Kopdar CouchSurfing Sungai Penuh

Sudah lama sekali rupanya saya tidak bersua dengan kawan-kawan CouchSurfing (CS) Sungai Penuh. Terakhir kami mengadakan acara jalan-jalan ke Museum Kerinci bulan lalu. Hari Minggu kemarin saya menghubungi Poppy untuk mengajaknya jalan. Poppy mengajak Maya.


saya dan Poppy 🙂 hanya dua CS di kota ini

Saya ketemuan untuk makan siang dengan Poppy dan Maya yang telah menunggu di kafe Mini. Mereka sedang menikmati makanan ketika saya datang. Ada menu baru di kafe Mini yaitu teh susu kayu manis. Saya pesan minuman itu dan kuetiau goreng. Rasa teh susu kayu manis perpaduan manis dan sedikit pedas dari batang kayu manis yang dicelup langsung ke susu. Unik. 🙂 Sambil makan kami ngobrol banyak hal. Poppy baru saja pulang dari Bandung acara dinas. Kemungkinan akhir April ini juga akan ada CS dari Rusia yang akan singgah di Sungai Penuh.


gelang CS dari ito Mondang

Saya diberi pesan dari Mondang CS Pekanbaru untuk menyampaikan gelang CS yang didapatnya dari admin CS di Amerika. Wow :-D. Karena cuma ada dua gelang, satu untuk saya pakai dan satunya lagi untuk Poppy. Maya yang tidak mendapat bagian sempat merajuk hehehe. Kelar makan, kami pulang untuk sholat Dhuhur dan janjian untuk bertemu kembali dalam waktu setengah jam lagi di minimarket Sabil.

Habis sholat saya menunggu Poppy dan Maya di Sabil. Rupanya mereka tidak jadi ke Sabil dan meminta saya menunggu di Simpang Raya. Tak berapa lama Poppy datang membonceng Maya. Kami meluncur ke jembatan layang Tanah Kampung. Meski belum diresmikan, jembatan sepanjang hampir satu kilometer ini telah ramai dikunjungi warga Sungai Penuh terutama saat sore hari. Baik untuk memancing dari atas jembatan atau hanya melihat-lihat pemandangan perbukitan dan sawah. Tempat ini menjadi objek wisata dadakan karena pemandangan dari atas jembatan juga indah.


memancing dari atas jembatan; perbukitan Bukit Barisan

Di atas jembatan ini kami menumpahkan kenarsisan kami hahaha …

Puas foto-foto di jembatan, kami berencana menuju ke Danau Kerinci tepatnya di desa Koto Petai. Sampai di Kumun kami melihat bangunan berwarna putih dengan kubah emas mencolok. Kami memutuskan singgah terlebih dulu. Di dekat masjid terdapat sawah yang cukup indah. Lagi-lagi kami singgah ke sawah alih-alih ke masjid.

Inilah masjid berkubah emas yang kami lihat dari Kumun. Terletak di desa Baru Debai kecamatan Tanah Kampung. Terletak tidak jauh dari jalan raya Kerinci-Jambi dan masih termasuk wilayah kota Sungai Penuh. Warna emas ini bukan dari logam emas rupanya. Hanya karena catnya berwarna kuning keemasan. 😀


kantor desa Baru Debai yang tampak terbengkalai

Kami lalu menuju desa Koto Petai di tepi Danau Kerinci. Disini kami foto-foto lagi di lumbung padi di tepi jalan desa. Bangunan ini dulu digunakan untuk menyimpan hasil pertanian oleh kaum. Dibangun secara bergotong royong. Sekarang, banyak keluarga memilih menyimpan hasil panen di rumah masing-masing.


lumbung padi, dibangun tanpa paku


ukiran bermotif flora


Maya dan Poppy

Dari lumbung padi kami melangkah ke tepi danau. Anak-anak berenang dengan ceria. Melihat air danau yang membiru, dikepung oleh perbukitan dengan puncaknya yaitu Gunung Raya. Di kejauhan tampak air terjun Pancuran Rayo di Pulau Tengah. Kami agak lama berada di tempat ini.


Danau Kerinci


Pemecah ombak dan anak kecil

 Desa Koto Petai menjadi pembicaraan masyarakat Kerinci akhir-akhir ini. Di dekat pemecah gelombang dekat tepi danau muncul semacam pulau yang terbentuk dari rerumputan dan tumbuhan pandan. Sekawanan burung tampak bermain di ‘pulau’ ini.

Dari Koto Petai perjalanan akhirnya dilanjutkan ke desa Ujung Pasir tidak jauh dari desa Koto Petai. Mengabadikan momen para penambang pasir di tepi Danau Kerinci. Pasir ini dijual ke Sungai Penuh sebagai bahan material.


kapal para penambang


topi caping bermotif Minangkabau


foto sawah, bonus di akhir perjalanan

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s