Cerita Mistis

gambar dipinjam dari sini

Berhubung lagi malam Jumat, kali ini saya mau cerita soal mistis, takhayul, hantu, cerita seram atau apapun sebutannya. Sebagai orang Indonesia yang nama hantunya banyak sekali, pasti sejak kecil kita sudah dicekoki dengan aneka nama hantu. Siapa yang waktu kecil ditakut-takuti dengan hantu, pocong, kuntilanak supaya tidak main di luar rumah saat Maghrib? Hayoo..

Alhamdulillah saya bukanlah orang yang bisa “melihat” makhluk halus. Hm.. amit-amit deh. Di depan rumah orang tua saya di terdapat sebuah pohon sirsak yang cukup rimbun. Beberapa tetangga saya berkata bahwa mereka lihat “sesuatu” di pohon itu kala malam tiba. Anehnya, saya yang tiap malam lewat situ sepulang mengaji tidak pernah nampak sesuatu apapun.

Pengalaman melihat hantu pertama dan terakhir kalinya saat saya SD. Saat itu subuh-subuh saya bersama ayah pulang naik bus kota dari rumah tante di Solo. Hari masih gelap. Ketika bus mendahului sebuah mobil, ada yang tampak janggal di dalam mobil itu. Mobil itu ditumpangi dua orang. Di bangku paling depan tentu saja sopir. Tepat di belakang sopir ada sesosok dibungkus kain putih dengan ikatan kuncir di kepala dan dada serta mukanya tampak rusak berwarna kecoklatan. Pandangannya datar menatap lurus ke depan.

Spontan saya tanya ke ayah,”Yah, lihat pocong gak tadi di dalam mobil?”. Ayah saya tiba-tiba terkejut lantas heran sambil mengatakan bahwa dia hanya melihat sopir di mobil itu tanpa ada penumpang.

Hotel Spooky
Sampai saat ini, saya sudah dua kali mempunyai pengalaman kurang menyenangkan beraroma mistis di hotel. Kali pertama menginap di sebuah penginapan budget di kawasan kota tua Padang. Rupanya hotel itu terdiri dari dua unit yang lokasinya terpisah agak jauh. Unit pertama berupa rumah biasa terdiri dari beberapa kamar dormitory. Unit kedua merupakan bekas ruko yang disulap menjadi tempat bermalam. Lantai bawah dijadikan garasi, dapur dan ruang makan untuk tamu yang menginap. Sedangkan lantai atas hanya terdiri dari tiga kamar. Hanya saya seorang dan satu turis dari Amerika yang tinggal disitu. Sedangkan kamar lain kosong.

Saya tiba di Padang jam tiga pagi lantas langsung masuk kamar. Aura lembab yang muram terasa begitu saya merebahkan diri di ranjang. Kamar yang cukup luas dengan ranjang besar saya tempati seorang diri. Perjalanan darat menuju Padang selama tujuh jam membuat saya kelelahan. Saya matikan lampu untuk tidur. Anehnya, setiap mencoba untuk memejamkan mata saya tidak bisa, padahal saya tipe orang yang pelor, nempel molor. Saya merasa ada seseorang sedang mengawasi saya. Akhirnya saya hidupkan lampu dan baru terlelap ketika azan Subuh berkumandang.

Peristiwa kurang lebih sama saya alami di sebuah hotel berbintang di suatu kota kecil di Jambi. Saya tidur di kamar 308. Meski saya sangat kelelahan akibat siangnya menjalankan tugas kantor, saya tidak kunjung bisa tidur. Setelah jam tiga pagi saya baru bisa tidur. Beberapa hari sebelum menulis postingan ini, baru saya ketahui bahwa nomor kamar 308 merupakan sebuah nomor keramat dari sebuah hotel di Jawa Barat yang konon dihuni Ratu Pantai Selatan! Sebuah kebetulan?

