Pindah dari PIM

Hei, teman-teman pada mudik kemana? Saya seperti biasa mudik ke rumah orang tua di Boyolali. Istri saya habis melahirkan Nia dua minggu yang lalu memang diboyong ke rumah orang tua saya. Rencana nanti habis tiga puluh lima hari baru balik ke rumah mertua saya  ke Salatiga, eh Ambarawa deng.

Saya dan istri dulu menikah di Ambarawa dan pernah tinggal beberapa minggu di sana. Itu rumah mertua. Kadang-kadang tinggal di Boyolali. Rumah ortu saya gede, halamannya juga masih luas karena tinggal di desa. Makanya saya nggak dibolehin sama ibu beli rumah di tempat lain. Suruh tinggal di rumah aja atau kalo mau bikin rumah tinggal pake halaman belakang rumah yang masih luas lagi kosong. 

Nah, kalo mertua saya tinggal di kompleks perumahan.  Pemandangan disekitarnya bagus. Di belakang rumah pas ada sawah luas yang nyambung ke danau Rawa Pening, terus ada pegunungan gitu. Saya sering banget ke balkon lantai dua terus lihat sunrise dan sunset dari atas. Keren pokoknya 🙂


sunrise di belakang rumah mertua

Beberapa rumah di dekat rumah mertua saya kosong. Karena pengen mandiri, saya bilang ke mertua pengen sewa rumah sendiri. Bapak mertua rupanya seide sama kayak ibu saya. Nggak ngijinin kami beli rumah sendiri karena males kalo ada tetangga yang nyinyirin. Seolah-olah saya dan mertua nggak rukun hehehe. Demi menjaga perasaan ortu dan mertua, kami mengalah. Jadinya, sejak menikah kami tinggal di PIM Pondok Indah Mertua. Ganti-gantian gitu. Kadang di rumah ortu, kadang di rumah mertua. Itupun sebenarnya saya dan istri menginjakkan kaki di Jawa kalo mudik aja. Selebihnya ya lebih banyak tinggal di pulau Sumatra. Akhirnya mertua pindah ke Salatiga.

Malam hari tanggal 16 Juli Shaquinna putri pertama kami lahir di Salatiga. Saya suka nama Nia, tapi istri saya lebih suka nama Quinna. Sampe sekarang meski anaknya cuma satu kami punya panggilan masing-masing hehehe.

Setelah punya anak dan sekian lama nyaman tinggal di PIM, tetiba saya mendapat toyoran pencerahan dari blognya mbak Noni. Jlebs gitu postingannya hehe. Saya jadi mikir buat pindah dari rumah ortu atau rumah mertua. Nggak enak kan nebeng terus. 🙂

Opsi pertama adalah bikin rumah di halaman belakang rumah ortu. Opsi kedua adalah sewa rumah. Saya dan istri memilih untuk sewa rumah. Mau sewa dimana? Istri saya pengen di Salatiga. Sementara saya pengen di Ambarawa. Akhirnya istri mengalah dan setuju sewa rumah di Ambarawa aja.

Karena istri masih proses pemulihan habis bersalin, sementara saya kerja di Jambi, otomatis bapak ibu mertua yang gerilya nyari rumah di Ambarawa. Rumah di kompleks yang dulu pernah kami tempati sudah dihuni orang lain. Akhirnya ketemu rumah yang cocok. Lokasinya masuk gang tapi rumahnya gede. Ada tiga kamar, dua kamar mandi, halamannya luas. Sewanya juga masih masuk akal. 

Saya punya beberapa alasan kenapa pengen punya rumah di Ambarawa. Pertama karena kami menikah di kota itu. Kedua, alamnya mengingatkan saya pada Sungai Penuh. Kotanya kecil dan gak terlalu rame. Terus sama-sama daerah yang terletak di lembah dan dikelilingi pegunungan. Udara masih seger, pemandangan bagus; ada danau, pegunungan, sawah juga masih banyak. Di sebelah utara terdapat daerah berhawa dingin bernama Bandungan. Dulu masuk wilayah Ambarawa tapi sekarang udah dimekarkan jadi daerah sendiri. Bandungan kalo di Jakarta mirip Puncak gitulah. Lokasinya yang di lereng gunung Ungaran menarik minat warga Semarang buat rame-rame bikin villa disana. Tempat wisata di Bandungan juga banyak. Candi Gedong Songo, pemandian, air terjun, kebun bunga, kebun buah dan lain-lain. Dari Bandungan ke Semarang cuma satu jam. Makanya kalo Sabtu-Minggu jalan di Bandungan sering macet.

Buat saya, nilai plus Ambarawa karena masih banyak bangunan kolonial disini. Kalian pernah dengar museum kereta api uap itu kan? Museum itu memang ikon Ambarawa, padahal masih ada bangunan kuno seperti benteng VOC, gereja, kelenteng, makam kuno, dll. Surga banget buat pecinta sejarah macam saya hehehe 🙂  Ambarawa terletak di tengah-tengah kota Semarang dan Yogyakarta. Ke Solo juga dekat. Kalo main ke Ambarawa hayuk mampir ke rumah saya 🙂

Iklan

14 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s