Sayonara Kincai (2)

Sabtu, 11 Mei 2013

Hari-hari terakhir saya di Kerinci saya isi dengan melihat kegiatan latihan Kerinci Aero Club (KAC) di lapangan Kumun atau di depan rumah dinas Bupati Kerinci. Ada dua cabang kegiatan di KAC yaitu paralayang dan paramotor. Paramotor menggunakan angin dan mesin sedangkan paralayang murni menggunakan tenaga angin. Karina dan Sergey lebih condong ke kegiatan paralayang.


paramotor

paramotor


paralayang

Pak Eko selaku Dandim Kerinci dan pembina KAC turun langsung memimpin jalannya latihan. Sesekali saya bertindak sebagai penterjemah di antara pak Eko dan Sergey. Ini pertama kalinya saya berinteraksi dengan pejabat kemiliteran setingkat dandim.

Latihan ini mengundang perhatian masyarakat yang melintas di depan rumah dinas bupati. Banyak yang akhirnya menonton ini sebagai hiburan gratis.

Saya tidak bisa berlama-lama karena harus berkemas-kemas menyiapkan barang-barang untuk pindahan ke Bangko. Sebelum saya pulang ke rumah datang Luke sekeluarga. Kontan saja kehadiran mereka mengundang perhatian banyak anggota klub.

Sorenya saya jalan dengan Afif ke jembatan layang Tanah Kampung untuk menikmati sore sambil menunggu matahari terbenam. Riuh sekali masyarakat Sungai Penuh di atas jembatan. Keramaian ini dimanfaatkan oleh para pedagang yang berharap ada rejeki disitu. Baik sekali Kerinci sore itu. Saya bisa melihat matahari terbenam di balik gunung Kerinci.

Sebelum pulang, saya makan malam di mie ayam Mama Angga. Kepadanya saya ucapkan salam perpisahan sekaligus pamitan kalau saya pindah tugas ke Bangko.

Malam hari waktu terasa amat lambat berjalan. Karina memberikan kartu pos dan koin sekedara kenang-kenangan untuk saya. Saya memberikan kartu pos dan batang kayu manis untuk Karina dan Sergey. Esok pagi jam sembilan saya berangkat ke Bangko. Afif pulang ke Bengkulu dan Sergey-Karina akan mengambil sepedanya di Padang.

Minggu, 12 Mei 2013


pindahan T.T

Saya jatuh cinta dengan Kerinci saat pertamakali bertemu
melihat indahnya alam Kerinci dan danau Kerinci
dan saya meyakini inilah sekepal surga dari Tuhan itu
waktu berlalu dan saya makin mencintai tanah ini
sampai akhirnya saya menyadari
surga di dunia hanya sementara
semoga saya bisa melihat Kerinci di alam sana

Akhirnya dengan berat hati
saya harus pamit pergi
ada banyak tempat yang harus saya lihat
tetapi Kerinci tetap tak tergantikan

Saya akan selalu merindukan kalian
Kerinci surgaku dan kalian kawan-kawan penghuni surga itu :
– kawan2 kp2kp sungai penuh
pak am 1, pak am2, pak sofyan, pak nay
uni dewi, bang no, mas muji, andri, farid
– kawan2 komunitas backpacker kerinci
luke mackin and fams (leigha, ethan, jack, grace)
poppy, padli, maya, teti
bang jami, uwo robi, mas hendi
dan semuanya yang udah pernah maen ke kerinci :
oki kupluk, gembul, peter, peter, alida, john, bang sandy, dll
– seluruh warga Kerinci dan Sungai Penuh
dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu-satu
-hantu kunti yang katanya penghuni kamar belakang
suer, jangan nangis galau lagi ya mbak .. please

Best regards ~ isna


foto kantor dari dalam mobil

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s