Ini Jakarta, Bukan Singapura

Selamat pagi, Jakarta! Setelah mandi, mengenakan pakaian yang nyaman, saya sarapan bareng mas Fafa di restoran hotel di lantai dasar. Bicara masalah fashion, sudah tahu kan kalau Zalora Indonesia, situs belanja fashion nomor satu di Indonesia sedang ada promo awal tahun hingga 60%? Ohya, untuk pembeli yang baru pertama kali bertransaksi di Zalora ada tambahan voucher Rp 75.000,- lho. Jarang banget kan, ada situs online yang memberi diskon berlipat-lipat seperti ini. Buruan ke situs Zalora Indonesia sebelum terlambat!

Untitled

 

Habis sarapan, saya bergerak ke bilangan Kuningan, sedang mas Fafa menuju kantornya di bilangan Fatmawati. Saya ada tugas untuk meeting dengan seseorang di sebuah office tower di Epicentrum.

Dari ketinggian lantai 19, saya arahkan pandangan ke luar jendela. Terhimpit di antara kungkungan gedung tinggi, sebuah tanah berumput hijau dengan menara anggun berwarna putih. Pada tanah berumput berdiri patok patok berwarna putih dengan berbagai bentuk : salib, lurus, dan lain-lain. Sebuah tempat yang sudah lama saya ingin kunjungi : Ereveld Menteng Pulo.

DSC06399

Saya ada janji untuk makan siang dengan seorang kawan lama, mbak Rini. Seorang kawan di Komunitas Postcrossing Indonesia. Sebuah komunitas penghobi kartu pos, perangko dan benda-benda pos. Mbak Rini bekerja di sebuah office tower tak jauh dari Epicentrum.

“Mas, ketemunya di Pasar Festival aja yah!” tulis pesan singkat dari mbak Rini.

Pemandangan sungai di depan saya berdiri agak kurang lazim untuk “standar” sungai di Jakarta. Tidak berwarna hitam, pun tidak berbau menyengat. Dilindungi pepohonan hijau, pagar estestis berwarna putih, sungai di depan saya berwarna kehijauan. Puluhan ikan berwarna kemerahan berenang-renang dengan lincah. Sekilas saya teringat sungai di Singapura yang jernih dan memikat.

Kata om serba tahu Gugel, sungai jernih ini merupakan hasil “karya”Ridwan Kamil yang saat ini menjabat sebagai walikota Bandung. #applause.

DSC06407 DSC06405

Langkah kaki saya arahkan menuju mall Pasar Festival. Kata seorang petugas kebersihan yang saya temui, jaraknya tidak terlalu jauh. Saya susuri jalur pedestrian yang lebar dan nyaman. Pada sebuah penampang saya berhenti. Sebuah manhole bertulis Rasuna Epicentrum : Made in France.  Manhole lain di Jakarta saya temukan di dekat Monas. Bergambar lambang provinsi DKI Jakarta.

DSC00130 made in France

Tak sampai sepuluh menit, saya tiba di tempat yang dimaksud. Sebuah tempat dimana manusia-manusia kantoran di kawasan Kuningan menuntaskan rasa lapar. Saya menuju lantai dua mall, tepatnya ke sebuah gerai makanan siap saji yang menyajikan menu ayam dan bebek.

Di lobi mall, diletakkan patung torso seorang perempuan berwajah bulat berkacamata dan berkerudung. Siapakah dia? Dialah seorang pahlawan nasional yang namanya dijadikan nama jalan protokol di tempat yang sama: Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Dia seorang perempuan, bukan seorang lelaki seperti pemikiran banyak orang, termasuk orang Jakarta sendiri.

Rasuna Said, gadis Minang kelahiran Maninjau, Sumatera Barat pada tahun 1910. Seperti Dewi Sartika, Rasuna Said amat menentang kolonialisme Belanda. Sebagai seorang cendekiawan, ia banyak berpidato untuk mengobarkan semangat nasionalisme. Akibatnya, ia pernah dipenjara. Selain itu, perjuangan Rasuna Said ia kobarkan dari tulisan-tulisannya yang dimuat di berbagai media masa. Tahun 1965, perempuan bersuara lantang ini menghembuskan nafas terakhirnya.

DSC00131 HR Rasuna Said, seorang perempuan, bukan laki-laki

Tak berapa lama, mbak Rini datang. Saya iyakan ajakannya untuk makan bebek goreng di Plaza Festival. Kami masuk ke sebuah gerai bernuansa etnik Indonesia. Cukup ramai juga tempat ini. 

Setelah menunggu sepuluh menit, pesanan kami datang. Bebek goreng disajikan dengan sambal hijau, lalapan nasi. Di luar dugaan, tidak seperti bebek di warung kaki lima, daging bebek di sini sangat lembut dan tidak berbau. Keringat bercurcuran tatkala potongan bebek nan gurih berselimut sambal pedas masuk berkali-kali ke dalam mulut. Ditambah nasi panas, menu ini sangat memberi kesan di lidah. Huh..hah..!

DSC00134bareng mbak Rini

DSC00132

  bebek Kuningan, awas ngiler!

Iklan

49 comments

  1. “sungai” jernih itu cuma seputarn itu saja. Begitu keluar dari daerah sana, sungainya butek lagi. Tapi secuil sungai bersih walau jadi-jadian dengan ikan yang cukup banyak sudah menghasilkan kesan nyaman.
    salam

  2. Saya fokusnya ke mana-mana :D, zalora iya, trus sungainya itu kece banget, HR Rasuna Said ternyata perempuan, dan bebeknya :D, paling menggoda bebeknya haha.

  3. Salam kenal mas. berselancar kesini pas lihat comment di artikel Gara.

    Baru tau kalau rasuna said itu cewek wkwkwk. maaf rada kelewatan nich pelajaran sejarah.

  4. Saya anak Jakarta kudet, belum pernah main ke riverfront yang di sini, belum pernah juga cari manhole itu, betulan ya dibuat di Prancis :hehe… paling cuma lewat doang. Tempatnya asyik nih buat duduk-duduk. Ajak-ajak dong Mas kalau mau main ke ereveld :hehe.
    Dan saya adalah salah satu orang yang dulunya mengira H.R. Rasuna Said itu seorang pria :hehe :peace. Mohon dimaafkan…

  5. Saya juga penasaran dengan sungai yang bersih itu Om, sepertinya langka sungai seperti itu di kota macam Jakarta. Kan enak, asyik habis puas menikmati sungai yang bersih, dipungkasi dengan makan-makan kayak di foto. Hahaha 😀

  6. Mauuuu mauuu banget jalan-jalan ke sana. Eh btw, Zalora ada diskon lagi? Duuh bener-bener deh, aku udah “dirampok” Zalora di Harbolnas, dan naga-naganya bakalan dirampok lagi ini hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s