Kisahmu, Putriku

Selasa, 7 Ramadhan
Jam setengah tiga dini hari. Sukma belum sepenuhnya menyatu dengan raga. Entah kenapa saya bisa terbangun padahal alarm sahur saya setel jam empat pagi. Jam rutin saat saya biasanya makan sahur. Dengan mata berat saya menuju ruang tengah untuk siap-siap sahur.   

Jam tiga lima belas menit istri saya di kampung menelepon. Saya reject. Istri saya mempunyai kebiasaan menelepon untuk membangunkan saya sahur. Dan reject adalah tanda saya sudah terjaga. Saya kirim sms kalau saya sudah bangun.

Ponsel saya berbunyi lagi, masih nama istri saya. Saya angkat. “Mas,tadi aku bangun tidur kasurnya basah. Mungkin ketubanku pecah”.  Saya terkejut. Istri saya mau melahirkan! Adiknya sedang pergi ke rumah om Bambang untuk pinjam mobil ke rumah sakit. Baju-baju istri sudah dikemas seandainya dia melahirkan hari ini. “Semoga lancar, ya Bun,” lirih saya sebelum menutup telepon.

Saya jadi tidak semangat makan sahur. Suapan demi suapan ke mulut diiringi rasa cemas. Ketuban pecah sebelum pembukaan jalan lahir bukanlah berita baik.  

Jam sembilan pagi ibu mertua telpon. Katanya istri saya sudah bukaan tiga. Di jalan lahirnya dipasang alat seperti balon untuk mempercepat bukaan. Waktu demi waktu serasa bergulir lambat. Saya hanya bisa berdoa sambil bertanya-tanya. Kapan bukaan empat, lima dan seterusnya. Saya terus memantau lewat sms dan telpon dari kantor.  Jam dua giliran ibu saya telpon. Sudah bukaan tujuh. Cepat lahir putriku. Maaf ayah tidak bisa mendampingimu.

Masih belum ada kabar lagi hingga masuk waktu buka. Tiba-tiba jam tujuh malam ibu saya telpon lagi. Suaranya patah-patah karena menahan tangis. Singkat perkataannya. Anak saya sudah lahir lima menit yang lalu. Perempuan. Gemuk. Cantik seperti mamanya! Ayah saya yang memberi azan pertama di telinga anak saya. Saya tutup telepon. Saya terduduk lalu bersujud pada-Nya. Saya sekarang seorang ayah! Alhamdulillah, Allohu Akbar!

 
Foto bayi bobo diambil dari sini.

Selanjutnya : nama bayi saya 🙂

Iklan

20 comments

  1. Anak adalah titipan.amanah.bersyukur anda sudah diberi kepercayaan untuk menjaga dan merawatnya.
    Selamat ya.semoga lancar rizki,diberkahi hidupnya.
    Semoga kuat begadang untuk beberapa bulan kedepan 🙂

  2. Awwwwww! Selamat jadi ayah ya! Selamat datang ke dunia parenting yang membingungkan, kadang melelahkan, tapi juga menimbulkan kebahagiaan teramat sangat 🙂
    Sekali lagi, congraaaatttzzzzzzzz!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s