Kenduri ala Kerinci

Hari ini saya mendapat undangan menghadiri acara kenduri di rumah Uni Dewi, kawan kantor saya. Salah seorang saudaranya akan menikah esok harinya sehingga di rumah akan diadakan kenduri atau selamatan memohon kelancaran acara pernikahan esok.

Acara kenduri akan diadakan bakda Maghrib. Tidak mau menunggu lama, saya minta Uni agar men-sms saya kalau tetamu sudah mulai berdatangan. Ketika sms Uni samapi di ponsel saya, segera saya berjalan kaki menuju rumah Uni di desa Koto Renah. Sekitar lima menit berjalan kaki dari rumah.

Begitu sampai di lokasi, rupanya acara sudah dimulai. Saya dipersilakan duduk bersila menempati bagian yang kosong di sudut ruangan. Makanan lengkap dengan minum telah terhidang di atas permadani.

Seorang tetua adat membacakan semacam pantun adat dalam bahasa Kerinci. Selanjutnya seorang bapak-bapak membalas pantun tersebut. Acara berbalas pantun ini berlangsung beberapa menit. Entah, saya yang tidak memahami bahasa Kerinci hanya bisa menebak-nebak maksud pantun tersebut.

Lalu acara dilanjutkan dengan doa dan makan-makan hehehe. Menu malam itu adalah nasi yang dibungkus daun (mirip nasi timbel), aneka sayuran rebus, rendang daging, sambal teri, ikan goreng balado dan buahnya semangka. Sangat menggugah selera. πŸ˜€ Kami makan dengan menggunakan tangan sebagai sendok.

Setelah selesai makan, kami berpamitan pulang πŸ™‚


sebelum πŸ™‚


sesudah πŸ˜€

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s