala Arasy
DSC00918
Berada di bawah menara Gentala Arasy yang merupakan ikon baru Kota Jambi. Museum ini menampilkan sejarah masuknya Islam di provinsi Jambi khususnya kota Jambi. Sayang banyak pengunjung yang datang hanya untuk berfoto di jembatan Gentala Arasy tanpa mau berkunjung ke dalam museum.
* Menara Gentala Arasy, Kel. Arab Melayu, Pelayangan, Kota Jambi
* Buka : Senin-Jumat 08.00-17.00, Sabtu Minggu 08.00-13.00
* Tiket : Rp 1.500,- s.d. Rp 5.00,-

4. Museum Zoologi
Museum Zoologi berada di dalam kompleks kebun binatang Taman Rimbo, hanya berjarak beberapa ratus meter dari bandara domestik Sultan Thaha. Memamerkan koleksi hewan-hewan yang telah diawetkan. Saya sendiri belum pernah masuk ke museum ini.
* Jl. Sunaryo No. 94 Talang Bakung, Jambi
* Buka : Senin-Minggu 08.00 -17.00

5. Museum Rumah Adat Jambi
Berada di dalam kompleks kantor gubernur Jambi tepatnya di taman Mayang Mangurai dekat pintu keluar kantor gubernur. Museum ini menempati rumah adat Jambi yang bernama Kajang Lako. Sayang, museum ini selalu terkunci dari luar. Kabarnya, museum ini menampilkan pakaian adat kabupaten kota se-provinsi Jambi.
* Jl. Ahmad Yani, Telanaipura, Kota Jambi

6. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi
Menempati sebuah ruangan konservasi dan preparasi, museum milik instansi vertikal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini hanya bisa diakses dengan surat izin tertulis. Meskipun koleksinya terbatas, saya justru banyak mendapat pengetahuan baru mengenai kepurbakalaan dan sejarah Jambi dari pegawai yang bertugas di tempat ini.
* Jl. Samarinda, Kotabaru, Kota Jambi
* Buka : Senin- Jumat : 08.00 – 15.00 (dengan izin tertulis)
* Tiket : gratis

KAB. MUARO JAMBI

7. Pusat Informasi Candi Muaro Jambi
DSC02109
Candi Tinggi, salah satu candi di kompleks Candi Muaro Jambi

Museum kecil ini berada di kompleks candi Muaro Jambi, tidak jauh dari candi Gumpung. Menampilkan sejarah, penjelasan dan beberapa koleksi artefak dari candi Muaro Jambi. Termasuk sebuah arca Prajnaparamitha nan cantik. Sayang, pemandu tidak selalu berada di dalam kantor informasi.
* Kompleks Candi Muaro Jambi, Ds. Danau Lamo, Maro Sebo, Kab. Muaro Jambi
* Buka : Senin-Minggu 08.00 – 17.00
* Tiket : Gratis

KAB. TANJUNG JABUNG TIMUR

8. Pondok Pesantren Wali Peetu

Sebuah lembaga pendidikan keagamaan di ujung timur Jambi menyimpan beberapa benda bersejarah secara sederhana di sebuah ruang kecil di dalam kompleks pesantren. Menampilkan pecahan keramik dari dinasti Sung, pecahan bom dan nisan kuno zaman kesultanan Melayu Jambi. Museum ini berada di kawasan Taman Nasional Berbak. Dapat dicapai dengan menggunakan kapal cepat selama dua jam dari Nipah Panjang.
* Ds. Air Hitam Laut, Sadu, Kab. Tanjung Jabung Timur
* Buka : Senin-Minggu 08.00 – 17.00
* Tiket : Gratis

KAB. MERANGIN

9. Pusat Informasi Geopark Merangin Jambi
DSC01788
Waktu dikelola oleh pemkab Merangin, awalnya tempat ini hanyalah sebuah museum mini tak ubahnya gudang penyimpanan yang kusam dan berdebu. Sejak Merangin ditetapkan sebagai kawasan geopark nasional oleh Kementerian ESDM, museum ini berubah konsep dan penampilan baru menjadi lebih menarik dan interaktif. Plus pemandu yang sangat ramah.
* Jl. Mayor Syamsuddin Uban, Pasar Bawah, Bangko (eks Kantor Dinparbudpora Kab. Merangin)
* Buka : Senin-Jumat 08.00 – 16.00
* Tiket : Gratis

