Hijrah : Djangki

Hijrah : pindah. Kali ini saya akan cerita soal ‘pindahan’ saya ke ‘djangki’. Bukan pindah rumah tapi ‘pindahan blog’. Sudah sejak lama saya punya blog dengan domain ‘catatanavantgarde’. Sebelumnya bernama ‘issaragih’.

Nama yang paling saya sukai sebenarnya Avant Garde, berhubung nama itu sudah ada yang pake saya tambahi ‘catatan’ sehingga namanya menjadi ‘catatanavantgarde’ karena domain di wordpress nggak boleh pake spasi. Beberapa bulan pake ‘catatanavantgarde’ saya yang orangnya bosenan pengen ganti lagi. Pilihan jatuh ke ‘jangki’. Sayangnya nama ‘jangki’ dan variannya seperti ‘jangkie’ sudah ada yang pake. Jadinya saya pake ‘djangki’. Ngomong-ngomong, jangkie (pake e) merupakan nama lama sebuah restoran vintage di Medan yang bernama Tip Top.

Kembali ke jangki, benda ini adalah wadah dari anyaman bambu dan rotan. Biasanya dipakai sebagai perlengkapan untuk membawa hasil pertanian, padi, kayu bakar atau apapun. Jangki biasa dipakai dengan cara digendong. Untuk mengikat jangki biasanya dipakai tali berjumlah sepasang.

Jangki hanya ada di Kerinci dan Sungai Penuh, Jambi. Karena keunikannya, jangki dijadikan maskot Sungai Penuh. Hampir semua kantor pemerintah di Sungai Penuh mengadopsi model jangki sebagai elemen arsitektur. Biasanya dipakai sebagai elemen pagar atau tiang. Di pusat kota Sungai Penuh dibangun sebuah tugu adipura yang berbentuk jangki.


batas desa berbentuk jangki


tugu Adipura kota Sungai Penuh  

Sekarang ini sudah tidak ada lagi perajin yang membuat jangki. Sudah sejak lama jangki tidak diproduksi sejak kelangkaan rotan di Kerinci. Akibatnya jangki dibuat dari bahan alternatif seperti bambu. Jangki bambu ini dibuat hanya untuk pameran atau properti tari.

Buat saya, jangki benar-benar sebuah wadah. Wadah untuk menyalurkan tulisan-tulisan saya. Wadah untuk berkeluh-kesah. Wadah untuk menyebarluaskan secuil keindahan Indonesia pada dunia 🙂

Salam © Avant Garde

Iklan

6 comments

  1. Ooh jangki bagian dari kearifan lokal Sungai Penuh, wadah nukilan pemikiran dan cerita. Trim Mas Isna (tahu Saragih, masih tetap disapa Mas, hehe) ikut menikmati isi jangki istimewa ini. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s