Drama Kartu Kredit : Tertipu “VISA”

komiteid20150824awas-cybercrime-incar-ukmIlustrasi cybercrime pinjam dari sini.

Ini sebenarnya kejadian sudah agak lama, terjadi dua bulan yang lalu. Saya baru aja buat kartu kredit di salah satu bank BUMN. Selain senang punya mainan baru, sebagai orang yang masih ijo soal beginian, saya heran kenapa saya tidak kunjung mendapat kiriman bill tagihan lewat pos. Waktu awal membuat kartu kredit, saya memang meminta semua tagihan dikirimkan lewat pos ke alamat kantor. Atau.. jangan-jangan karena saya belum menggesek kartu saya.

Jam 4 sore, hp saya berbunyi. Ada panggilan telepon dari +6221 3850165. Pasti orang iseng, saya pikir. Saya acuhkan saja. Keesokan harinya dan beberapa hari kemudian. Nomor ini selalu menelepon saya, pada jam yang sama. Saya masih cuek. Ketika nomor ini menelepon lagi, kali ini saya angkat.

“Selamat sore Pak, saya Tesa dari VISA. Saya ingin mengkonfirmasi apakah Bapak telah menerima tagihan kartu kredit?” Ya ampun, rupanya dari penyedia jasa kartu kredit saya. Saya merasa bersalah tidak pernah mengangkat telepon dari nomor ini.
“Ya mbak, saya nggak pernah menerima tagihan,” jawab saya.
Lantas mbak-mbak yang namanya Tesa ini menanyakan apakah saya baru membuat kartu kredit, meminta nomor kartu kredit, tiga digit angka di belakang kartu kredit, nama dan alamat lengkap. Saya pikir memang begitu prosedur di mereka. Setelah intrograsi tanya jawab selesai mbak Tesa menawarkan apakah saya berminat untuk bergabung dengan Almadika, sebuah penyedia jasa diskon yang akan memberikan potongan diskon jika menginap di hotel tertentu dan potongan diskon jika membeli tiket pesawat semua rute dengan biaya keanggotaan Rp 2.590.000,- seumur hidup. Entah apa di pikiran saya saat itu, langsung saya iyakan saja penawaran itu. Tesa memiberitahu saya jika sebentar lagi temannya yang bernama Karen akan menelepon. Telepon saya tutup.

Muncul di layar hp panggilan dari sebuah nomor asing. Saya angkat.
“Sore bapak Isna, saya Karen. Tadi Bapak sudah menyanggupi untuk membeli voucher di Almadika, ya Pak?” kira-kira begitu ucapan dari suara di seberang sana.
“Ya.”
“Transaksi ini tidak dapat dibatalkan atau diuangkan kembali, ya Pak.”
“Nanti kartu diskonnya kami kirim ke alamat kantor Bapak. Paling lama seminggu Pak”

Beberapa menit kemudian saya mendapatkan sms bahwa saya sudah menggunakan kartu kredit untuk membeli voucher hotel senilai Rp 2.590.000,-. Saya coba telepon cs Garuda Indonesia buat memastikan apakah jika saya memakai kartu diskon ini akan mendapat diskon pesawat. Njritt!!! Saya telah tertipu. 😦 Saya hubungi balik nomor telepon yang tadi ngakunya bernama Karen. Setelah berdebat agak lama, Karen tetap keukeuh uang saya tidak bisa dikembalikan. Sudah ada kata “deal” dari saya katanya. Ada bukti rekamannya, katanya. Sh#t!

Waktu saya share kasus saya di medsos, kejadian ini rupanya bukan sekali dua kali. Teman saya Yayan kemudian memberikan sebuah link kasus serupa di Kompasiana.

http://www.kompasiana.com/ulihape/penipuan-berkedok-kartu-diskon_552ca7eb6ea8341f338b45d0

Segera saya hubungi call centre BNI, minta kartu kredit saya diblokir dan minta dibuatkan kartu baru. Kata mas-mas BNI, status transaksi saya masih suspend alias belum muncul di tagihan. Sambil menunggu tagihan terposting, saya diminta untuk membuat surat sanggahan dan kronologi terjadinya penipuan dikirim ke email BNI.

Seminggu berlalu, kartu diskon yang dijanjikan tak kunjung datang. Saya coba hubungi lagi BNI. Alhamdulillah, permohonan sanggahan saya diterima dan transaksi tipu-tipu yang terjadi dibatalkan oleh bank. Sehingga saya tak perlu membayar 2.590.000 yang memang tidak saya inginkan.

Iklan

19 comments

  1. Dulu pernah jg dapet tawaran semacam ini. Cuma untungnya sejak awal saya sudah naruh curiga, jadi pas mereka telp balik, saya tanya macam2 lebih detail, gak bisa jawab. Ujung-ujungnya malah ngamuk ngomel2 sambil nutup telp 😆 yang penting sih kita harus selalu waspada ya jaman sekarang ini.

  2. Duh baca ini aku merasa prihatin. Pernah sih ditelpon juga dan ditawarin hal macam ini, tapi aku langsung mikir kalau itu sifatnya ‘penipuan’ soalnya maksa banget dan gak mungkin ada kartu sesakti itu, sampai bisa diskon penerbangan segala. Bahkan janjinya, bisa dipakai beli tiket kapan aja.

    O iya cuma mau ngingetin satu hal mas, jangan pernah memberikan data lengkap kartu kredit termasuk angka CCV nya (tiga digit di belakang kartu kredit), karena itu data maha penting yang dapat digunakan oleh orang lain untuk menggunakan kartu kita. Bahkan prosedur bank sendiri tidak pernah meminta data CCV. Gunakan data CCV hanya ketika melakukan transaksi online, itupun pastikan terlebih dahulu kalau system mereka terpercaya (biasanya ada tandanya sih).

    Tapi untungnya transaksi itu bisa disanggah ya mas. Semoga ke depannya lebih aman lagi yaaaa 🙂

    • iya mas, gebleknya diriku, kirain dari Visa beneran haha… baru tau pas lapor ke cs, bank sama visa gak pernah menanyakan data2 itu soalnya data kita ada di sistem mereka, akibat kejadian ini aku jadi lebih ati2… makasih banyak ya mas infonya 🙂

  3. Mirip2 penawaran produk asuransi lwt telp.yg dgn “pintarnya” si telemarketing brbcra dgn lihainya hgga kita susah mnyanggah dan mngluarkan kta “ya” sbg btuk deal dan mrka mrkmnya sbg bkti deal

  4. Salut untuk BNI yang menanggapi dengan serius. Beberapa waktu lalu aku habis tutup CC ayah, pas ditanya alasan, “gak mau pake lagi, riba” langsung disetujui hehe. Pak no CCV (3 angka di belakang) gak boleh org tahu. Bahkan bila perlu lakban hitam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s