Museum Transportasi yang Sayang Dilewati


peta Museum Transportasi

Museum Transportasi adalah salah satu museum yang ramai didatangi pengunjung di Taman Mini. Tiket masuknya cukup murah yaitu Rp 2.000,- per orang. Disini pengunjung terutama anak-anak bisa melihat sejarah alat-alat transportasi di Indonesia. Angga adik saya terlihat antusias sekali masuk ke museum ini.

Penjelajahan dimulai dari sebelah kiri yaitu moda transportasi udara. Pesawat asli Garuda Indonesia dengan nomor seri DC-9 bisa dilihat disini. Untuk masuk ke dalam pesawat saya harus merogoh kocek Rp 5.000,-. Pesawat ini dulu melayani penerbangan internasional ke Asean dan Australia.

Di dalam pesawat setiap pengunjung bebas menjelajahi isi dalam kabin pesawat bahkan berfoto dengan ‘pramugari’ garuda dan melihat kokpit tempat pilot dan kopilot dari dekat. Ada banyak panel di depan kursi pilot. Mungkin berjumlah puluhan. Wow.


Angga bersama pramugari Garuda


menikmati penerbangan


di kursi pilot

Di dekat pesawat Garuda terdapat helikopter SAR berwarna orange menyala yang pernah dipakai oleh TNI Angkatan Udara RI. Helikopter ini dulu dipakai dalam pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan.

Selanjutnya kami menuju area kereta api. Terdiri dari satu buah rangkaian kereta api dan replika tiga stasiun kuno. Kereta ini dipajang dalam suatu lintasan rel yang mengelilingi museum. Satu buah kereta yang dipamerkan adalah kereta api Luar Biasa (KLB) yang digunakan Bung Karno dan Bung Hatta sewaktu hijrah dari Jakarta ke Yogyakarta pada tahun 1946.

Ada tiga replika stasiun kuno yang dibangun di museum ini yaitu stasiun Kemijen, stasiun Tanggung dan stasiun Ambarawa / Willem I. Semuanya berlokasi di Jawa Tengah.

Stasiun Kemijen aslinya bernama Semarang NIS / Tambaksari. Sekarang dikenal sebagai stasiun Semarang Gudang yang merupakan stasiun tertua di Indonesia yang dibangun tahun 1864. Stasiun Tanggung selanjutnya adalah stasiun tertua kedua. Dibangun pada tahun 1967 tepatnya di kabupaten Grobogan. Terakhir adalah stasiun Ambarawa yang dibangun pada tahun 1873 dan sekarang dijadikan museum Kereta Api Ambarawa.


replika stasiun Kemijen dan lori pengawas rel kereta api

Selain itu di area kereta api dipamerkan aneka jenis lokomotif kereta, lori dan berbagai peralatan dalam dunia perkeretaapian.

Berikutnya kami melintasi taman lalu lintas lalu melihat perahu suku Asmat dari Papua, mobil taksi kuno dan bus-bus kuno yang pernah merajai jalanan di pulau Jawa. Diantaranya adalah bus Damri jurusan Cicaheum-Cibeureum di Bandung, bus tingkat pertama yang digunakan di Indonesia dinamai Si Jangkung Merah dan bus PPD jurusan Blok M-Senen yang beroperasi tahun 1968.


bus Damri, si Jangkung Merah dan PPD

Kami lalu masuk ke gedung utama museum transportasi. Bagian yang pertama kami lihat adalah sebuah ruangan yang dinamai modul pusat. Disini digambarkan aneka alat transportasi baik darat dan laut yang digerakkan dengan tenaga manusia, hewan, air atau angin. Antara lain bendi, becak, perahu layar dan rakit.


becak samping Medan dan tutup samping becak

Di salah satu sisi saya melihat replika cikar DAMRI yang merupakan cikal bakal perusahaan  DAMRI. Cikar ini pernah digunakan zaman mempertahankan kemerdekaan pada tahun  1946 di wilayah Surabaya.


cikar DAMRI

Gedung selanjutnya adalah ruangan pameran transportasi darat. Dipamerkan aneka kendaraan mulai dari awal ditemukannya kendaraan bermotor hingga sekarang. Mulai dari aneka sepeda motor, mobil, bemo, bajaj dan bus.


sepeda motor DKW Hummel tahun 1951 dan Honda tahun 1970


becak motor dari Pematang Siantar dan bemo

Di ruangan alat transportasi udara kami melihat sejarah transportasi udara di Indonesia. Serta pameran aneka perlengkapan dan peralatan transportasi udara seperti miniatur pesawat udara dan peralatan yang ditemui di bandar udara.

Ruangan terakhir yang kami lihat adalah pameran transportasi laut. Meliputi pameran aneka miniatur kapal penumpang dari berbagai daerah, sejarah perkapalan di Indonesia dan aneka peralatan dan perlengkapan di dunia kelautan. Ruangan ini dilengkapi dengan tiruan lautan di luar ruangan dimana diletakkan beberapa jenis kapal laut. Sayang baterai kamera saya habis sehingga saya tidak bisa mengambil gambar disini. Museum ini sayang untuk dilewatkan jika berkunjung ke Taman Mini.
 

Iklan

6 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s