Menjadi Turis di Sungai Penuh (1)

Ada yang beda sekarang ketika saya ‘pulang’ ke Sungai Penuh. Dulu saya memang bekerja dan tinggal di Sungai Penuh. Setelah pindah ke Bangko, saya numpang di kontrakan bang Jamie, kawan backpacker kalau ‘pulang’ ke Sungai Penuh. Kota itu telah menjadi kampung halaman kedua bagi saya. Jika saya hari Sabtu Minggu tidak ada acara kemana-mana, ‘pulang’ ke Sungai Penuh adalah pilihan yang asyik buat saya.

Saya tidak sendirian di rumah bang Jamie. Disitu ada abangnya, abang dan uni pemilik kontrakan dan Sergey-Karina. Duo Rusia ini tinggal di rumah bang Jamie begitu saya pindah ke Bangko.

Rumah bang Jamie di Pondok Tinggi. Hanya jalan lima menit dari ikon kota Sungai Penuh yaitu masjid agung Pondok Tinggi. 🙂 Dan yang paling saya suka, lingkungan sekitar rumah bang Jamie masih banyak rumah-rumah larik khas Kerinci.


rumah batu dan rumah kayu 🙂

Habis dari goa Kasah, saya masih ada satu hari di Sungai Penuh. Jika dulu saya bisa jalan kemana-mana naik motor, sekaarng harus naik ojek atau jalan kaki. Hikmahnya saya jadi lebih mengenal Sungai Penuh lebih dekat.

Saya putuskan untuk melakukan walking trip dari loket Kliput di Simpang Raya hingga rumah bang Jamie di Pondok Tinggi. Rutenya sepanjang jalan Martadinata, lapangan Merdeka lalu jalan Sudirman hingga rumah bang Jamie. Saya jadi tahu banyak yang bisa dilhat dan dipotret di kota ini.

 
mobil kuno di seberang bengkel mobil punya “namboru” 

tugu berbentuk jangki dan rumah adat Jambi


yang modern dan kuno


jam gedang / tugu jam 

Sepertinya pemuda Sungai Penuh harus diberikan wadah agar kreativitas mereka bisa disalurkan. Bukan dengan menyalurkannya di tembok fasilitas umum.

Gedung Nasional Sungai Penuh; pusat pertemuan dan acara rapat di kota ini. Sering dipakai juga untuk baralek dan acara-acara sekolah.


kantor walikota lama, burung garuda di depan Kodim Kerinci

Di halaman samping masjid agung Pondok Tinggi dibuatkan tiga buah nisan. Salah satunya mungkin akan dipakai sebagai makam Depati Payung yang baru. Makam yang lama ada di tengah-tengah jalan. Kabarnya makam beliau akan dipindah pada kenduri sko Pondok Tinggi akhir bulan ini.

Masjid Agung Pondok Tinggi pada lambang kota Sungai Penuh

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s