favehotel Melawai + Kopi Oey : Kekinian dan Kekunoan

Sepucuk surat tugas dari kantor memerintahkan saya untuk berdinas ke Jakarta pekan lalu. Saya yang tergabung dalam tim ditugaskan menemui seseorang di kawasan Permata Hijau dan Kuningan. Guna meminimalisir macet, saya memutuskan menginap di bilangan Blok M. Alasannya sederhana : lokasinya relatif di tengah-tengah Permata Hijau dan Kuningan, serta..ehm istri saya nitip belanja hijab di Blok M. 😀 Setelah otak-atik situs booking hotel dan melihat limit budget yang ditetapkan kantor, pilihan jatuh kepada favehotel Melawai yang lokasinya tepat di samping mall Blok M Square.

Dari bandara, saya tiba di Blok M jam 10 pagi. Masih terlalu awal untuk masuk kamar. Kata resepsionis kamar saya baru siap jam dua. Apaa?! Saya titip tas dan menuju Museum Polri yang terletak sepuluh menit jalan kaki dari hotel. Lepas keluar museum, tengok kiri kanan ada kedai nasi gudeg dekat terminal Blok M. Sepertinya enak dan sangat menggoda lidah. Uang Rp 22.000,- lepas dari kantong untuk menebus gudeg kurang manis dan sambel goreng krecek yang hambar dan dingin. Tambahan lain yaitu sepotong tempe goreng dingin dan alot dan teh es.

DSC00098
gudeg nggak mak nyuss

Jam 1 siang saya kembali ke hotel. Kata mbak resepsionis, kamar saya masih belum siap lantas disuruh menunggu hingga jam 2. Saya tunggu di lobi hotel -yang mirip lobi Inul Vizta- sampai jam setengah dua. Anehnya, ketika saya tanyakan ke mas resepsionis di sebelah mbak-mbak pertama, saya diperbolehkan.

DSC00105
lobi

Kamar kelas superior yang saya ambil relatif kecil untuk dua buah twin bed. Nuansa kamar berwarna pink girly. Ketiadaan lemari baju mengingatkan saya pada hotel Aston Jambi. Kamar mandinya model shower, jadi jangan harap bisa berendam. Begitu membuka jendela, olala…di luar sana tampak Blok M Square yang hanya selemparan kolor.

DSC00103
interior kamar

DSC00097 
Blok M Square di depan mata

Malamnya datang kawan saya mas Fafa, aktivis Backpacker Dunia asli Bontang yang sengaja saya booking buat bobo bareng ajak buat menginap di kamar hahaha. Mas Fa bekerja di bilangan Fatmawati dan menurutnya tidak terlalu jauh dari Blok M. Oke, kami ngobrol ngalor-ngidul dan rupanya dia habis jalan-jalan ke Baduy. Wih..Baduy kan wishlist saya sejak zaman kuliah dan belum kesampaian -_- Makasih mas Fa untuk kartu pos dan majalah NG Traveler-nya ya 😀

Paginya kami sarapan di restoran hotel. Rupanya restoran kami yaitu Kopi Oey yang saya lihat kemarin di samping hotel. Aaaah..saya antusias. Hotel yang minimalis dan masa kini bersanding mesra dengan restorannya yang mengusung konsep kafe Tionghoa Peranakan pada zaman Hindia Belanda. Semua perabot dan mebel sengaja disusun mengikuti konsep jadul. Saya sampai bengong memperhatikan mebel jadul, botol jadul, sepeda jadul bahkan daftar menu dan ornamen di dindingnya dibuat kuno.

DSC00113
kasir dan sangkar burung
DSC00111
dinding dari pintu

DSC00116

Kopi Oey (dibaca Kopi Wi) awalnya bernama Kopitiam Oey. Kata “tiam” sendiri artinya kedai. Sejak adanya pelarangan kata kopitiam, Bondan Winarno sang pemilik kafe mengubah nama usahanya menjadi Kopi Oey (plesetan dari Wi). Menu andalan disini salah satunya adalah kopi pahit, yang saya baca dianjurkan untuk tidak dikonsumsi saat sore atau malam hari.

DSC00107
ruang makan utama
DSC00114
non-smoking room

Kembali ke topik, menu sarapan pagi itu prasmanan nasi uduk, ca sayur, lontong sayur dan ayam goreng. Untuk cemilan ada roti srikaya, puding, sereal dan dadar gulung. Semuanya enak kecuali ..ergh, ayam gorengnya sepertinya kurang fresh dari aromanya -_- 

DSC00108
DSC00106
DSC00112
DSC00109

Selain menikmati hidangan, pengunjung diajak kembali ke masa lalu dengan melakukan aktivitas yang identik dengan nuansa jadul yaitu mengirim kartu pos langsung dari tempat ini.

DSC00124
DSC00120
maknyuss

favehotel Melawai + kopi Oey
Jl. Melawai 4 No. 3-11, Blok M
Jakarta
Situs Web favehotel : http://www.favehotels.com/hotellist/eng/25/favehotel-melawai
Situs Web kopi Oey : //kopioey.com/

Iklan

36 comments

  1. astagaahh ternyata tempat sarapannya kopi tiam Oey, aakkk kece banget, tiap pulang kantor pasti ngelewatin Blok M, tapi ga pernah mampir hahahahah

    kalo ke Melawainya palingan cuma beli takoyaki di depan rumah makan padang, atau onigiri di swalayan Jepang Papaya :3

  2. Mas,Inul Vizta itu apaan? *sumpah gak paham* 😀

    Tapi interiot hotelnya keren yaa, jadul dan fresh dipadu jadi satu 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s