Jalan-jalan : Air Terjun Kumun, Hutan Talang Kemulun, Bandara Depati Parbo

Tidak ada agenda pasti mau kemana hari ini. Yang jelas saya mengusulkan untuk pergi ke air terjun Tiga Beradik di Kumun. Sementara Poppy mengajak kami ke hutan pinus Talang Kemulun.

Saya naik motor memboncengkan Farid. Poppy berboncengan dengan Maya. Tujuan pertama adalah air terjun Tiga Beradik. Disebut demikian karena terdiri dari tiga tingkatan air terjun. Lokasinya berada di desa Koto Beringin. Tepat di samping terminal lama Kumun. Motor kami titipkan pada bapak-bapak pembuat bata.

Perlahan kami menyusuri jalan setapak. Kurang dari lima belas menit kami sampai di air terjun pertama. Alirannya kecil dan tingginya kurang dari sepuluh meter.

FotoΒ 

Perjalanan dilanjutkan menuju air terjun kedua. Jalannya sangat curam. Poppy dan Maya memanjat dengan agak cemas. Pepohonan makin rimbun dan jalanan tadi bercabang dua. Untunglah kami bertemu anak-anak yang sedang bermain disitu. Kami harus belok kiri. Belum selesai melanngkah kami dikejutkan dengan suara kakek-kakek. Dia melarang kami naik. Takut kenapa-kenapa kami mengurungkan niat.

FotoFotoFoto
memanjat; Maya dan Farid; persimpangan

Turun menuju air terjun pertama menjadi saat-saat paling horor buat Poppy. Rupanya dia takut ketinggian. Dengan hati-hati sekali kami membantu Poppy meraih pegangan untuk turun melewati jalan setapak yang terjal. Begitu sampai air terjun, anak-anak yang kami lihat tadi telah mandi telanjang di kolam keruh dekat air terjun.

FotoFotoΒ 
Farid di puncak air terjun; anak-anak polos

Anak-anak ini awalnya malu-malu. Apalagi mereka mandi tanpa baju. Ketika kami hendak berfoto-foto di dekat sebuah batu besar, tanpa disuruh mereka naik ke atas batu besar tersebut. πŸ˜€

FotoFoto

Sebelum ambil motor, saya dan Farid foto-foto di bukit yang tanahnya diambil untuk bahan baku batu bata. Tentu saa Poppy tidak ikut. Dia yang mengambil foto kami dari bawah.

FotoFotoFoto

Dari Kumun saya menawarkan ide menyusuri tepian sungai Batang Merao. Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa dari sungai ini. Kecuali sejumlah kincir air tradisional, jembatan kayu dan perahu kayu yang menghiasi sepanjang aliran sungai.


kincir tiga, jembatan kayu, perahu kayu


kincir air, kincir besi

Selanjutnya Poppy mengajak kami ke Talang Kemulun. Disana ada hutan wisata berupa hutan pinus. Letaknya di desa Talang Kemulun. Masuk dari desa Sanggaran Agung di tepi danau Kerinci. Hutannya cukup lebat meski tidak terlalu luas. Adem dan aroma pinusnya sangat segar di hidung. Masuk ke sini terdapat sekelompok pemuda yang meminta uang sebagai tanda masuk.


Tempat ini rupanya cukup dikenal warga Kerinci. Beberapa orang tampak kesini untuk piknik. Sayang kesadaran mereka untuk menjaga kebersihan masih kurang. Ketiadaan tempat sampah membuat mereka membuang sampah begitu saja.

Mumpung di danau Kerinci, kami singgah ke desa Seleman di tepian danau Kerinci. Dengan kamera Poppy, kami berfoto dengan puluhan pose sampai tidak sadar kulit menghitam terbakar mentari. Oya, kami singgah di kedai roti canai Lala yang letaknya di tepi jalan desa.


nafas sampai habis demi foto-foto “indah” seperti ini


para pencari nafkah


pulau Seleman, masih merasa muda untuk berpose seperti ini ?

Dari Seleman kami berpisah haluan. Poppy dan Maya pulang duluan karena sudah agak sore sedangkan saya dan Farid melanjutkan jalan-jalan keliling Kerinci. Terbersit ide untuk menyambangi bandara Depati Parbo. Bandara ini sudah lama tidak dipakai. Kami bahkan bisa tiduran di landasan pacunya.


bandara perintis Depati Parbo, Kerinci

Kami pulang ke Sungai Penuh lewat Tanah Kampung. Singgah sebentar di jembatan gantung Koto Tuo dan foto-foto di jembatan layang. Jembatan yang belum diresmikan ini menjadi objek wisata baru di Sungai Penuh, terutama menjelang matahari terbenam.

Foto

FotoFotoFotoFoto
jembatan layang Tanah Kampung

Sebelum sampai rumah, kami ngadem dulu di pondok jus Kayla. Sepertinya ini tempat minum jus paling lengkap di Sungai Penuh. Aneka minuman dingin juga tersedia. Slurrp… Segelas jus naga menuntaskan perjalanan kami sore ini.

FotoFoto

Iklan

8 comments

  1. halo ..terimakasih untuk ikutan turnamen fotonya..tetapi silahkan dibaca lagi ketentuannya ya πŸ™‚
    poetingan terbaru dan hanya memuat 1 foto πŸ™‚
    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s