sumuTrip (5) : Museum Djamin Gintings

NB : Cerita berikut merupakan kelanjutan dari beberapa trip sebelumnya. Tanpa trip ini, cerita perjalanan saya hanya akan menjadi “Medan Trip” bukan Sumut Trip”.

jamin (9)

——– gedung Museum Mahaputera Utama Letjen Djamin Gintings  ——–

Adalah 3 Nafas Likas, sebuah film yang dibintangi Atiqah Hasiholan sebagai Likas beru Tarigan dan Djamin Gintings yang diperankan oleh Vino G. Bastian; karena film itu saya menjadi tahu siapa Djamin Gintings. Seorang pemuda asal desa Suka kabupaten Karo yang dikukuhkan tahun lalu oleh Presiden RI saat ini sebagai pahlawan nasional.

Berbekal tips dari kawan-kawan CS Medan, saya berjalan dari hotel mewah penginapan menuju Merdeka Walk untuk menunggu sudako / angkot ke arah Simpang Pos. Di tengah perjalanan seorang pengemudi betor menghampiri saya. Rencana saya goyah, setelah tawar menawar super kilat, saya naikkan tas dan badan mengikuti betor ke arah Simpang Pos. Ongkos yang dipatok adalah Rp 50.000,-. Saya kurang tahu apakah cukup murah atau mahal. Sang pengemudi betor lahir dan besar di Medan. Ayahnya Jawa Deli dan ibunya Siregar.

jamin (2)

 ——– tawa polos anak-anak Medan melihat kamera; inilah sudako, angkot khas Medan  ——–

Jauh sebelum mencapai Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo, nuansa khas Karo sudah kentara di depan mata. Tengara yang paling kentara adalah penamaan jalan Jamin Gintings. Jalan dari Medan hingga Kabanjahe ini dinobatkan sebagai ruas jalan terpanjang di Indonesia versi google maps yaitu sepanjang 76 km. Di sepanjang jalan Jamin Gintings mulai dari Padang Bulan ke arah Simpang Pos merupakan kawasan hunian etnis Karo di Medan. Jangan heran jika menemukan banyak sekali rumah makan yang menyediakan masakan khas Karo seperti babi panggang, kidu, kidu-kidu, dan lain-lain. Nama yang saya sebut barusan merupakan menu non halal. Selain itu tidak kurang terdapat belasan salon kecantikan yang menyediakan rias dan paket pernikahan adat Karo.

Saya diturunkan di loket Sumatra Express (Sutra) yang melayani rute Medan-Berastagi-Kabanjahe; beberapa ratus meter setelah fly over Jamin Gintings. Ketika saya datang, sebuah minibus Sutra telah berangkat. Saya harus naik minibus berikutnya. Terdengar dari logat para penumpang yang ikut menunggu mobil penuh, mereka sepertinya dari etnis Karo. Logatnya tak sekalem Melayu, tapi tak selantang Batak Toba.

Perjalanan dari Medan menuju Kabanjahe tak ubahnya seperti dari Padang menuju Bukittinggi. Mengular penuh tikungan, jalan yang berkabut dan terus menanjak. Menyusuri kaki gunung Sibayak, “tetangga” gunung Sinabung yang bergejolak. Singkat cerita, dua jam kemudian saya tiba di terminal Kabanjahe, tujuan akhir mobil Sutra dengan disambut udara sejuk khas pegunungan.

jamin (10)

 ——–  Tugu Perjuangan Berastagi  ——–

Dari terminal perjalanan dilanjutkan dengan menaiki angkot jurusan Suka. Angkot baru berangkat setelah penuh penumpang. Di simpang Tigapanah, rombongan nande-nande yang baru pulang dari gereja menyetop angkot. Saya terpaksa memberikan kursi saya lantas berdiri bergelantungan di pintu angkot.

jamin (3)

——– nande (ibu) mengenakan kebaya dan kain uis khas Karo  ——–

Dari jauh, museum Djamin Gintings tampak seperti sebuah sandwich berwarna perak yang dikepung kebun jagung. Gedung museum mengambil bentuk kacang yang bermakna semangat tentara yang rela berkorban melindungi rakyat. Di depannya berdiri patung Letjen Jamin Gintings dengan latar belakang kain uis beka buluh khas Karo. Kain ini biasa dipakai oleh laki-laki pada upacara adat. Loket penjualan tiket masuk terdapat di dekat pintu gerbang area museum.

