Kopiss : Tiga Cinta dalam Bingkai Kafe Kopi

…being HAPPYwith enough MONEY is not the way I want to DIE. There’s more to life. 

Begitulah kata-kata yang terucap dari mulut Onne saat ia memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai abdi negara. Fokus menjadi penulis dan pengusaha kopi di Kopiss, sebuah cofeeshop yang dikelola bersama dua sahabatnya, Qiana dan Gili. Onne, Qiana dan Gili adalah tiga tokoh utama dalam novel teenlit Kopiss karya Miko Santoso.

 gambar dipinjam dari sini.

Onne diceritakan adalah anak seorang pejabat di Malang, Jawa Timur. “Kabur” dengan cara kuliah di Jakarta karena merasa tidak diperhatikan orang tuanya. Lalu Qiana adalah sang tokoh utama, gadis yatim piatu yang tumbuh dalam bayang-bayang nama besar kakaknya, Aya. Terakhir ada Gili, gadis Bandung yang di-DO dari STAN karena ketahuan mencontek waktu ujian.

Tiga gadis dengan bakat dan skill masing-masing ini bahu membahu menopang berdirinya Kopiss, sebuah kafe berkonsep coffeeshop di kompleks perumahan elit di Bintaro. Awalnya tidak mudah bagi Qiana memulai usaha kafe ini. Berbekal bakat meracik kopi dari ayahnya dan modal pas-pasan dari menggadaikan surat rumah ke bank, ia mengubah rumah warisan orang tuanya menjadi kafe bernama Kopiss. Usaha Qiana dkk tidak berjalan mulus. Kafe mereka sepi. Setelah berusaha keras selama lebih dari setahun, baru kafe mereka mulai bisa “bernafas”.

Di sisi lain, Qiana, Onne dan Gili juga menghadapi masalah pribadi yang cukup rumit. Qiana menghadapi konflik dengan Aya, kakak satu-satunya. Dalam percintaan, ia pernah beberapa kali gagal. Sampai akhirnya Zydna, pria yang pernah mencoba meminangnya menikah dengan orang lain. Sementara Onne, terjebak dalam rutinitas sebagai “budak kantor”. Ia akhirnya menyerah pada nasib dan resign dari pekerjaan. Dan Gili, setelah sempat down karena DO dari STAN memilih berbohong atas kegagalan studinya, bekerja di sebuah kafe kopi sebelum hengkang ke Kopiss dan berpacaran dengan pria beda agama.

Baiklah, jujur novel perdana Miko Santoso ini diluar ekspektasi saya. Terlepas dari fakta bahwa Miko ini temen sekantor dulu halah, karyanya patut mendapat jempol. Saya yang bukan pecinta kopi seperti mendapat ilmu baru macam-macam kopi seperti espresso, latte, cappuchino, lantas bagaimana menikmati dan menciptakan sajian minuman kopi yang nikmat. Namanya novel kopi, banyak sekali istilah perkopian yang wara wiri disana-sini. Sayangnya, penjelasan istilah yang ditaruh dalam footnote secara amat detail agak mengganggu pembaca seperti saya. Terlepas dari itu, diksi Kopiss sangat menarik, alur dan konfliknya mengalir lancar. Karakter-karakternya digambarkan apa adanya. Yang unik disini adalah pemilihan nama-nama tokoh yang sepertinya sengaja dibuat unik.

Kopiss tak melulu bicara tentang kopi, meski Kopiss adalah kopi itu sendiri. Rasanya mungkin tidak melulu manis, awalnya mungkin asam, baru manis lalu pahit. Mirip seperti kisah cinta Qiana cs yang nano-nano. Ada cinta, persahabatan, sisipan agama dalam Kopiss. Kopiss layaknya kopi juga menampilkan kejutan-kejutan dalam setiap sesapannya. Ada banyak kejutan tak terduga yang dimunculkan oleh Miko dalam novelnya di paruh akhir. Ending-nya pun tak kalah elegan. Saluuut 😀

Well, Kopiss rasanya sayang dilewatkan oleh pecinta kopi, atau orang-orang yang mungkin tertarik untuk memulai bisnis kopi. Selamat membaca 🙂

Kopiss (2014)
Penulis : Miko Santoso
Penerbit : DIVA Press
Ketebalan : 280 halaman
Harga : Rp 35.000,-
Blog : http://massmikho.wordpress.com/
Review : http://www.goodreads.com/

Lihat juga : karakter-karakter dalam Kopiss

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s