6 Alasan Datang ke Kerinci


jalan berliku-liku di kaki gunung Kerinci 

Kerinci selama ini dikenal sebagai nama gunung tertinggi di pulau Sumatra. Selain itu gunung Kerinci juga merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia. Serta merupakan gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara setinggi 3.883 meter di atas permukaan air laut. Kerinci juga merupakan nama kabupaten yang terletak di ujung barat provinsi Jambi.

Kerinci berlokasi di ujung barat provinsi Jambi. Dari kota Jambi ditempuh selama 10 jam naik mobil angkutan atau disebut travel. Jika ingin lebih cepat pesawat Susi Air melayani penerbangan Jambi-Kerinci 2 kali dalam seminggu dengan lama penerbangan 45 menit. Dari Jakarta akses paling mudah adalah lewat Padang. Dari Padang ke Kerinci cukup ditempuh selama 6 jam saja. Inilah tujuh alasan kenapa kamu harus mengunjungi Kerinci :

1. Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Warisan Dunia UNESCO
TNKS merupakan taman nasional terluas di Sumatra (13,750 km²). Meliputi sebagian wilayah provinsi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Rumah dari sekitar 4.000 spesies tumbuhan termasuk padma raksasa Rafflesia arnoldii, bunga bangkai (Amorphophallus titanium). Serta merupakan habitat asli satwa endemik seperti harimau Sumatera, badak Sumatera, gajah Sumatera, dan lain-lain. Bersama dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, TNKS ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO kategori alam.


bunga bangkai

2. Surga Fotografi
Kerinci secara geografis terletak di lembah Kerinci di yang dikepung pegunungan Bukit Barisan. Kontur alam yang berbukit-bukit, lembah, sawah dan sungai menghasilkan panorama alam yang luar biasa. Tidak hanya gunung Kerinci dan danau Kerinci, sejumlah tempat wisata lainnya sayang untuk dilewatkan. Sebut saja danau Gunung Tujuh, danau Kaco, danau Lingkat dan bukit Khayangan. Cocok untuk fotografi bertema panorama dan interest.

 
danau Kerinci

3. Kuliner Lezat
Kurang lengkap jalan-jalan ke Kerinci tanpa mencicipi kulinernya. Sekilas masakan Kerinci mirip dengan masakan Padang. Berciri khas pedas dan memakai banyak rempah. Ada dendeng batokok khas Siulak Deras, soto khas Semurup, gulai ikan patin dan ikan semah khas danau Kerinci. Di kota Sungai Penuh terdapat kedai sate Amir yang sudah berdiri puluhan tahun. Teh susu kayu manis di kafe mini juga wajib dicoba. 🙂 Puas berkeliling biasanya wisatawan tidak lupa membeli penganan khas Kerinci sebagai buah tangan. Ada buah terong pirus (terong Belanda), dodol kentang Lubuk Nagodang dan sirup kayu manis khas Siulak Deras.


sate Amir

4. Keunikan Budaya Matrilinial
Berada di perbatasan provinsi Jambi dan Sumatera Barat, budaya Kerinci sedikit banyak dipengaruhi budaya Minangkabau. Perempuan mempunyai kedudukan dalam adat sebagai pemegang harta pusaka. Namun, peranannya tidak sedominan Bundo Kanduang dalam adat Minang.

Sistem kekerabatan di Kerinci adalah matrilinial. Setelah menikah laki-laki tinggal di rumah istri. Seiring perkembangan zaman, banyak pasangan baru yang tinggal di rumah sendiri alih-alih tinggal di rumah keluarga istri.

Dalam kehidupan sehari-hari, adat istiadat dikendalikan oleh depati, ninik mamak dan segenap perangkat adat meliputi rio, permanti dan ngabi. Masyarakat Kerinci sering mengadakan upacara adat yang disebut kenduri sko. Saat kenduri sko semua benda pusaka adat akan dikeluarkan dari rumah adat untuk dicuci.


tarian adat Kerinci

5. Sejarah yang Kaya
Setelah otonomi daerah, Kerinci dimekarkan menjadi kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh. Menurut penelitian, sejarah Kerinci dimulai sejak jaman prasejarah. Penemuan berbagai artifak di seantero Kerinci mendukung teori itu. Benda-benda yang ditemukan meliputi kuburan kuno masyarakat Kerinci purba dan peralatan manusia purba Kerinci. Relief matahari di situs-situs kuburan kuno tersebut diartikan sebagai bentuk penyembahan manusia purba Kerinci terhadap alam semesta. Sebagian artifak tersebut disimpan di museum Kerinci milik Iskandar Zakaria, seorang pemerhati sejarah dan budaya Kerinci. Sedangkan jejak penyebaran Islam di Kerinci juga meninggalkan aneka masjid yang kebanyakan dibangun saat zaman penjajahan Belanda.


batu megalitik (kuburan kuno) Jujun

6. Olahraga Ekstrim

olahraga paralayang di Sungai Penuh  

Kerinci sudah lama didatangi untuk kegiatan hiking ke gunung Kerinci dan danau Gunung Tujuh. Gunung Kunyit juga diminati. Selain itu wisatawan bisa mencoba mengunjungi danau Kaco. Danau alami yang terletak di jantung Taman Nasional Kerinci Seblat, tiga jam trekking dari desa Lempur.

Selain itu pilihan lain yang bisa dicoba adalah paralayang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kodim Kerinci. Untuk menjajal terbang gratis atau bergabung untuk sebuah kursus singkat tidak dikenakan biaya sama sekali. Nah, tunggu apa lagi, ayo datang ke Kerinci.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s