Museum ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama menampilkan seni dan budaya etnis Karo, sedangkan lantai dua memamerkan sepak terjang Jamin Gintings. Oke, setelah mengisi buku tamu dan menerima bropsur, mari jelajahi museum dari lantai dua terlebih dahulu.

Lantai Dua
Djamin Gintings lahir di Suka pada tahun 1921 dari ayah Lantak Gintings dan ibu Tidang beru Tarigan. Merga Gintings yang disandang Djamin merupakan singkatan dari Ginting Suka. Penamaan unik ini masih diterapkan oleh etnis Karo sampai sekarang. Info tambahan, di desa Suka ini kebanyakan warganya menyandang merga Gintings alias Ginting Suka. Djamin menikah dengan Likas Tarigan, seorang gadis Karo dari Sibolangit, Deli Serdang. Mereka dianugerahi empat orang putri yaitu Riemenda Jamin Gintings, Riahna Jamin Gintings, Sertamin Jamin Gintings, Srianna Jamin Gintings dan seorang putra Enderia Pengarapen Jamin Gintings.

Karir kemiliteran Djamin Gintings dimulai sejak ia bergabung dengan Gyugun (sekolah militer bentukan penjajah Jepang). Karirnya dimulai dari Komandan Batalyon TKR di Kabanjahe, dan mencapai kegemilangan ketika diangkat menjadi Panglima Bukit Barisan pada tahun 1957. Sempat menjabat sebagai anggota DPR pada tahun 1968, Djamin Gintings tutup usia pada tahun 1974 sebagai Duta Besar RI untuk Kanada

jamin (7)

——– searah jarum jam dari kiri : interior lantai dua, buku “Dari Titi Bambu ke Bukit Kadir karya Djamin Gintings dan buku tentang Likas Tarigan, ucapan selamat datang kepada Djamin Gintings di Kanada, seserahan dari Djamin Gintings kepada Likas Tarigan ——–

Museum Djamin Gintings sangat jauh dari kata kuno dan seram, cahaya matahari masuk dari jendela yang ditempatkan mengelilingi bangunan museum. Ketika saya masuk, beberapa pengunjung sedang menikmati koleksi museum. Beberapa anak muda dengan kaos hitam bertulis sebuah acara petualangan yang sedang naik daun menikmati museum dengan berfoto-foto selfi.

Tempat ini dibangun pada tahun 2013 oleh keluarga Djamin Gintings sebagai memorabilia atas sejarah perjuangan sang Jenderal. Sebagian besar kisah perjuangan disadur dari bukunya yang berjudul “Dari Titi Bambu ke Bukit Kadir: Saat Genting di Medan Tempur”, sebuah memoar dan catatan harian selama peperangan. Bukit Kadir sendiri merupakan nama sebuah bukit dimana Kadir merupakan salah satu tentara anak buah Djamin Gintings yang meninggal di bukit Adinpengkih, Mardingding. Bukit itu lantas diubah namanya menjadi Bukit Kadir.

Selama menjelajahi lantai dua, saya melihat banyak sekali foto-foto lama, koleksi baju yang pernah dikenakan oleh Jamin Gintings, seperti pakaian dinas, pakaian resepsi tentara, hingga piama yang dikenakan saat beliau meninggal di Ottawa, Kanada. Selain itu dipamerkan juga koleksi senjata, piagam penghargaan, koleksi cenderamata bahkan seserahan waktu lamaran Djamin Gintings kepada Likas Tarigan yaitu sepotong kain sarung dan senjata khas Karo. Masih di lantai yang sama, pengunjung bisa membaca buku-buku perjuangan dan buku budaya Karo di perpustakaan.