Dikuntit Kuntilanak
Pengalaman berikutnya terjadi di Aceh dan Semarang. Saat itu saya dan kawan-kawan CouchSurfing Aceh baru saja berkunjung ke pantai Babah Tiga untuk melihat matahari terbenam. Lalu saya sempatkan melihat dari dekat kuburan massal korban tsunami di Lhok Nga, tidak terlalu jauh dari pantai. Hari sudah gelap, azan Maghrib sudah berkumandang. Puas mengambil beberapa foto, saya masuk ke mobil kawan dan pulang ke rumahnya di Banda Aceh. Dalam perjalanan pulang, bulu kuduk saya merinding hebat dan saya mencium aroma bunga yang cukup menusuk indra. Kawan saya hanya terdiam, tetapi mukanya tidak bisa berbohong bahwa ia menyembunyikan sesuatu rahasia. Benar saja, tiba di rumah, kawan saya -yang ternyata bisa melihat hantu- mengatakan bahwa tadi ada perempuan memakai kebaya mengikuti saya dari kuburan tsunami. Namun, si perempuan tidak mengikuti sampai ke rumah.

Kisah lain terjadi di Lawang Sewu, Semarang. Saya dan beberapa teman mengikuti tur malam keliling gedung cantik peninggalan Belanda ini. Selama tur mengelilingi berbagai ruangan, tidak berhenti bulu kuduk saya merinding, terutama waktu kami memasuki ruangan dansa yang dulu dipakai untuk menyiksa tentara Indonesia. Salah satu teman saya bahkan merasa lehernya dipegang oleh sesuatu yang tidak kasat mata. Tur berakhir di dekat ruangan bawah tanah. Ketika ditawari untuk masuk ke ruangan bawah tanah, tidak ada satupun dari kami yang berminat untuk masuk. Ketika saya pulang ke rumah dan mengecek foto-foto Lawang Sewu di komputer, banyak sekali benda-benda berbentuk bulat yang kemungkinan adalah orbs!

foto saya di halaman Lawang Sewu

Rumah Hantu
Yang saya maksud rumah hantu disini bukan rumah hantu bohongan yang ada di taman wisata, melainkan rumah hantu sesungguhnya. Saya pernah tinggal selama setahun di rumah yang kata orang banyak hantunya. Rumah yang saya tinggali merupakan fasilitas yang saya terima sejak saya ditugaskan di kantor unit di Sungai Penuh, kota kecil di ujung barat provinsi Jambi. Rumah saya terletak tepat di samping kantor.

Rumah dinas saya terdiri dari tiga kamar tidur, ruang tamu, dua kamar mandi, ruang tv dan dapur. Seorang kepala kantor dan satu orang temen tidur di kamar depan dan tengah. Kamar yang saya tempati beserta istri terletak paling belakang dekat dapur dan kamar mandi. Awal mula saya tinggal tidak terjadi sesuatu yang aneh. Beberapa minggu kemudian, hal-hal di luar nalar mulai menghampiri. Saat malam dan kami berdua di kamar, sering terdengar bunyi orang mengetuk pintu rumah, bunyi air kran mengalir, bunyi orang melempar atap dengan sesuatu. Anehnya, begitu dicek, tidak ada orang yang mengetuk pintu atau menggunakan kran.

Suatu saat selepas mengepel lantai, istri saya mendapati jejak kaki anak kecil di ruang tamu. Padahal saat itu tidak ada anak-anak yang bermain di rumah kami. Jejak kaki, tetapi berukuran kaki orang dewasa pernah kami temui juga di dasar bak mandi. Jejak tangan anak-anak berlumur cat kami jumpai juga di mobil kijang bekas yang diletakkan di gudang. Di dekat mobil memang terdapat beberapa kaleng cat bekas.

Suatu malam saya menonton tv di ruang tengah. Saya ke kamar sebentar lantas kembali ke ruang tengah. Ketika saya kembali, remote tv sudah bergeser dari tempatnya dan channel tv ikut berubah.

Beberapa teman terutama perempuan merasakan hawa aneh ketika berkunjung ke rumah saya. Sampai suatu ketika datang teman saya ke kantor. Menurutnya, ada banyak sekali hantu yang mendiami rumah saya. Alhamdulillah mereka tidak pernah sampai mengganggu saya dan istri. Ketika, ada anak magang yang melihat-lihat isi rumah kami, pendapatnya pun sama dengan kawan saya. Rumah saya berhantu!

