Anjungan Gorontalo : Ma’lihe / Potiwoluya

Selamat datang di anjungan Gorontalo, salah satu provinsi termuda di Indonesia. Provinsi ini merupakan pemekaran dari Sulawesi Utara. Wilayahnya awalnya hanya terdiri dari kota Gorontalo dan kabupaten Gorontalo, sekarang wilayah provinsi ini terbagi menjadi enam kabupaten dan kota. Selain nama provinsi, nama kota dan kabupaten, suku Gorontalo juga merupakan etnis mayoritas di provinsi ini.

Patung sepasang penari saronde menyambut setiap pengunjung anjungan Gorontalo.Tarian ini sering dipentaskan saat upacara adat seperti saat acara perkawinan suku Gorontalo.

penari Saronde di depan Ma’lihe

Provinsi Gorontalo menampilkan rumah panggung khas Gorontalo yang disebut ma’lihe atau potiwoluya. Ma’lihe artinya mahligai dalam bahasa Gorontalo. Aslinya rumah ini berdinding bambu dan beratap rumbia. Terdiri dari serambi, ruang tamu, ruang tidur dan dapur. Di Gorontalo, rumah adat ini kadang dilengkapi dengan balai adat yang disebut dolohupa.

Di dalam anjungan, saya bisa melihat peragaan budaya Gorontalo seperti pakaian pengantin suku Gorontalo. Ada dua jenis pakaian pengantin yaitu biliu dan wolimomo. Pakaian biliu dipakai saat akad nikad sedangkan wolimomo dipakai saat bersanding di pelaminan

adik saya di pelaminan khas Gorontalo


pakaian biliu dan wolimomo

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s