Susi di Kayu Aro

Setelah sukses menggelar susi di kantor walikota Sungai Penuh, kami menggelar susi aka. sosialisasi SPT Tahunan di kompleks PTPN VI Kayu Aro, kabupaten Kerinci. Kami berangkat pagi-pagi dari Sungai Penuh bersama rombongan dari KPP Pratama Bangko. Sampai Siulak, kami melihat kirab pengantin sunat yang diarak kaum ibu sambil memukul rebana. 🙂

Sekitar satu jam perjalanan kami tiba di Kayu Aro. Syukurlah saya tidak mabuk di jalan. Kami akan mengadakan susi di Wisma Ria, gedung pertemuan milik PTP, sebuah BUMN yang mengelola perkebunan teh Kayu Aro.

Wisma Ria

Wisma Ria

Gedung ini berlokasi di tengah-tengah kompleks perkebunan. Di puncak sebuah bukit. Dihiasi berbagai macam bunga warna-warni. Dari atas gedung tampak pemandangan kebun teh dan gunung Kerinci yang malu-malu tertutup awan. Angin gunung berhembus cukup kencang, kami segera masuk ke dalam gedung.

bunga warna-warni


Andri berlatar panorama gunung Kerinci

Menurut penuturan salah satu pegawai PTP, gedung ini dibangun pada masa penjajahan Belanda. Berfungsi sebagai rumah hiburan dan gedung pertemuan para pekerja perkebunan. Atmosfir gedung ini cukup jadul. Tembok tebal, daun pintu dan jendela model kuno dan lantai keramik hijau tua yang kusam. Gambar-gambar yang ada juga bernuansa tempoe doeloe. Dibuat dengan tangan manusia.


gambar pemetik teh, reklame jadul dan peta perkebunan

Masuk ke dalam, saya melihat ruangan serupa aula. Dilengkapi dengan panggung tinggi dan di tengah-tengah ruangan terdapat meja melingkar serupa bar. Uniknya, bekas bar itu sekarang difungsikan sebagai tempat memorabilia. Memajang foto dan tanda tangan kepala perkebunan dari zaman Belanda sampai saat ini.

Di salah satu sisi dinding, saya melihat diagram proses penanaman teh di perkebunan. Dimulai dari penyetekan, penyemaian pengembangan, penyiangan, pemupukan, penyiraman, pemupukan, peremajaan.

proses penanaman teh

Selanjutnya dijelaskan proses pengolahan daun teh mentah mulai dari pemetikan hingga siap untuk diekspor. Dimulai dari penimbangan daun teh di lapangan di pabrik, proses pelayuan, pengayakan, pemeraman, pengeringan, pemasakan, pemaketan sampai proses ekspor.

Acara susi kepada karyawan PTP sendiri cukup sukses. Mereka terlihat antusias mengajukan pertanyaan dan tanggapan atas penyuluhan dari tim KPP dan KP2KP. Meskipun, beberapa pertanyaan diajukan di luar topik seperti tentang PBB.

Ada yang cukup unik saat susi kali ini. Udara dingin Kayu Aro membuat sebagian besar peserta mengenakan jaket tebal untuk menghalau dingin. Namun, tidak membuat suasana menjadi dingin.

Selepas acara, kami mendapat cenderamata berupa sampel teh hitam kualitas ekspor hihihi. Teh ini hanya dijual di Eropa. Siangnya, kami makan nasi padang di rumah makan M Nur di Kersik Tuo, dekat tugu Macan.  Menunya goreng belut, rendang dan dendeng. Pulang dari Kersik Tuo, uni Dewi kawan saya mabuk perjalanan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s