Esto; Nostalgia Masa Lalu Salatiga

Rasanya hampir tidak ada orang Salatiga yang tidak mengenal ESTO. Paling tidak pernah melihat bus ESTO yang bersliweran di jalan raya antara Salatiga dan Ambarawa. Siapa yang mengira bus ini pernah menjadi salah bus tertua di Jawa Tengah.

ESTO sebenarnya merupakan kependekan dari Eerste Salatigasche Transport Onderneming. Artinya adalah Perusahaan Transportasi Pertama Salatiga. ESTO didirikan oleh Kwa Tjwan Ing, seorang pengusaha keturunan pada tahun 1921. Bus ESTO pada tahun-tahun pertama berupa mobil kayu yang melayani rute Salatiga-Tuntang-Beringin.

http://inisalatiga.files.wordpress.com/2010/08/esto-salatiga.jpg 
Bus ESTO pertama, foto dipinjam dari sini.

Pada jamannya, hanya kaum priyayi kaya dan orang Belanda saja yang bisa naik ESTO karena ongkosnya cukup mahal saat itu. Namun, perlakuan untuk keduanya berbeda. Orang Belanda boleh duduk di kursi bagian depan yang berlapis busa. Sedangkan kaum pribumi harus duduk di kursi rotan di bagian belakang.

Masa kejayaan ESTO berlangsung pada awal tahun 1930-an. Jarak tempuhnya makin jauh hingga ke Semarang, Solo dan Magelang. Bus yang dipakai juga berukuran lebih besar. Namun, resesi dunia tahun 1932 sempat membuat ESTO kalang kabut. Meski nama ESTO sampai sekarang masih eksis, bus ini kurang dilirik seiring dengan meningkatnya perekonomian masyarakat Salatiga.

Jejak kebesaran ESTO masih bisa dilihat di bekas garasinya yang terletak di jalan Langensuko. Disini salah satu keturunan pemilik ESTO membuka usaha soto ayam yang kemudian dikenal sebagai Soto Garasi Esto pada tahun 1950. Berbekal nilai sejarah itulah, hari terakhir di Salatiga saya mengajak istri saya makan soto Garasi ESTO. Rupanya, kedai soto ini sudah bergeser ke belakang hotel Grand Wahid.

Berbekal nama besar ESTO tidak membuat saya jatuh cinta pada soto ini. Sotonya sebenarnya lumayan. Disajikan dengan tauge, kerupuk karak dan potongan ayam. Namun, menurut saya kuahnya kurang ‘maknyus’. Agak keruh gitu. Kekurangan ini tertutupi dengan banyaknya gorengan di kedai ini. Ada tempe goreng, mentho, bakawan, perkedel dan lain-lain.


Habis sarapan kami menuju bundaran Tamansari atau Ramayana sebagai jantungnya Salatiga. Letaknya di persimpangan jalan Diponegoro dan jalan jenderal Sudirman. Disini terdapat tugu air mancur persis di depan supermarket Ramayana, toko serba ada terbesar di Salatiga. Saya ingat dulu waktu awal toko ini buka, saya dan teman-teman SMA saya datang ke sini hanya untuk nongkrong dan naik eskalator. 😀

Di depan Ramayana terdapat patung Diponegoro naik kuda sebagai landmark jalan yang bernama sama. Patung ini dilengkapi dengan prasasti biografi sang pangeran.

Tepat di samping patung Diponegoro berdiri rumah dinas walikota Salatiga. Bangunan berarsitektur campuran Jawa-kolonial ini awalnya dibangun sebagai kantor sekaligus rumah dinas asisten residen Salatiga pada tahun 1890.

Di tempat ini untuk pertama kalinya presiden pertama Bung Karno bertemu Hartini pada tahun 1952. Kabarnya Bung Karno terkesan dengan sayur lodeh yang dibuat Hartini yang saat itu bertugas sebagai juru masak pada saat jamuan makan di kantor walikota. Hartini akhirnya dinikahi Bung Karno sebagai istri keempat setelah ibu negara Fatmawati pada tahun 1953.

Berhubung saya tidak bisa masuk ke rumah walikota, saya melanjutkan perjalanan ke gereja mungil tepat di samping Ramayana yang dikenal sebagai GPIB Tamansari. Gereja berarstiketur gotik ini dibangun tahun 1823 dengan nama Indische Kerk. Masyarakat masih memakai gereja ini untuk beribadah.


Ukurannya terlihat mungil jika dilihat dari ujung jalan. Untuk menuju gereja, saya melewati halaman cukup luas yang berhias pohon cemara di kiri dan kanannya.


Tepat di depan gereja GPIB berdiri patung jenderal Sudirman sebagai landmark dan tampilan muka jalan bernama sama. Serupa dengan patung Diponegoro, patung ini juga dilengkapi dengan biografi sang panglima besar.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s