Baper di Candi Ngempon – Petirtaan Derekan

Sebuah peninggalan kerajaan Mataram Hindu awalnya membuat saya penasaran untuk datang, lantas datang lagi…

Kabupaten Semarang memiliki 4 candi peninggalan Hindu-Buddha dan 3 pemandian air panas. Dari jumlah itu, saya baru mengunjungi 3 candi dan 1 pemandian air panas.

Namanya Candi Ngempon, berlokasi di kelurahan Ngempon kecamatan Bergas kabupaten Semarang. Saya mengetahui adanya candi ini sejak sering mengantarkan istri bekerja di kawasan Pringapus beberapa tahun yang lalu. Beruntung saya bisa melihat candi ini lebih dekat dua hari sebelum saya pulang mudik Lebaran ke tanah rantau.

Dari arah Ambarawa / Solo, saya dan saudara-saudara (dua ipar dan dua adik) naik motor ke arah Ungaran. Habis turunan Merakmati, ada papan nama Petirtaan Derekan di seberang Pasar Merakmati / Harjosari. Tinggal belok kanan masuk ke arah pasar. Setelah melewati perkampungan dan hutan desa sepanjang kurang lebih 4 km, ada papan lagi di sebelah kiri yang memandu pengunjung ke Derekan. Selain lewat Merakmati, jalan alternatif lewat Karangjati. Dari arah Semarang, pengunjung bisa berbelok kiri di pasar Karangjati selanjutnya masuk ke dalam sekitar 4 km. Kalau sudah melihat papan nama Candi Ngempon, cukup ikuti petunjuk tersebut untuk menuju candi Ngempon.

Candi Ngempon bersebelahan dengan petirtaan Derekan yang secara administrasi masuk desa Derekan kecamatan Pringapus. Antara Derekan dan Ngempon hanya dipisahkan oleh sungai Kedung Dowo dan dihubungkan oleh sebuah jembatan.

Seorang kakek tua dengan senyum tulus menyambut kami di pos masuk petirtaan. Tiket masuk hanya Rp 2.000,- / orang. Selanjutnya biaya untuk parkir Rp 2.000,- / motor. Tersedia juga area parkir mobil yang cukup memadai. Petirtaan Derekan terdiri dari beberapa kolam pemandian air panas yang bisa dipilih. Semua mengandung belerang. Ada kolam khusus wanita, kolam berwarna kuning kecokelatan, kolam pembuangan air, kolam utama (petirtaan) dan sebuah kolam yang paling jernih yang paling ramai dikunjungi wisatawan.

Candi Ngempon berlokasi di tengah-tengah sawah warga. Sayang gerbang candi Ngempon ditutup sehingga kami tidak bisa masuk. Sebagai pengobat kekecewaan, kami berfoto di persawahan dan jembatan. Saya sendiri memutuskan untuk berendam di salah satu kolam yang berwarna kecokelatan yang dianggap paling banyak kandungan belerangnya. Saya sendiri sebenarnya tidak memiliki masalah kulit, tetapi sejak tinggal di Kerinci saya gemar berendam di pemandian air panas. Tiket mandi Rp 3.000,- / orang.

1-IMG_20160715_160418
candi Ngempon, sawah dan sungai Kedung Dowo

Kolam terbesar di Derekan merupakan kolam tertua sekaligus peninggalan cagar budaya yang dilindungi undang-undang. Bentuk kolam hampir sama dengan candi Umbul di Magelang. Berbentuk persegi panjang dengan tambahan tangga turun. Dari atas kolam ini menyerupai yoni. Di samping kolam terdapat ceruk kecil untuk menaruh sesaji. Di bawah ceruk terdapat batuan yang kemungkinan dipakai untuk bersemedi.

1-IMG_20160715_160556

Saya datang lagi dengan niat untuk mandi di Derekan keesokan harinya. Beruntung saya, kali ini candi dibuka sehingga saya bisa melihat dari dekat bangunan candi. Dari papan yang dipasang, dilihat dari ornamen di badan candi, dibangun sezaman dengan Candi Gedong Songo yaitu sekitar abad VII hingga VIII Masehi. Sejak ditemukan pada tahun 1952 sebanyak enam buah candi, 4 candi telah dipugar. Dua buah sisa candi berupa kaki candi belum bisa dibangun kembali.  Dari empat candi, sebuah candi terbesar adalah candi induk sedang sisanya adalah candi perwara. Dari temuan yoni, petirtaan dan candi yang berhadap-hadapan, diperkirakan candi Ngempon berlaras Hindu Syiwa (Gara : 2016).

1-IMG_20160716_170013

 

 

1-IMG_20160716_170055


Dari kiri ke kanan searah jarum jam : sisa kaki candi dan puncak candi, lumpang yoni, sisa kaki candi, bongkahan batu

Salah satu keunikan candi Ngempon adalah adanya relief satwa seperti burung, gajah dan kelinci di badan candi. Serta ornamen mirip kain Bali masa kini. Demi mencegah tindakan kriminalitas, seluruh arca di dalam candi telah dipindahkan ke Museum Ronggowarsito, Semarang.

1-IMG_20160716_170246

 

Menutup sore itu, saya berendam di sebuah kolam yang belum saya coba kemarin. Kolam yang paling jernih ini sebenarnya kandungan belerangnya paling dikit. Sehingga ongkos mandinya paling murah Rp 2.000,- termasuk pemakaian kamar bilas. Tempat wisata ini dikelola oleh pemerintah desa secara swadata sehingga sarana prasarana masih terlihat sederhana. Namun demikian, tidak mengurangi minat warga dari berbagai daerah seperti Semarang dan Salatiga untuk berkunjung. Saya pun ingin ke sana dan ke sana lagi…

1-IMG_20160715_160534

 

Iklan

10 comments

  1. Pemandian air hangat buat pria sekarang dah dipagar tinggi. 😀
    Kabarnya ada river tubing dan flying fox di area sungainya itu apa sudah terealisasi ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s