Geopark Merangin, Dari Jambi untuk Dunia

WJ Jongmans dan W Gothan, dua orang ahli geologi dari Bandung yang ditugaskan di residentie Jambi pada tahun 1925 menemukan fenomena geologi unik di Jambi, tepatnya di sepanjang tepian sungai Batang Merangin. Mereka menemukan fosil gigantopterid yang diperkirakan berusia jutaan tahun. Fosil jenis ini belum pernah ditemukan di negara manapun di Asia!

Saya hanya bisa mengelus dada ketika melihat museum pemkab Merangin beberapa tahun yang lalu. Lebih mirip gudang berdebu yang murung daripada sebuah museum. Lebih mirip tempat mengumpulkan barang-barang yang terbuang alih alih tempat berwisata edukasi yang menarik.

Sejak 2015, museum pemkab Merangin bertransformasi menjadi Pusat Informasi Geopark Merangin Jambi. Sebentar, apa itu geopark?

Geopark merupakan suatu kawasan yang memiliki warisan geologi dan bentang alam yang unik dan langka serta dapat dikembangkan menjadi wisata geologi. Sebuah kawasan dapat diajukan sebagai geopark jika memenuhi tiga unsur yaitu : geodiversity (keragaman geologi), biodiversity (keragaman biologi), dan keragaman budaya.

Reserve Geologique de Haute Provence di Prancis merupakan geopark pertama yang dibentuk pada tahun 1984. Sejak tahun 2004, UNESCO mendorong negara-negara yang memiliki warisan geopark untuk bergabung dengan Global Geopark Network (GGN). Hingga saat ini, 111 situs geopark dunia telah ditetapkan di 32 negara. Dimana di Asia Tenggara geopark dunia angggota GGN terdapat di tiga negara yakni Vietnam (Karst Plato Dong Van), Malaysia (Pulau Langkawi) dan Indonesia (Gunung Batur dan Gunung Sewu).

Geopark Nasional

Indonesia secara geologi terletak di tiga lempengan benua : Indo-Australia, Eurasia, Pasifik. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki kekayaan geologi yang melimpah. Menurut data Kementerian ESDM, di seluruh Indonesia telah tercatat  ada 170 situs keragaman geologi dan 33 warisan geologi. Dari ratusan situs geologi, telah ditetapkan sejumlah 7 kawasan geopark nasional meliputi :

1. Kaldera Toba (Sumatera Utara)
2. Gunung Sewu (Pacitan, Gunung Kidul, Wonogiri) 
3. Merangin (Jambi)
4. Kaldera Gunung Batur (Bali)
5. Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat)
6. Karst Raja Ampat (Papua Barat); sedang diusulkan menjadi kawasan Geopark Nasional
7. Parahyangan (meliputi geopark Ciletuh, Pangandaran, Bandung); sedang diusulkan menjadi kawasan Geopark Nasional

Kawasan Geopark Gunung Sewu di pantai selatan Jawa dan Kaldera Gunung Batur di Bali telah ditetapkan sebagai geopark warisan dunia oleh GGN UNESCO. Gunung Batur pada tahun 2012 terpilih ke dalam daftar GGN karena dianggap memiliki rekam jejak erupsi terlengkap di Indonesia. Sedangkan Gunung Sewu menyusul pada tahun 2015 karena dianggap sebagai kawasan karst paling luas di Jawa. 

DSC01785peta geopark nasional

Geopark Merangin Jambi

Sejak 2010, empat kabupaten di Jambi telah ditetapkan masuk kawasan geopark nasional Merangin Jambi. Untuk menunjang percepatan geopark Merangin masuk ke dalam daftar GGN UNESCO, museum pemkab Merangin dirombak oleh Badan Geologi pusat menjadi Pusat Informasi Geopark Merangin Jambi. Museum ini dulunya merupakan kantor dinas pariwisata, pemuda, seni dan budaya kabupaten Merangin. Pada zaman kolonial dipakai sebagai kantor asisten residen Jambi Hulu (cerita selengkapnya akan saya tulis terpisah).

DSC05051Pusat Informasi Geopark Merangin Jambi, eks kantor asisten residen Jambi Ulu

Pada halaman museum yang tidak terlalu luas ditampilkan replika Prasasti Karang Berahi di Pamenang dan replika batu megalitik Batu Larung di Lembah Masurai. Prasasti Karang Berahi dan Batu Larung menggambarkan hasil kebudayaan Merangin dari dua era berbeda : era prasejarah dan era sejarah.

DSC05093replika batu larung di desa Tuo kecamatan Lembah Masurai

Masuk ke dalam museum, saya diharuskan melepas alas kaki. Senyum manis mbak-mbak di meja resepsionis menyambut saya. Saya putuskan untuk berkeliling sendiri. Sebuah keputusan yang akhirnya menyisakan kebingungan karena banyak benda di museum tidak dilengkapi dengan keterangan.

