Wawancara Berantai : Kartu Pos

 Setelah bulan lalu saya “ketiban sampur” diwawancarai Fanni Yudharisman seorang aktivis Cardtopost, kali ini saya mendapat tugas berantai mewawancarai secara online Ari Murdiyanto pria penghobi kartu pos dan filateli yang sehari-hari bekerja di sebuah kantor pemerintah di Banda Aceh. Mas Ari, begitu dia disapa adalah seorang kawan yang berjasa memperkenalkan hobi bertukar kartu pos kepada saya. Berikut cuplikan wawancara kami.

Halo mas Ari apa kabar. Sibuk apa nih ?
Halo Isna. Kabarku Alhamdulillah baik. Kalau pagi sampai sore sih sibuk kerja di kantor Is. Kalau malam dan weekend baru sibuk dengan hobi 😀

Sejak kapan mengenal kartu pos, Mas ?
Aku mengenal kartu pos sejak kecil sih. Tapi waktu itu kartu pos polos yang aku pakai buat mengirim jawaban kuis Majalah Bobo. Kalau kartu pos bergambar sih sering dapat dari bonus majalah. Majalah Bobo dan Cinemags tuh beberapa kali ngasih bonus kartu pos. Karena bingung mau dikirim buat siapa, akhirnya aku simpan deh. Beberapa ada yang udah hilang, beberapa masih ada sampai sekarang.

 Sekarang udah nggak aktif lagi di cardtopost yah, kenapa tuh ?
Wah, iya nih aku udah gak aktif lagi di cardtopost. Yah sebenarnya karena kesibukan rutinitas aja sih. Kalau cardtopost kan kartunya harus hand made. Itu yang aku kurang ada waktu. Ya akhirnya terbengkalai deh. Tapi kalau ada yang ngirim pasti aku sempatin balas kok.

Gimana sejarah gabung di postcrossing mas? 
Sejarahku gabung di postcrossing adalah, sekitar bulan maret tahun lalu aku pergi traveling sama banyak kawan ke Danau Toba dan Medan. Ada seorang kawan yang beli banyak kartu pos. Iseng aku tanyain buat apa. Dijelasin deh tentang postcrossing. Karena tertarik gabung, akhirnya begitu aku balik Banda Aceh langsung sign up deh.

Udah ikut apa aja kegiatan di postcrossing ?
 Wah, kegiatan apa aja ya? Kalau untuk Postcrossing yang official sih cuma kirim-kirim kartu yang official gitu. Paling beberapa kali bertukar kartu pos (swap), itu pun gak sering. Tapi kalau kegiatan yang ada di Komunitas Postcrossing Indonesia udah cukup banyak yang aku ikutin. Aku pernah ikut meet-up Komunitas Postcrossing Indonesia di Jakarta bulan Februari lalu. Terus ada kegiatan permainan Round Robin aku juga ikut.

 
Punya kartu pos yang paling berkesan ?
Kartu pos paling berkesan? Jujur, bingung deh aku jawab pertanyaan ini. Dan setelah mikir agak lama, aku putuskan kartu pos ulang tahun ini adalah yang paling berkesan. Karena kartu ini adalah kartu pos ucapan selamat ulang tahun yang pertama aku terima. Surprise banget deh nerimanya 😀
IMG_0001 IMG_0002
kartu pos yang ditunjukkan mas Ari

Kartu pos yang bagus itu yg kayak gimana sih mas ?

Kartu pos yang bagus menurutku adalah:
1. kartu yang kertasnya cukup tebal dan gak gampang terlipat atau sobek.
2. kartu yang bergambar ilustrasi, lukisan, kartun, sketsa, dan hasil dari seni gambar lain. Karena menurutku kartu pos bergambar foto tempat wisata sudah sangat biasa. Walaupun tetap suka juga sih sama kartu-kartu itu.
3. kartu yang penuh dengan tulisan tangan si pengirim. Paling sebel soalnya kalau dapat kartu isinya cuma “Happy Postcrossing” 😀

Ada nggak sahabat kirim-kiriman kartupos yang paling berkesan ? Boleh ceritain sedikit ?
Ada satu orang bernama Trond dari Norwegia yang gara-gara postcrossing jadi akrab sama aku. Kami beberapa kali saling berkirim kartu pos dan berkirim email. Sangat berkesan bagiku karena Trond ini suka sama semua jenis musik. Beberapa kali dia minta untuk dikirimi lagu berbahasa Aceh.

Pernah nggak pengen ke suatu tempat setelah dapat kartu pos ? Kemana tuh ?
Kalau aku mah suka jalan-jalan. Jadi ya kalau dapat kartu pos bergambar sebuah tempat dari mana aja ya pasti pengen ke sana. Hahaha..

Manfaat apa aja yang mas dapet dari kegiatan ini ?
Manfaat yang paling terasa adalah bisa menambah banyak teman. Apalagi teman-teman dari Komunitas Postcrossing Indonesia tuh. Seru semua. Rame banget di grup. Sampai sering ketinggalan aku kalau ada bagi-bagi giveaway. Terus manfaat yang lain, senang karena bisa ikut mempengaruhi dan meracuni orang untuk ikutan postcrossing 😀

 
Mas, gimana pandangan keluarga dan kawan-kawan mas Ari soal hobi filateli dan deltiologi ? Mendukung, biasa aja apa malah menganggap negatif ?
Pandangan keluarga sangat positif. Aku kan tinggal jauh dengan keluarga sekarang. Semua keluarga ada di Jawa. Yang paling positif sih tanggapan kakakku yang mulai membuka koleksi perangko jaman dia sekolah dulu dan mulai mengumpulkan kartu pos punyaku yang tercecer di rumah sana. Kawan juga semuanya mendukung. Beberapa malah sering memberi oleh-oleh kartu pos kalau traveling ke suatu daerah.

Berapa anggaran belanja per bulan untuk mendukung hobi ini ?
Wah, ini yang gak pernah ngitung. Biasanya aku beli perangko sekali beli langsung banyak. Jadi gak males bolak-balik kantor pos untuk beli perangko. Sebulan juga tidak terlalu banyak aku ngirim kartu pos. Paling rata-rata 10 lah. Kalau rata-rata butuh perangko 3000, hitung sendiri ya berapa anggarannya 😀

 
Oke deh, makasih waktunya mas Ari. Ada pesan untuk yang belum tertarik dengan hobi filateli dan kartu pos?
Sama-sama Isna. Makasih juga udah nanya-nanya. Buat yang belum tertarik filateli dan kirim kartu pos, coba deh sekali aja dulu ngirim kartu pos, tunggu sampai dibalas kartu posnya. Begitu dapat balasan, pasti senang luar biasa. Dan seterusnya.. aku jamin, pasti ketagihan 😀
Iklan

6 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s