Wastra Cagar Budaya dari Merangin

[nonAdv]

Bagi masyarakat Jambi, kain batik telah menjadi sahabat yang dikenal sejak ratusan tahun yang lalu. Bersama dengan kain songket, kain batik sebagai warisan wastra nan agung telah dikenal setidaknya pada zaman kesultanan Melayu Jambi. Jauh sebelum euforia munculnya batik-batik bernuansa lokal sejak UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia.

Masyarakat Jambi, sebagaimana masyarakat Indonesia yang lain, gemar bertutur dan berfilosofi melalui karya seni, salah satunya lewat media motif batik. Ada lima motif yang dipercaya sebagai motif tertua batik Jambi. Di antaranya adalah durian pecah, merak ngeram, kuau berhias, kapal sanggat, dan tampuk manggis. 

Motif durian pecah menggambarkan dua bagian buah durian yang terbelah. Belahan pertama merupakan pondasi iman dan takwa. Belahan lain merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penggambaran merak ngeram menunjukkan kasih sayang dan tanggung jawab.

Motif kuao berhias yang menggambarkan kuau, burung sejenis merak yang sedang mengepakkan sayap. Melambangkan sikap kehati-hatian dan instrospeksi. Motif batik tampuk manggis melambangkan kebaikan budi dan kehalusan hati masyarakat Jambi.

Kapal sanggat yang merupakan motif terakhir bermakna harfiah kapal kandas. Petuah dari kapal sanggat adalah manusia harus berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaan. Jika lalai, diibaratkan sebagai kapal yang kandas. 

Batik Merangin
DSC04605
Sejak beberapa tahun terakhir ini beberapa kabupaten / kota di Provinsi Jambi giat memperkenalkan dan mempromosikan motif batik khas masing-masing. Misalnya batik incung dari kota Sungai Penuh dan kabupaten Kerinci. Di Merangin sendiri saat ini dikembangkan batik cagar budaya.

Jika kebanyakan daerah mengangkat flora atau fauna dalam rangkaian kain batiknya, Merangin mengangkat motif yang jarang dipakai oleh daerah lain. Motif yang dimaksud adalah benda-benda cagar budaya atau motif berupa situs-situs sejarah dan benda purbakala yang banyak ditemukan di kabupaten Merangin. Tentunya untuk memperkenalkan keluhuran warisan sejarah di Merangin.

DSC05018

Dari kiri atas searah jarum jam : motif biduk amo, motif Araucarioxylon (geopark Merangin), rumah tuo Rantau Panjang dan jam gento.

Biduk Amo 
Biduk amo merupakan panggung terbuka berbentuk rumah adat Merangin yaitu kajang lako dengan bagian bawah berupa kapal (biduk). Lokasinya berada di kawasan Pasar Bawah, di samping Museum Geopark Merangin. Lokasi biduk amo sendiri merupakan gedung bekas kantor asisten Residen Jambi Hulu pada zaman Belanda. Pada zaman kemerdekaan gedung ini bernama Wisma Seroja dan dijadikan kantor bupati Merangin. Pada tahun 1954, Bung Hatta menginap di Wisma Seroja dalam kunjungan dinas ke beberapa kota di Jambi.  

Araucarioxylon
Benda ini merupakan nama Latin dari sebuah fosil batang pohon di desa Air Batu di tepi sungai Batang Merangin di kawasan Geopark Merangin. Umurnya yang diperkirakan 300juta tahun diperkirakan sebagai fosil tertua yang pernah ditemukan di Asia. Saat ini geopark Merangin sedang diusulkan ke UNESCO sebagai anggota Jaringan Geopark Dunia (GGN).
Lihat juga :
https://djangki.wordpress.com/2016/02/12/geopark-merangin-dari-jambi-untuk-dunia/

Rumah Tuo Rantau Panjang
Rumah tuo yang berlokasi di kelurahan Kampung Baruh kecamatan Tabir merupakan rumah tertua di provinsi Jambi. Dibangun oleh Puyang Bungkuk pada tahun 1333. Puyang Bungkuk sendiri dipercaya sebagai leluhur masyarakat suku Batin. Rumah ini sekarang dihuni oleh keturunan ke-14 dari Puyang Bungkuk.
Lihat juga :
https://djangki.wordpress.com/2013/04/14/keliling-bangko-4-rumah-kuno-rantau-panjang/

Jam Gento
Jam gento sebenarnya bukan benda cagar budaya karena baru diresmikan pada tahun 2000. Didirikan di puncak Bukit Keramat kawasan Pasar Bawah, awalnya dibangun sebagai ikon kota Bangko. Sayang, pemerintah daerah kurang memperhatikan perawatan Jam Gento.
Lihat juga : https://djangki.wordpress.com/2016/01/24/late-post/

Selain beberapa motif di atas, batik Merangin memiliki beberapa motif “mainstream” berwujud flora yaitu kancung beruk dan kelok paku. Kancung beruk dikenal sebagai kantung semar, flora endemik taman nasional Kerinci Seblat. Gambarnya dipadukan dengan bebatuan yang melambangkan fosil geopark. Motif kelok paku melambangkan semangat untuk belajar tanpa henti, seperti tanaman paku/pakis yang tak mempunyai pangkal dan ujung.

DSC05021

 

Batik Merangin saat ini bisa dibeli di galeri Batik Merangin di lobi Hotel R Cantika di Jalan Lintas Sumatera Km. 3 Arah Sarolangun. Hotel ini dikelola oleh ibu Wakil Bupati Merangin. Nama R pada Cantika ditambahkan untuk mengenang Rizki, salah satu karyawan hotel yang meninggal tragis pada tahun 2014.

Saya sudah tiga kali beli batik di hotel R Cantika (bukan promosi haha). Pelayanannya ramah dan memuaskan. Harga batik yang ditawarkan mulai dari Rp 40.000,- permeter untuk batik printing hingga ratusan ribu rupiah permeter untuk batik tulis. Selain batik, disediakan juga kaos-kaos khas Merangin dan songket dari Jambi. Melayani pembelian secara eceran atau grosiran juga lho. 🙂

Referensi tentang lima motif tertua batik Jambi : http://www.kompasiana.com/nurulfahmy/mencari-makna-motif-pada-batik-jambi_550ace25a3331151102e3a61

Galeri Batik Merangin
Hotel R Cantika

Jalan Lintas Sumatera Km. 3 Arah Sarolangun
Mensawang, Dusun Bangko, Merangin
0823 7310 0811 / 0821 7551 3333

Iklan

16 comments

  1. Suka sama durian pecah, filosofinya keren ya mas. Cita-cita kalau berkunjung ka daerah-daerah lain pengenya beli batik, kain tenun atau songket buat koleksi.

  2. Meskipun bukan pengoleksia batik, aku selalu suka filosofi di balik motif kain-kain batik. Kalau dipikir, orang jaman dulu kalau menciptakan apapun itu pasti dipikir filosofinya dulu. Sementara kita jaman sekarang lebih ke kepuasan visual aja. Benar gak sih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s