Museum mungil ini terdiri dari sebuah ruangan berdenah U dengan tiga segmen: geodiversity, biodiversity dan cultural diversity. Segmen geodiversity menjelaskan sejarah bumi terutama sejak zaman Perm awal dan Jura (260 juta tahun yang lalu).

Temuan batuan di tepi sungai Batang Merangin dan Batang Mengkarang mengindikasikan bahwa bumi Jambi terbentuk sekitar 300 juta tahun yang lalu. Fosil tumbuhan Araucarioxylon berupa akar dan batang pohon berdiameter sekitar 3 meter masih bisa ditemui di tepi sungai Batang Merangin.DSC05397

sejarah bumi dan fosil Araucarioxylon

DSC01788

fosil tumbuhan / pohon

Temuan fosil koral di kecamatan Singkut dan mata air asin di Sungai Nerso membuktikan bahwa Jambi dulu terletak di bawah laut. Sementara endapan batuan lumpur glasial laut di Merlung, Tanjung Jabung Barat mengindikasikan sisa lempengen kuno Gondwana.

Segmen biodiversity menceritakan kekayaan alam Jambi yang mempunyai setidaknya empat Taman Nasional yaitu Kerinci Seblat, Bukit Duabelas, Bukit Tigapuluh dan Berbak. Taman Nasional Kerinci Seblat sendiri telah ditetapkan menjadi situs warisan alam dunia oleh UNESCO. Dipajang sejumlah awetan satwa, ikan dan spesimen tanaman yang menjelaskan kekayaan hayati bumi Jambi.

DSC05399

keanekaragaman flora dan fauna Jambi

Keanekaragaman budaya menjadi segmen penutup di museum geopark. Berbagai alat rumah tangga, alat pertukangan dan alat kesenian khas Jambi dipamerkan. Sayang, hanya berupa nama dan asal daerah. Tidak dilengkapi dengan keterangan fungsi dan kegunaan. Rupanya, trik ini disengaja untuk memancing rasa penasaran pengunjung. Sehingga pengunjung akan berinteraksi dengan pemandu di museum.

DSC05401alat-alat rumah tangga tempo doeloe

Ohya, di dekat pintu masuk dan pintu keluar dipajang manekin mengenakan pakaian adat Bangko dan Jangkat. Mencerminkan dua suku utama di Merangin. Suku Penghulu di Bangko yang bergaris patrilinial dan suku Batin di Jangkat yang bergaris ibu. Saya teringat akhir tahun lalu pernah berfoto mengenakan pakaian adat Jangkat saat liburan kesana.

DSC01768r

pakaian pengantin Bangko dan pengantin Jangkat

Lepas berkeliling, saya datangi meja resepsionis. Setelah mengisi buku tamu, saya sapa dua perempuan muda yang duduk di meja resepsionis. Mereka bekerja sebagai pemandu di museum geopark. Namanya Novita dan Geta. Rupanya, mereka baru saja lulus dari sebuah perguruan tinggi di Bangko. Dari mereka, saya tidak hanya mendapat penjelasan tentang apa itu geopark. Beberapa brosur, buku tebal terbitan Badan Geologi, peta wisata dan vcd Merangin saya bawa pulang.

Saya sampaikan apresiasi atas tampilan museum geopark yang sangat tertata, tampilan yang sangat menarik, bersih, terang dan cukup informatif. Orang yang baru pertama kali ke tempat ini tidak akan menyangka ‘masa lalu’ tempat ini seperti apa hehehe.

Pada tahun 2014, geopark Merangin telah diusulkan ke UNESCO. Tetapi mengalami penolakan dikarenakan ada beberapa berkas yang belum dilengkapi. Selain itu geopark Merangin belum memiliki pusat informasi yang memadai. Berangkat dari situ, pemkab Merangin, pemprov Jambi dan pemerintah pusat dalam hal ini Badan Geologi Kementerian ESDM mengupayakan terbentuknya pusat informasi geopark yang megah dan informatif. Akhir tahun 2015, geopark Merangin kembali diusulkan sebagai geopark dunia ke UNESCO. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan dari badan PBB tersebut.

Sejak ditetapkan sebagai geopark nasional, Merangin mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat dan daerah. Namun, sampai saat ini akses infrastruktur terutama jalan belum memadai. 

Ketika marak batu cincin beberapa bulan yang lalu, beberapa fosil batu sungkai di sungai Batang Merangin tidak luput dari penjarahan masif. Semoga jika kelak geopark Merangin Jambi ditetapkan sebagai geopark dunia, masyarakat sekitar menjadi sadar akan pentingnya Merangin bagi sejarah bumi dan sejarah peradaban dunia. Amin.

