Sergey-Karina di Bangko

Kabar gembira datang dari duo asal Rusia Sergey dan Karina. Karina mengabarkan lewat sms jika permohonan visa tinggalnya di Indonesia telah diperpanjang sebulan. šŸ˜€ Dia sekarang dalam perjalanan nebeng truk dari Jambi menuju Bangko dan kalau bisa mereka mau menginap di rumah. šŸ˜‰

Saya masih di kantor, mereka mengirim sms lagi kalau mereka telah berganti bus dari Sarong Agung menuju Bangko. Kemungkinan kota yang dimaksud adalah Sarolangun. Saya suruh mereka turun di jembatan layang Pasar Baru Bangko, persis di depan kantor. Sementara itu saya hubungi Thomas, Ade dan Ayu untuk menyambut kedatangan mereka šŸ˜€

Jam delapan malam Karina dan Sergey kirim sms lagi mereka sudah tiba di jembatan layang. Saya suruh Ade dan Ayu menuju ke lokasi karena nomor hp Thomas tidak bisa dihubungi.

Setelah kumpul semua, kami ke minimarket Melati. Karina ingin membeli minuman dan snack. Rupanya juga sudah makan malam. Dari Melati kami ke jam gento naik motor. Ade sendirian. Saya memboncengkan Sergey dan Ayu sama Karina.

Di atas jam gento rupanya banyak orang mabuk *sigh. Akhirnya kami pindah ngobrol di bawah jam. Gelap, terpaksa kami menyalakan senter dari hp masing-masing. Sambil lihat pemandangan lampu-lampu kota Bangko dari atas, kami makan keripik. Ade sama sekali tidak mau ngobrol karena canggung dan Ayu hanya ngobrol sepatah-patah. -_-

Sudah jam sepuluh malam, kami pindah tongkrongan ke rumah Ayu. Sergey tertarik dengan keripik sukun yang barusan kami makan. Kebetulan teman Ade ada yang punya usaha jualan keripik. Makanya besok pagi mereka mau lihat pembuatan keripik dan gelamai. Saya tambahkan usulan supaya mereka ke kolam buayo dan mereka setuju. Karina dan Sergey menginap di rumah Ayu karena kamar saya terlalu kecil untuk tidur bertiga.

Keesokan harinya saya masuk kantor seperti biasa. Sergey dan Karina jalan bersama Ade dan Thomas. Saat jam makan siang saya pergi ke rumah makan Koim di Ujung Tanjung. Rumah makan di tepian pertemuan sungai Batang Mesumai dan Batang Merangin ini sangat unik. Berbentuk kereta api. Lengkap dengan rel dan peron tiruan.

Rupanya mereka sedang di kantor dinas pariwisata, tidak jauh dari rumah makan. Dan saya baru tahu kalau di Bangko terdapat museum. Tepatnya di dalam kantor dinas pariwisata kabupaten Merangin. Sayang sekali saya tidak membawa kamera sehingga tidak bisa mengambil foto. Ah, kapan-kapan saja saya ke museum ini.


Dari museum kami pindah ke rumah makan kereta api. Suasananya sangat tenang dan damai. Melihat aliran sungai ditemani hembusan angin sepoi. Namun, pelayanannya agak lama dan banyak menu yang kosong. Ayam bakar yang saya pesan juga rasanya tidak terlalu istimewa. Sergey dan Karina baru saja dari kolam buaya dan mereka terkesan dengan kurang terawatnya tempat tersebut hahaha.


Kelar makan, datang Ayu dan kawan-kawannya yang baru pulang kuliah. Habis itu kami foto-foto di dekat replika gerbong kereta api.Ā 

Dari replika kereta api kami beranjak ke jembatan gantung di samping rumah makan. Banyaknya orang di dalam jembatan membuat kami sport jantung karena jembatan bergoyang. Apalagi jembatan ini sebagian besinya tampak mulai lapuk. Namun, Karina justru jahil sekali loncat-loncat di ujung jembatan. Membuat badan jembatan makin bergoyang hebat.


Jam istirahat siang saya telah lewat. Saya harus kembali ke kantor. Sergey dan Karina akan melihat proses pembuatan gelamai dan keripik. Sorenya mereka akan pulang ke Sungai Penuh ala hitchhiking. Sampai bertemu lagi Karina-Sergey šŸ˜¦ Kami akan selalu merindukan kalian šŸ™‚

*Seluruh foto hak cipta Ayu L.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s