Cerita dari kawan kantor saya, dulu ada seorang pegawai dan istrinya tinggal di kamar yang saat ini saya tempati. Sejak sang istri melihat sosok perempuan berbaju putih di dekat jendela kamar saya, mereka memutuskan untuk pindah dari rumah itu. Ditambah lagi, sejak kantor dan rumah berdiri hingga saat ini belum pernah sekalipun diadakan selamatan.

Tidak hanya rumah, kantor saya pun sepertinya berhantu. Suatu ketika dipasang AC di kantor saya. Pada suatu malam, tanpa ada yang memegang remote, AC di dekat saya tiba-tiba hidup sendiri. Kejadian paling absurd terjadi ketika minggu-minggu akhir saya di Sungai Penuh. Beberapa malam berturut-turut saya mendengar tangisan perempuan. Saat itu sekitar jam dua pagi. Pernah juga saya bermimpi didatangi perempuan berambut panjang dengan muka mengerikan.

Selain saya, pengalaman mistis juga dialami oleh teman serumah saya. Dia pernah mendengar suara seperti babi hutan di malam hari dekat kamarnya. Paginya beberapa barang miliknya hilang.

Kamu pernah bertemu hantu?

Iklan

48 comments

  1. mirip-mirip di tempat kerjaku yang jelas-jelas sebelum pulang posisi kursi sudah tertata rapi dan yang terakhir mengunci ruangan pasti aku tapi pas keesokan paginya pasti kursi sudah bergeser dan berantakan. Terkadang saat malam-malam masih di tempat kerja sering kali printer yang tiba-tiba berbunyi padahal dalam kondisi off atau saat sakelar komputer yang tiba-tiba mati padahal sebelumnya masih dalam keadaan menyala dan bukan karena listrik padam. aku sih orangnya cuek saja dan tak mau ambil pusing dan hingga detik ini belum pernah dan kalau bisa jangan sampai dikasih lihat makhluk halus.

  2. Aduh, ceritanya seram amat sih. Saya agak merinding bacanya. Soalnya kebetulan di rumah lagi mati lampu, dan beberapa orang tamu yg pernah berkunjung ke rumah saya pernah cerita sama saya kalau mereka beberapa kali melihat penampakan di rumah saya. Manakala di depan rumah ada pohon kantil milik tetangga yang aromanya menyeruak setiap malam. Bikin merinding…

  3. Jadi pengen ikut cerita and share story,

    Soal orbs tadi sempet browsing dulu karena pas lihat foto orbs di post ini hanya seperti embun biasa pada lensa kamera. Sebelum kamera pocket Sony aku lem biru, terakhir di pakai di pasar malam di Siem Reap dan di Jepang ketika musim semi, banyak sekali ulahnya dengan embun-embun di setiap foto, dan lensa kamera sepertinya sudah tembus kelembaban. Dari browsing klo para photographer banyak yang bilang Orbs dihasilkan dari “noda” itu bisa jadi merupakan pantulan partikel debu, uap atau tetesan air yang tertangkap kamera saat memotret dengan sinar flash. Tapi dari sisi paranormal activity (mereka yang punya indera ke enam) banyak yang bilang itu bentuk energi dari makhluk gaib.

    Btw jaman aku kuliah di Yogya rumah kost yang aku tempati bersama teman2 cewe semu pernah banyak mendapat aneka ‘teror’ dari alam gaib persis sperti rumah di Sungai penuh di post ini, sampai akhirnya mbak kost yang paling tua meminta bantuan temannya yang kenal seorang paranormal modern, kami satu kost harus mengepel lantai dengan air bunga yang sudah dimantrai. Karena takut musyrik, si Mbak kost bilang sehabis itu boleh di pel lagi dengan air biasa ples pewangi lantai, kami sekost melakukan termasuk temenku yang pakai gamis besar dalam kesehariannya. Setelah acara pel pakai air bunga itu Alhamdulillah aura kost kembali hangat dari sebelumnya selalu dialiri hawa dingin dan secara pribadi aku percaya manusia harkatnya lebih tinggi dari makhluk gaib. Pas jaman kerja pertama aku tinggal di mess di suatu desa di Jawa Barat, sekamar berdua dengan temen wanita. Room mate ku ini punya indera ke enam yang sangat kuat. Bukan pemandangan aneh klo aku melihat bambu kuning senjata miliknya mengeluarkan darah sendiri di pojokan kamar sementara aku asyik nonton tv 😀 atau malam2 dibangunkan sama temanku itu karena mau ‘kemasukan’ badannya bentol2 besar tapi separuh badan saja, aku disuruh ambil selimut dia sibuk menggigil bertahan katanya dan 20 menit kemudian bentol separuh badannya hilang, mulus lagi. Si room mate ini katanya biasa banget melihat arwah orang yang sudah meniggal, Aku tanya apa bentuknya transparan seperti di film? Jawabnya iya kadang mereka menangis sedih datang untuk melihat keluarganya seperti belum rela berpisah.

