3D2N Sandi di Kerinci 1 : Memendam Kekesalan di Kayu Aro

Kamis, 28 Maret 2013

Selalu menyenangkan mengenal kawan baru dan menerima kehadiran mereka. Namun, jika ada tiga rombongan pejalan dari tiga kota yang berbeda dan datang ke rumah pada waktu yang bersamaan tentu membuat saya bingung mengatur jadwal mereka. Belum tentu mereka mempunyai minat yang sama.

Pertama ada bang Sandi dari CouchSurfer Pekanbaru yang akan tinggal di Sungai Penuh selama tiga hari. Lalu ada rombongan bang Madon dari Jambi yang akan survey lokasi icv di Kayu Aro. Terakhir ada Wirawan dan kawannya dari Jakarta yang akan trekking di Kayu Aro. Mereka semua akan datang esok pagi di Sungai Penuh.

Jumat, 29 Maret 2013

Ponsel saya berbunyi. Ada sms dari Wirawan. Awalnya dia akan singgah di Sungai Penuh. Akhirnya dia memutuskan untuk langsung menuju Kayu Aro untuk trekking ke danau gunung tujuh. Saya tertidur kembali.

Agak siang, bang Madon mengirim sms kalau dia sudah masuk Kerinci. Beberapa jam kemudian rombongan Madon datang setelah menempuh perjalanan 12 jam dari Jambi. Mereka datang terlambat karena ke Sungai Penuh lewat jalan lama yang rusak. Bang Madon datang bersama dua kawannya dari KPP Pratama Jambi. Menyusul kemudian datang bang Sandi.

Awalnya saya mau sholat Jumat bareng bang Sandi di masjid agung, tetapi bang Madon membujuk saya untuk jumatan di masjid dekat kantor. Alasannya dia ingin bertemu dengan temannya, sebut saja Lukman. Kenapa saya menyebut inisial kawan bang Madon dengan ‘Lukman’? Tunggu saja ceritanya.

Singkat cerita dengan kecewa kami semua sholat jumat di masjid Koto Renah. Rupanya bang Madon tidak ketemuan dengan Lukman di masjid. Hadeh, tahu gitu mending saya dengan bang Sandi jumatan di masjid agung saja -_-

Habis Jumatan kami makan siang Lepas jumatan, kami baru bertemu dengan Lukman di rumah makan di seberang masjid. Siang itu saya ditraktir makan soto Padang. Duh, rasanya asin banget. Di dekat kami, Lukman ngobrol sambil gibal gibul menghembuskan asap rokok. Sepertinya sigh itu baru saja dimulai. *lebay

Kami disatukan dalam kotak besi beroda dalam perjalanan menuju Kayu Aro. Lukman duduk di depan dan tiga orang dari Jambi duduk di tengah. Saya dan bang Sandi yang statusnya sebagai penumpang duduk di bangku belakang.

Awalnya semuanya tampak biasa. Kami terlibat dalam obrolan hangat. Lalu semua hanyut terdiam dalam bualan Lukman. Misal dia berkata kalau dia bisa ke Painan dalam waktu dua jam. Helo, normalnya Sungai Penuh-Painan itu 6 jam Bung. Hati ingin menyangkal, tetapi tak ada guna saya rasa. Saya diamkan saja. Hanya pada bang Sandi saya ungkapkan kekesalan saya.

Singkat kata, kami tiba di Kayu Aro. Lagi-lagi Lukman bikin ulah. Mess yang ditujunya rupanya tutup sehingga bang Madon kebingungan.

Saya dan bang Sandi sepakat meninggalkan mereka di mess. Tujuan kami adalah jalan-jalan! Titik! Kami berjalan kaki ke arah Sungai Penuh. Bang Sandi mengambil beberapa foto di sela-sela perkebunan teh.

Kami melewati agrowisata Taman Bunga dengan baliho bergambar istri bupati berukuran cukup besar. Taman bunga ini sedang tutup. Beberapa saat kemudian bang Madon menelepon menyuruh kami balik arah ke mess karena mereka akan ke air terjun Telun Berasap. Bang sandi terlihat begitu antusias begitu mendengar rencana ke air terjun.

Hari telah sore sehingga kami kesulitan mencari angkot ke arah mess. Sebuah angkot ke arah Sungai Penuh tidak mau berbalik arah ketika kami stop. Beruntung akhirnya ada angkot dan kami langsung naik.

Begitu kami sampai di mess rombongan bang Madon lagi makan bakso. Lagi-lagi si Lukman bikin kami keki. Dia mencegah kami ke air terjun karena jalan ke air terjun licin. Haduh haduh, saya cuma bisa mengumpat dalam hati.

Selanjutnya kami pulang ke Sungai Penuh. Sebelumnya kami singgah di tugu macan dan di tepi perkebunan teh. Itupun kalau tidak saya suruh berhenti, mobil akan melaju begitu saja ke Sungai Penuh.

bang Madon di tugu macan

bang Sandi di perkebunan teh

Sampai di Sungai Penuh, saya masih memendam kekesalan akibat ulah Lukman tersebut. Waktu makan malam di rumah makan dendeng batokok, saya luapkan kekesalan saya. Nyam nyam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s