Menhir di Sungai Penuh

Sudah puluhan bahkan mungkin ratusan kali saya melewati tempat ini, berupa sebuah bangunan sederhana yang dipakai untuk melindungi sebuah tabuh larangan. Bangunan ini berlokasi di jalan Tanah Mendapo kelurahan Sungai Penuh. Tidak jauh dari rumah makan Pro Chicken jalan Arif Rahman Hakim.

Tabuh larangan adalah beduk yang terbuat dari kayu utuh dengan mata beduk hanya berjumlah satu buah. Salah satu sisi beduk berukuran diameter lebih kecil dari mata yang lain. Beduk ini bukan dipakai untuk memulai azan, tetapi dulu hanya dipakai sesekali saat ada warga yang meninggal, bencana alam dan peperangan.

Dari kawan saya baru saya tahu bahwa tabuh larangan ini diletakkan di atas makam Putri Bungsu. Di makamnya terdapat dua buah batu menhir peninggalan prasejarah. Sebuah batu berukuran lebih tinggi daripada batu yang lain. Di dekatnya terdapat batu cerano.

Sayangnya saya belum memperoleh informasi tentang siapa Putri Bungsu atau Putei Bungsew dalam bahasa Kerinci dialek Sungai Penuh. Ada yang tahu ?

batu cerano

Iklan

12 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s