Bosan Traveling


merenung di pantai   

Serius, saya lagi bosan traveling. Sudah beberapa minggu saya tidak menulis di blog. Hanya posting beberapa foto untuk lomba foto di blog lain. Bukan tidak ada yang tidak menarik untuk ditulis. Saya sedang malas…

Saya pernah mengalami masa-masa ‘keemasan’ dalam dunia traveling. Keemasan menurut versi saya sendiri. Mungkin terdengar sombong dan berlebihan. Saat bertugas di Sungai Penuh, saya bisa jalan-jalan di akhir pekan. Kebanyakan naik motor dinas dari kantor untuk keliling Sungai Penuh atau Kerinci. Melihat air terjun, danau, bukit, batu megalitik atau sekedar padi di sawah. Semuanya terasa indah diabadikan dalam bingkai kamera.

Sampai akhirnya semua berubah. Saya pindah tugas ke Bangko, masih di provinsi Jambi. Di kantor baru motor dinas nggak dapat lagi, rumah dinas apalagi. Saya jalan kaki tiga belas menit dari kosan ke kantor. Kalau siang di saat teman-teman kantor bisa pulang ke rumah saat rehat siang, saya memilih untuk tidur siang di sofa di ruangan kepala seksi. Jam pulang kantor pukul lima sore saya tidak segera pulang ke rumah. Di kosan saya belum beli tv, nggak ada laptop, nggak ada hiburan. Mending saya di kantor daripada ‘lumutan’ di rumah. Sampai-sampai waktu saya di kantor lebih panjang daripada waktu yang saya habiskan di rumah.

Di Bangko saya malas jalan-jalan. Bukan tidak ada objek wisata yang menarik disini. Ada banyak, gunung, rawa, arung jeram dan lain-lain. Entah kenapa tidak ada yang menarik perhatian saya. Di Bangko kawan-kawan kantor kurang tertarik traveling. Yang sudah keluarga tentu menghabiskan waktu di rumah selepas kantor. Yang masih melajang lebih suka main game online di kantor. Lebih-lebih sejak kawan-kawan geng jalan-jalan saya ‘mundur’ perlahan-lahan. Thomas, teman jalan saya pulang kampung ke Jawa. Ayu, satu-satunya teman cewe di grup kami sibuk PPL menjelang semester akhir, terakhir Ade kawan saya hobinya cuma wisata alam ke gunung atau hutan, mana mau saya. Akhirnya lambat laun kantor menjadi ‘ladang traveling’ bagi saya. Duduk di depan komputer, buka grup backpacker, lihat-lihat blog, kalau bagus saya beri komen, kalau lumayan cukup saya ‘like’. Saya muak lihat promo tiket. Saya merasa cukup dengan melototin foto-foto hasil traveling teman-teman blogger saya, saya sudah berasa ikut traveling. Itu cukup! Sama seperti perasaan ketika membaca buku. Mata melihat, otak memproses tulisan menjadi imajinasi, dan hati memunculkan imajinasi di dalam kepala.

Dulu waktu pindah dari Sungai Penuh ke Bangko saya pernah berjanji dalam hati akan sering-sering menengok Sungai Penuh. Apa daya tiket travel ke Sungai Penuh naik. Saya juga pernah dinyinyiran kawan-kawan bang Jamie di Sungai Penuh karena menurut mereka saya orangnya nggak asik..beugh.. Tapi seperti yang pernah saya bilang ke kawan-kawan di Sungai Penuh : saya tidak akan pernah berhenti mencintai Sungai Penuh, tidak akan ..

Iklan

8 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s