10. Rumah Tuo Rantau Panjang
no (2)
Satu-satunya museum yang merupakan rumah adat asli suku Batin di Rantau Panjang, sekitar 30 menit perjalanan dari Bangko. Rumah ini masih dihuni oleh ibu Darmis dan keluarga yang merupakan keturunan ke-14 dari raja Puyang Bungkuk, leluhur suku Batin. Pak Iskandar, suami ibu Darmis akan dengan ramah menceritakan rumah dan perabotan kuno di rumahnya kepada setiap pengunjung yang datang. Pengunjung pun diperbolehkan menginap di rumahnya.
* Kel. Kampung Baruh, Rantau Panjang, Tabir, Kab. Merangin
* Buka : Senin-Minggu 08.00 – 16.00
* Tiket : Donasi diharapkan

KAB. BUNGO

11. Museum Sejarah Perjuangan Bungo-Tebo (dalam masa pembangunan)
Lokasi : Jl. Veteran, Muara Bungo

KAB. KERINCI 

12. Museum Sakti Alam Kerinci (dalam masa pembangunan)
Lokasi : Ds. Sanggaran Agung, Kec. Danau Kerinci, Kab. Kerinci

13. Museum dan Monumen Gempa Kerinci
DSCN1154

 

 

 

 

 

 

Pada tanggal 7 Oktober 1995, gempa berkekuatan 7 skala Richter mengguncang Kerinci dan sekitarnya. Sebanyak 84 orang meninggal dan ribuan mengalami luka-luka. Sebuah masjid di desa Koto Iman retak-retak akibat gempa. Untuk mengenang peristiwa ini, masjid tersebut difungsikan sebagai museum dan monumen gempa. Sayang, koleksi museum berupa dokumentasi foto-foto saat dan sesudah gempa terjadi tampak kusam dan  tidak terawat.
* Ds. Agung Koto Iman, Kec. Danau Kerinci, Kab. Kerinci
* Buka : Senin-Minggu 08.00 – 16.00
* Tiket : Donasi diharapkan

KOTA SUNGAI PENUH

14. Kediaman Bp Iskandar Zakaria
P1000374
Iskandar Zakaria, mantan kepala bidang kebudayaan di kantor dinas pariwisata, seni dan budaya kab. Kerinci gemar mengumpulkan artefak prasejarah dan sejarah yang tersebar di berbagai penjuru daerah di Kerinci. Kecintaannya pada budaya dan sejarah Kerinci membuat beliau tak ragu untuk menolak tawaran miliaran rupiah dari kolektor benda antik yang datang ke rumahnya. Rumahnya yang bersahaja merupakan oase bagi siapa saja yang berminat pada sejarah dan budaya Kerinci. Tak hanya itu, beliau selaku budayawan Kerinci juga membuka sanggar batik dan seni tari di rumahnya.
* Jl. RA Kartini, Dsn. Nek, Kel. Dusun Baru, Kota Sungai Penuh
* Buka : Senin-Minggu (dengan perjanjian terlebih dulu)
* Tiket : Gratis

Referensi :
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=15&dn=20080902102140
http://fkikawp.blogspot.co.id/2010/12/sejarah-berdirinya-pondok-pesantren.html

 

Iklan

23 comments

  1. Bagi orang kebun, Jambi sungguh eksotik Mas Isna.
    Kepingin banget belajar dari suku Proto Melayu dan naksir geopark Merangin yang bersiap ke world geopark. Salam

  2. Suku batin ini matrilinial atau patrilinial ya?

    Kalau kerinci bisa dibilang budaya peralihan minang dan melayu ya? Tapi ada yang matrilinial juga kan ya… ? *perasaan dulu udah nanya tp lupa lagi, hehe

    • semua suku tua di Jambi baik Batin, Rimba (Anak Dalam), Kerinci matrilinial.. Kerinci Minang atau Melayu sampai sekarang menjadi bahan yg asyik buat diperdebatkan wkwkw
      ada tambo adat yang kalo gak salah berbunyi “tambang ku Jamboi, undang-undang ku Minangkabau” artinya meski pemerintahan ikut Melayu Jambi, adat dan budaya cenderung ke Minangkabau karena Kerinci dulu sekali masuk ke kerajaan Dharmasraya (Undang2 Tanjung Tanah) selanjutnya dikuasai kesultanan Inderapura (Pessel), Kerinci masuk ke Jambi zaman kerajaan Melayu Jambi (kesultanan Islam)

      • Iya benaar, secara adat katanya minangkabau walaupun masuk prop jambi… bahasa juga sama atau mirip. Sama kaya kampar di riau… secara adat juga Minang…

        di grup2 fb sering ada perbincangan yang sangat seruuuu tentang kampar ini… kaum muda ga ngaku atau ga mau ngaku bagian dari minang tp melayu walaupun secara hukum adat dan bahasa sama (minang dialek payokumbuah/limopuluh kota) dan juga matrilinial, hehehe…

        sering ngakak baca komen orang2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s