sumuTrip (6) : Postcards from North Sumatra

Hujan baru saja berakhir. Hari terakhir di Medan, saya sempatkan berkunjung ke tiga lokasi wisata di kota ini. Istana Maimun, Masjid Raya Al Mashun dan Museum Negeri Sumatera Utara. Ketiga tempat ini lokasinya berdekatan sehingga bisa dicapai dengan betor.

DSC02885

—– Masjid Raya Al Mashun; dibangun oleh Sultan Deli Makmun Al Rasyid pada tahun 1906 —–

DSC02886

—– Prasasti peresmianΒ  Masjid Raya Al Mashun pada tahun 1324 H / 1909 M —–

Museum Negeri Sumatera Utara
Sejarahnya, museum terbesar di Sumatera ini diresmikan oleh Bung Karno pada tahun 1954 melalui seremoni peletakan arca pertama sebagai koleksi museum. Arca yang dimaksud berupa arca makara dari Candi Portibi di Kab. Padang Lawas. Makara dalam arsitektur candi Buddha merupakan hewan mitologi penjelmaan dari gajah dan ikan.

Menurut kamu museum kuno dan menyeramkan? Coba datang ke museum ini. Panel-panel pameran dipajang dengan sangat modern dan artistik. Tempat ini merupakan wahana terbaik mengenal keanekaragaman seni dan budaya Sumatera Utara. Sekaligus menggali potensi wisata alam, sejarah.

DSC03043

—– Lobi museum : panel sebelah kiri menampilkan peta wisata provinsi Sumatera Utara, diagram tata surya, peta kepulauan Sumatera. Panel sebelah kanan menampilkan pakaian adat 8 etnis asli di Sumatera Utara : Melayu, Karo, Pakpak, Simalungun, Toba, Mandailing, Nias dan Pesisir —–

DSC02948

—– Dari kiri ke kanan searah jarum jam; citra orang Sumatera Utara tempo doeloe : gadis Karo, pria Batak Toba, pria Nias mengenakan pakaian perang, gadis Pakpak —–

DSC02917

—– Patung Pangulubalang; dulu dipakai masyarakat Batak Toba untuk menjaga dan sebagai penolak bala. Biasanya diletakkan di gapura masuk kampung dan area perladangan. —–

DSC02932

—– Sahan; dulu dipakai masyarakat Batak Toba untuk menyimpan abu jenazah yang selanjutnya abu tersebut akan disebar di sekeliling kampung untuk mencegah masuknya kekuatan jahat dan penyakit menular. —–

DSC02952

—– Raja dari Simalungun dan pengawalnya. Kalau salah satu teman (blogger) kamu memiliki nama morga Sinaga, Saragih, Damanik atau Purba, kemungkinan dia adalah orang Simalungun *kode. Keempat nama tersebut masih memiliki submorga. Namun, nama Sinaga dan Purba juga ditemukan pada orang Toba dan Karo—–

DSC03029

—– Patung dada dari Ade Irma Suryani Nasution, putri pahlawan nasional Jenderal Besar Abdul Haris Nasution —–

Yuk, ke museum πŸ™‚

Iklan

11 comments

  1. Eh beneran ini museum? Kirain mall! Display pakaian daerah pada gambar saya kira itu toko baju. Hihihi… πŸ˜†

    Sebenarnya ada berapa banyak marga orang Batak, sih?

  2. Museumnya rapi. Terus display koleksinya juga sudah mulai mendigital, keren deh soalnya jadi banyak info yang bisa disimpan dan ditampilkan ke pengunjung (well, kendati banyak info kadang bikin kepala penuh, tapi kalau tampilannya menarik dan runtut, pengunjung pasti cepat paham :haha!).

    Ngomong-ngomong Sahan itu melambangkan adegan apa ya, Mas? Orang-orang naik ke surgakah? Dan berarti Mas ini Batak Simalungun ya :hehe.

  3. Fotonya keren-keren, terutama dokumentasi Sahan. Itu bahan dasarnya kuningan kah?

    Btw, sedikit koreksi: Ade Irma Suryani adalah putri Jenderal Abdul Haris Nasution, bukan cucu nya πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s