Pusat Informasi Geopark Merangin Jambi
Jl. Mayjen. Syamsuddin Uban No. 1 (eks Dinas Parbudpora Kab. Merangin)
Pasar Bawah Bangko, Merangin
HTM : Gratis
Buka :
Senin-Jumat : 08.00 – 16.00
Sabtu-Minggu & Libur Nasional : Tutup

Referensi : Syofyan Suwardi. 2014. Taman Bumi Nasional Merangin Jambi (Badan Geologi Kementerian ESDM RI)

Iklan

35 comments

  1. […] Araucarioxylon Benda ini merupakan nama Latin dari sebuah fosil batang pohon di desa Air Batu di tepi sungai Batang Merangin di kawasan Geopark Merangin. Umurnya yang diperkirakan 300juta tahun diperkirakan sebagai fosil tertua yang pernah ditemukan di Asia. Saat ini geopark Merangin sedang diusulkan ke UNESCO sebagai anggota Jaringan Geopark Dunia (GGN). Lihat juga : https://djangki.wordpress.com/2016/02/12/geopark-merangin-dari-jambi-untuk-dunia/ […]

  2. […] Saya hanyalah pendatang di kota ini. Hanya numpang makan dan tidur. Saya bukan tak tahu jika di Merangin khususnya di Bangko minim tempat wisata. Namun, saya agak kecewa dengan langkah pemerintah “membahagiakan” rakyatnya dengan membuat tempat wisata kontroversial nan berbiaya mahal ini. Saya lebih bahagia seandainya masyarakat bisa datang langsung ke lokasi batu sungkai yang sebenarnya. Di tepi sungai Batang Merangin. Atau datang saja ke Museum Geopark Merangin. […]

  3. Blog yang bagus, saya beberapa kali lewat depan gedung dan nggak tertarik untuk masuk karena dilihat dari tampilan depan yang sangat biasa, saya pikir ah paling-paling dalamnya nggak jauh beda. Kemarin siang waktu saya mau pulang mampir kesitu dannnn….. saya surprise sekali, serasa bukan di Bangko. Dalamnya bagus bingiiiit, nggak kalah dengan museum-musem di Jakarta seperti Museum Nasional dan Museum Bank Indonesia.

    Samapi rumah karena penasaran saya cari info tentang tempat ini dan nemu blog ini, oh ternyata ini dibuat oleh pemerintah pusat, yo pantess…… Jadi benar ya nggak oleh menilai dari covernya saja hehehe…..

    Oh ya mas, tinggal di Bangko dimana mas dan aslinya dari mana? Saya add Facebooknya ya…

    Terima kasih…..

  4. […] Araucarioxylon Benda ini merupakan nama Latin dari sebuah fosil batang pohon di desa Air Batu di tepi sungai Batang Merangin di kawasan Geopark Merangin. Umurnya yang diperkirakan 300juta tahun diperkirakan sebagai fosil tertua yang pernah ditemukan di Asia. Saat ini geopark Merangin sedang diusulkan ke UNESCO sebagai anggota Jaringan Geopark Dunia (GGN). Lihat juga : https://djangki.wordpress.com/2016/02/12/geopark-merangin-dari-jambi-untuk-dunia/ […]

  5. Duh sedih baca berita penjarahan fosil demi dijadikan batu cincin. Honestly, aku gak terlalu simpatik sama penggemar batu cincin. Kadang-kadang mereka serampangan aja cari bahan batunya 😦

  6. wah, ada geopark jg ya di Jambi? mantap mantap… saya pernah ke Jambi cuma numpang transit bbrp jam doang, trus nongkrong di Jambi Town Square apa ya namanya, lupa2 inget. hahaha… ga sempet ke mana2 😐

    dari 6 geopark itu lumayan uda nyicip 3 (toba – batur – ciletuh) 😀

  7. bangunan museum geopark dari luar terlihat biasa namun isinya menarik..
    di gunungkidul belum ada museum semacam ini malahan..
    pengunjung langsung berwisata di kawasan wisatanya
    saya jadi penasaran dengan kawasan geopark merangin itu sendiri mas..:-)

  8. museumnya bagus dan terawat .. tapi sepi ya …
    saya baru tahu kalau geopark cileuteh baru diusulkan jadi geopark nasional … saya kira sudah menjadi taman geopark nasional dari dulu …

  9. Bagus museumnya, lengkap. Baca tulisan ini serasa jalan-jalan ke sana, tapi tetap saya ingin sekali berkunjung kalau kebetulan tersasar di Merangin. Ini bukti kalau Indonesia memang kaya banget dengan kekayaan alam yang perlu kita jaga kelestariannya. Mudah-mudahan segera ditetapkan jadi Geopark dunia. Jadi pengen dikunjungi satu-satu, kan.
    Ukiran di batu lesung itu unik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s