Berburu Bunga Bangkai

Bunga bangkai sering saya lihat di buku-buku pelajaran IPA zaman sekolah. Hari Minggu kemarin saya berkesempatan melihat bunga bangkai di habitat aslinya di hutan. Saya bersama keluarga Luke, kawan saya warga Amerika yang telah dua tahun terakhir ini menetap di Sungai Penuh.

Ini adalah jalan-jalan saya kali kedua kali bersama Luke. Sebelumnya kami jalan bersama Chris dari komunitas CouchSurfing ke bukit Khayangan dan bukit Renah Kayu Embun.

Pagi-pagi sekali saya dijemput Luke dengan mobilnya. Rupanya dia membawa istri dan tiga anak-anaknya yang lucu. Si Jack yang berumur tiga tahun duduk di belakang bersama Leigha ibunya, Ethan yang masih satu setengah tahun dan si bungsu Grace yang baru lahir satu setengah bulan yang lalu. Di bangku depan ada bang Riko, kawan saya juga.

Tujuan kami adalah melihat bunga bangkai yang sedang mekar di desa perbatasan Kerinci dan Solok Selatan. Kata Luke jaraknya sekitar dua ratus meter dari jalan raya. Di mobil saya sesekali bercanda dengan anak-anak Luke yang menggemaskan. Hanya Luke dan Leigha yang mengerti bahasa Indonesia.


Luke dan Ethan

Tiba di Pelompek mobil kami berhenti. Turut bergabung bersama kami pak Rapani, kawan Luke yang akan menjadi guide kami melihat bunga bangkai. Ketika mobil berhenti berduyun-duyun datang ibu-ibu yang mendekat ke kaca mobil. Mereka tertarik untuk melihat Ethan si bayi berambut pirang.

Sekitar satu setengah jam perjalanan, kami sampai di simpang Sungai Rumbai, kabupaten Solok Selatan. Tepatnya sebelum kota Padang Aro. Kami belok kanan menuju desa Tandai. Jalanan belum bagus karena berupa bukit yang dipotong dijadikan jalan.


jangan buang air besar sembarangan

Jalanan rusak karena jalanan yang belum diaspal ini sudah dilewati truk bermuatan berat. Mobil melanju sangat pelan. Masuk desa Tandai, mobil kami stuck di jalan karena masuk lubang. Terpaksa kami turun dan mendorong mobil keluar dari lubang.

Ā 

Akhirnya kami sampai di salah satu sudut desa Tandai. Kami turun dari mobil dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar dua ratus meter dari rumah warga ke arah hutan di kaki bukit. Kami harus menyeberangi sungai menuju lokasi bunga bangkai mekar.


menyentrum?

Di desa Tandai beberapa tahun yang lalu bunga bangkai pernah mekar. Saat mekar sempurna bunga ini akan mengeluarkan bau menusuk mirip bangkai. Bau ini bisa tercium dari jarak seratus meter. Bunga ini hanya akan mekar selama seminggu lalu mati.


ramai-ramai foto di bunga bangkai

Saat kami kesini, bunga ini telah melewati fase mekar sempurnanya dua hari yang lalu. Mahkota bunganya telah menguncup dan nyaris tidak mengeluarkan bau. Tinggi bunga ini sekitar dua setengah meter dan awalnya hanya hidup di Sumatera.


foto bersama keluarga Luke

Bunga bangkai (amorphophallus) sering dirancukan dengan bunga rafflesia (Rafflesia arnoldii). Bunga rafflesia adalah parasit murni sedangkan bunga bangkai bukanlah parasit.


detail akar, kelopak dan putik bunga bangkai

detail kelopak, mahkota dan bagian dalam kelopak bunga

Dan ini penampakan anak-anak Luke yang imut šŸ™‚

Jack Mackin (3), Ethan Mackin (1,5) dan Grace Mackin (1,5 bulan)

Puas memotret bunga bangkai saya menuju tempat lain. Saya mendapat tutorial singkat dari bang Riko cara memotret makro dengan kamera saku. Cukup dengan cara menempelkan kamera ke objek jika objek foto mempunyai area yang sangat luas. Hasilnya tercipta foto yang mempunyai efek kabur seperti ini.


gabah padi dan nasi aking

Pulang dari desa Tandai menuju Sungai Penuh si Ethan tertidur lelap di mobil. Mungkin dia kecapekan. Kami sempat beberapa kali berhenti di jalan untuk memotret pemandangan dari tepi jalan. Salah satunya gunung Pantai Cermin yang mempunyai puncak tegak lurus menyerupai dinding. Terimakasih Luke atas jalan-jalannya.


gunung Pantai Cermin


avanza ala Pelompek šŸ˜€

Iklan

2 comments

  1. wah ngepas ada ajakan ya, mas… itu ceritanya temen bule mas itu menetap di Sungai Penuh? wuaaa kerjanya di sana juga gitu? atau sedang dalam penelitian, tugas, atau wisata?

    • Ya, dia punya semacam perusahaan jasa wisata gitu di sungai penuh, tertarik datang ke kerinci ? šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s