Danau Biru, Berkah Dibalik Musibah

Beberapa hari ini anak gaul Bangko ‘dihebohkan’ dengan Danau Biru. Danau Biru sedang kondang di media sosial. Lama kelamaan banyak anak muda merasa bangga jika sudah datang ke Danau Biru dan memajangnya di media sosial masing-masing dengan tagar #danaubiru atau #danau pelepat.Minimnya objek wisata di Bangko turut andil mengapa ramai khalayak ke obyek wisata buatan ini#eh.

Danau ini timbul akibat bekas lubang galian sebuah perusahaan batubara. Setelah deposit batubara menipis, lubang galian seluas bebeapa kali luas lapangan bola ditinggalkan begitu saja. Air hujan dan air tanah mengisi lubang galian membentuk danau berwarna biru toska.

Dari Bangko, danau bisa ditempuh selama kurang dari satu jam ke arah Muara Bungo. Kami sampai di simpang SMKN Pelepat di tepi jalan lintas Sumatera sekitar 45 menit dari Bangko. Rupanya kami masih butuh waktu sekitar setengah jam menuju danau. Setelah bertanya-tanya kepada penduduk, sampai juga di tepi danau. Sebelumnya, kami harus membayar Rp 10.000,- kepada pemuda setempat sebagai ongkos masuk dan parkir.

Ada dua danau disini. Danau pertama berukuran kecil berwarna kecokelatan. Danau kedua adalah danau terbesar berwarna biru. Sekilas warnanya mirip danau Kerinci, tetapi dengan luas yang lebih kecil dan lebih gersang. Benar saja, di akhir pekan danau ini ramai dikunjungi warga Bangko dan Muara Bungo, terutama kaum muda. Well, tidak banyak aktivitas di danau ini. Hanya duduk-duduk di tepi danau, jajan di warung makanan kecil di tepi danau atau berenang di danau yang nampak kotor dan beratjun ini. Saya tidak yakin danau ini ‘bersih’ dari limbah berbahaya sisa tambang batubara. Ohya, sepertinya tempat ini belum masuk radar dinas terkait terkait keamanan air danau. Mohon diperiksa ya pak. Memang ramainya orang kesini membuat berkah untuk warga tempatan, tapi lihat airnya yang kotor itu saya jadi bergidik.

Pengelolaan sekedarnya membuat akses ke danau masih agak susah, terutama jika dilalui kendaraan roda empat. Ingat yah, ini lokasi bekas tambang, jalannya hancur lebur, bukan jalan aspal. Jangan berharap lebih disini, kecuali jika kamu hanya ingin berfoto-foto narsis 🙂

DSC06228
danau cokelat
DSC06230
danau biru
DSC06235
dari ketinggian
DSC06240
jalan lamo, bukan jalan baru ….

Danau Biru Pelepat / Danau Tambang / Danau Biru Bungo
Jl. Lamo Ds. Sungai Beringin, Kec. Pelepat, Kab. Bungo
Tiket masuk : Rp 5.000,00 / motor, Rp 10.000,00 / mobil (termasuk parkir)

Iklan

5 comments

  1. Itu apakah mirip kayak yg bekas galian timah di Belitung ya om? Bisa dikembangin jadi wisata baru nih tapi ya dengan catatan seperti yang njenengan tulis, bahwa perlu diperiksa keamanan kandungan air dan juga kekuatan tanahnya takutnya tiba2 longsor hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s