Anjungan Sulawesi Tengah : Souraja, Lobo dan Tambi

Sulawesi Tengah adalah provinsi terluas di pulau Sulawesi. Tidak heran jika ada setidaknya 24 suku asli di provinsi ini. Namun, hanya dibangun tiga rumah adat di anjungan Sulteng.

souraja

Rumah pertama adalah rumah bangsawan suku Kaili yang bernama souraja. Rumah ini banyak ditemukan di daerah pesisir. Terdiri dari beberapa ruangan seperti ruang tamu, ruang tengah, ruang pengantin, ruang tidur dan dapur terpisah. Di dalam rumah dipamerkan model pelaminan suku Kaili.

Yang kedua adalah rumah lobo. Berupa rumah panggung yang dipakai sebagai balai adat. Di dalam rumah dipamerkan pakaian adat berbagai daerah di Sulteng. Namun, karena terkunci dari luar, saya tidak bisa melihat dari dekat.

Di halaman anjungan Sulteng dibuat replika batu menhir yang banyak ditemukan di Taman Nasional Lore Lindu. Wujudnya berupa sosok manusia telanjang yang menggambarkan pemujaan terhadap kesuburan dan arwah nenek moyang.

Rumah terakhir di anjungan adalah tambi. Biasanya dibangun di daerah pegunungan. Ini adalah rumah yang menjadi identitas daerah di Sulteng. Rumah ini berupa panggung yang unik. Atapnya berfungsi sebagai dinding. Alasnya berupa batu besar dan balok kayu dengan tangga naik yang pendek. Rumah ini hanya terdiri dari satu ruangan yaitu ruang keluarga dan dapur.

Anjungan Sulteng dilengkapi dengan lumbung padi yang disebut gampiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s