  4. Widiw… dan dirimu bilang kalau tidak punya kemampuan “melihat”, Mas? Padahal di sini kok kejadiannya menunjukkan kalau dirimu sudah peka banget… :haha.
    Saya tidak bisa melihat, tidak pernah melihat (amit-amit), tapi saya bisa (sedikit) merasa. Minimal tahu kalau di sana ada makhluk astral jadi hawa ruangan itu bisa saya rasa berbeda. Di rumah mah banyak… tapi untungnya juga kami sekeluarga tidak pernah lihat, sih. Justru orang-orang tamu atau kerabat yang kebetulan menginap yang biasanya dikerjain :hihi.

    Di tempat-tempat wisata, karena saya suka jalan ke candi dan kuburan, maka perbedaan hawa tentu ada. Tapi saya belum pernah lihat. Yang dapat sensasi biasanya bukan saya, tapi malah teman jalan saya… :haha.

  5. Malem2 liat foto ginian… Malah keasikan baca pula ^^

    Dulu waktu kuliah, suka ‘hunting’ sama temen2 kampus. Lokasinya di Gua Belanda, Bandung. Saya satu2nya peserta yang ga bisa ‘liat’. Jadi kalo yang lain bereaksi aneh2, saya doang yang biasa aja. Hehe..

    Sampai akhirnya, saya dan 2 temen, denger suara perempuan nangis di dalem gua. Malem jumat. Tengah malem. Habis itu, ga mau lagi hunting :))

  6. Belum pernah berpapasan langsung Om, hanya kalau merasakan hawa yang tidak enak, berdesir, merinding, sering banget. Utamanya saat di gunung.

    Tapi yang paling tidak saya lupakan adalah saat saya dan kedua teman sedang dalam perjalanan turun dari puncak Welirang. Kami tiba di Shelter I (Pet Bocor) sekitar pukul 21.00. Lima belas menitan lagi sudah sampai basecamp. Nah saya kan duduk2 nglesot di teras warung kopi yang lagi tutup. Sambil minum air. Teman saya iseng motret pake kamera dengan bantuan flash. Foto pertama blur. Dan di potretan kedua, tiba-tiba dia mengajak saya untuk segera buru-buru turun. Saya tidak bertanya lebih lanjut, dan di basecamp, dia menunjukkan hasil potretan kedua kepada saya. Hasil foto yang membuat dia mengajak kami segera turun.

    Gambar saya duduk santai, dan di dinding warung yang berlapis kayu, terdapat sosok kepala putih berambut panjang tanpa badan.

  7. Golongan dhemit semacam Mr P, tante Kunti, dkk Alhamdulillah blum pernah liat mpe sekarang. Ada sih kejadian pas masih SD, dua kali liat “kembaran” adek sama pembantu di rumah pas maghrib. Klo sekarang inipaling ya nyium bau-bau entah itu harum atau nggak enak, itu thok.

    BTW, coba pas aku mampir SPN dulu dirimu masih di sana, kan bisa numpang tinggal di rumah hantu, hehehe. Lokasi rumahnya deket apa toh Bang?

    • hayok ke jambi lagi mas, entar aku tunjukin rumah hantunya hehehe …
      dulu sih katanya sawah sebelum jadi kantor 🙂
      tapi ya gak tau tuh knp pada betah disitu…
      kata temenku yg bisa lihat, semua jenis hantu ada di rumah itu mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s