Lantai Satu
Bagi pengunjung yang tertarik mengenal kebudayaan etnis Karo bisa beranjak ke lantai satu. Etnis Karo merupakan salah satu etnis asli Sumatera Utara yang banyak berdiam di Kab. Karo, Langkat dan Deli Serdang. Jika teman kamu memiliki nama belakang Ginting, Tarigan, Perangin-angin, Karo, atau Sembiring, bisa dipastikan teman kamu memiliki darah Karo. Btw, kelima merga tersebut masih terdiri dari puluhan submerga.

Di sebelah kiri dipajang alat-alat rumah tangga etnis Karo seperti alat memasak, alat pertukangan, miniatur dapur khas Karo dan seperangkat alat musik Karo.

jamin (4)

Terletak di di sebelah kanan ditempatkan sepasang manekin yang mengenakan pakaian pengantin Karo. Ciri khas pengantin Karo adalah menggunakan warna dominan merah. Selain itu, untuk perempuan menggunakan tutup kepala lebar yang disebut tudung serta dilengkapi dengan perhiasan emas. Sedangkan di ujung ruangan terdapat diorama seorang wanita Karo sedang menenun kain uis.

jamin (6) ——– saya bersama pengantin Karo ——–

Puas melihat dalam museum, saya berkeliling ke luar. Di sekeliling terdapat kios oleh-oleh, gerai pembuatan kain uis Karo dan foto booth dengan pakaian adat Karo yang sedang tutup. Terdapat juga taman dan arena bermain anak-anak. Kunjungan ke museum ini memberikan kesan yang mendalam untuk saya. Recommended. 🙂

Bujur.. Mejuah-juah kita kerina… 😀

jamin (8)

——– Badak : soda khas Sumatera Utara; babi panggang khas Karo ——–

Iklan

10 comments

  1. Seru sekali perjalanan Isna. Kamu beruntung bisa menjelajahi Sumatra dari ujung ke ujung. Andai di daerah saya banyak sarana transportasi umum dan jalannya bagus seperti di Sumatra, blog saya pasti bakal penuh rekomendasi wisata seperti blogmu.

    Baca tulisan2 kamu asyik ya, tidak terlalu panjang. Singkat, jelas, dan padat. Meski pada bagian tertentu terdapat hal-hal yang kurang definisi atau deskripsinya. Seperti pertanyaan yang sering diutarakan oleh Bli Gara pada beberapa postingan tulisanmu. Tapi itu justru bagus, karena menjadi feedback di kolom komentar.

    Setuju sama Bli Gara, pada beberapa foto yang ada di blog ini. Ekspresi wajahmu kok kelihatan merengut. Padahal kamu sedang berwisata kan? #kabur_ditimpuk_Isna

  2. Bedanya kidu dengan kidu-kidu apaan Mas? Terus beda kain uis dengan kain ulos? Dan pertanyaan terbesar adalah soal Letnan Djamin Gintings ini karena saya belum menonton film 3 Nafas Likas dan baru tahu juga soal letjen ini… tapi kayaknya saya mesti googling sendiri soal sejarah perjuangannya dan mengapa padanya disematkan gelar pahlawan nasional :hehe.
    Museumnya bagus, bersih dan mengilap lantainya, tanda sering dipel. Terima kasih juga sudah kasih info bagaimana ke Kabanjahe :hehe, siapa tahu suatu hari nanti saya ke sana, jadi bisa tanya-tanya sama Masnya.

    Kayaknya saya tahu acara petualangan apa yang dimaksud! Tapi ekspresinya jangan murung begitu deh Mas, serem! :kabur.

    • sip gara… my itu my itu hehehe
      1. aku belum pernah makan itu, secara gak bisa makan hehe, btw kidu : ulat pohon goreng, kalo kidu kidu : sosis usus babi yang diisi daging babi
      2. beda nama dan motif gara, kalo ulos dari batak (toba), kalo uis dari karo.. ulos biasanya warnanya sendu (hitam, biru), kalo uis warna dasarnya cerah (merah)
      3. selain djamin gintings, ada lagi pahlawan nasional dari karo namanya kiras bangun 🙂

  3. Sumut…. Banyak banget yang didapat dari SumuTrip ini ya Mas, mulai dari pernak-pernik budaya dan orang-orangnya. Bikin kepengen ke sana 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s