Sekeping Jejak Brawijaya

Brawijaya V, maharaja terakhir Majapahit yang kondang kaloka itu digosipkan dikabarkan pernah menyepi di Rawa Pening, tepatnya di atas sebuah bukit di desa Rowoboni, kecamatan Banyubiru sekarang. Dikabarkan bahwa Prabu Brawijaya V atau Kertabhumi saat itu sedang melakukan perjalanan dari Jawa Timur ke Gunung Lawu. Sebelum mencapai Lawu, sang raja singgah di Rawa Pening. Petilasan sang raja itulah yang sekarang dikenal dengan nama Candi Dukuh.

Lokasinya di dusun Dukuh. Dari arah Salatiga setelah pemandian Muncul dan sebelum kota Banyubiru. Banyubiru, ibukota kecamatan Banyubiru yang memang terletak di tepi Rawa Pening. Banyubiru yang berarti air berwarna biru. Sebiru air rawa yang membiru tampak dari kejauhan. Kota yang sering saya lewatkan begitu saja ketika melakukan perjalanan dari rumah mertua di Ambarawa menuju rumah orang tua di Boyolali.

Dari jalan raya Ambarawa-Salatiga, terdapat papan penunjuk jalan candi di sebelah kanan jalan. Belok ke kiri, ikuti petunjuk jalan sampai di ujung desa. Dari gerbang masuk menuju lokasi candi, saya harus mendaki beberapa ratus anak tangga selama sekitar sepuluh menit. Menjelang pintu masuk areal candi di puncak bukit, saya bisa melihat pemandangan Rawa Pening di sebelah timur. 

DSC07680 DSC07653
mbok Nia di dekat pintu gerbang Candi Dukuh; jalan menanjak

DSC07674
Candi Dukuh tampak samping, kepala candi belum selesai direkonstruksi

DSC07676
Rawa Pening

DSC07679
enceng gondok siap olah

DSC07656 DSC07657
kodok aja pacaran di candi; batu yoni

DSC07660
bagian kepala cand yang belum disusun;

DSC07661  DSC07670 
 kala makara; arca dewa?

Di luar ekspektasi saya, Candi Dukuh sudah berhasil direkonstruksi bagian kaki dan badan candi. Tidak seperti yang saya lihat di beberapa blog yang menampilkan Candi Dukuh yang berupa bagian kaki saja. Batu-batu penyusun kepala candi masih dibiarkan bertebaran di sekitar candi. Di dalam areal candi terdapat pos jaga yang dalam kondisi kosong sehingga tidak ada siapapun yang bisa saya tanya-tanya. Saat hendak masuk candi, tiba-tiba sepasang kumbang terbang hendak menyerang saya. Seonggok dupa dan hio diletakkan di dekat yoni. Tanda candi ini masih dipakai untuk ritual.

Saya comot dari Wikipedia, candi Dukuh diperkirakan dibangun pada abad IX masa Mataram Kuno dan dipengaruhi corak Hindu. Namun, mitos di masyarakat candi ini dibangun pada masa Majapahit. Siapakah sosok dewa atau raja memegang tongkat dalam arca candi Dukuh? Sebuah pertanyaan yang belum saya temui jawabnya sampai sekarang *sokmisterius 😛 .

Selain Candi Dukuh dan Candi Klero, di Kabupaten Semarang masih ada candi Gedong Songo dan candi Ngempon yang masih belum saya coret dari daftar kunjung saya.

Iklan

23 comments

  1. Gila ya, kaya banget Indonesia sama peninggalan-peninggalan kayak gini yang sayangnya belum keurus dengan sempurna.. kalau di negara lain ini kayaknya udah jadi pendulang devisa, yang dibutuhkan cuman sedikit ekstra info sejarah yang menemani monumen ini… voila.. beres sudah

  2. pemugaran candi sudah dimulai ya
    belum dilanjutkan ya ? apa masih banyak fragmen yang hilang?
    tapi senang deh walau candi dukuh ini kecil tetap diperhatikan

  3. iyah…aku juga sempet mikir gitu soalnya ada ‘dadanya’ hehehe… yups, candi klero yg NBnya di semarang juga gitu modelnya… wah…baru nyadar kalo itu pasangan lingga… 😀 thanks udah mengingatkan… hayuk kesini mas 🙂

  4. Hm, langgam candinya mirip Gedong Songo, sih. Tapi akan lebih mudah diambil kesimpulan kalau bagian atapnya sudah lengkap. Semoga restorasinya tetap berjalan. Senang melihat candi ini mulai diperhatikan.
    Kalau kita usut-usut, dari posisi tubuh, aksesoris, dan bentuk tubuh reliefnya, saya menduga itu seorang wanita, Mas. Relief yang menarik sekali. Sayang bagian kepalanya sudah hilang jadi saya tidak bisa memastikan itu orang biasa atau bangsawan. Tapi menurut saya bukan dewa, soalnya kainnya pendek dan tersingsingkan.
    Saya juga curiga kalau batu tonggak di foto bagian kepala candi itu sebenarnya lingga pasangan yoni di dalam sana, Mas. Ha, jadi penasaran nih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s