Berdamai di Vredeburg

 Berkunjung ke kota Gudeg, sebagai pecinta sejarah sayang rasanya jika tidak berkunjung ke museum benteng Vredeburg. Letaknya sangat strategis yaitu di ujung kawasan Malioboro. Berdekatan dengan pasar Beringharjo, istana Gedung Agung, dan keraton Kasultanan. Museum ini pernah menjadi tuan rumah Festival Film indonesia 2012. Kali ini saya ke museum ini bersama Fajar, kawan saya.


 

Tempat penjualan tiket berada di dalam gerbang masuk benteng. Setelah halaman dan parit benteng. Setelah membeli tiket kami melenggang masuk ke dalam benteng. Patung pahlawan nasional Jenderal Soedirman dan Jenderal Oerip Soemohardjo menyambut setiap pengunjung. Di dalam benteng banyak bangku taman, meriam dan pepohonan yang sangat asri.

suasana di dalam benteng

Benteng ini dibangun oleh Belanda tahun 1760 dengan nama Rustenberg (benteng peristirahatan). Dibangun untuk mengintai gerak-gerik Sultan. Namun, Belanda berujar kepada sultan bahwa benteng ini dibangun untuk melindungi kepentingan Sultan. Pada tahun 1867 benteng Rustenberg hancur diguncang gempa besar. Setelah dibangun kembali namanya diubah menjadi Vredeburg yang berarti benteng perdamaian. Mengingat antara Belanda dan Kesultanan Yogyakarta tidak pernah ada peperangan.

Pada masa pendudukan Jepang benteng ini dikuasai Jepang dan berpindah ke tangan Indonesia ketika kemerdekaan. Benteng ini menjadi markas TNI pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948. Diresmikan sebagai museum pada 1987.

 
bangunan di dalam benteng

Di dalam museum saya menemukan berbagai diorama yang menceritakan perjuangan kemerdekaan terutama di Yogyakarta. Secara keseluruhan diorama di museum ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama masa pra kemerdekaan. Bagian kedua masa merebut kemerdekaan. Terakhir masa setelah kemerdekaan.


diorama dapur umum dan pakaian tentara pelajar

Pangeran Diponegoro di Goa Selarong, abad 19

Kongres wanita pertama di Yogyakarta, tahun 1928

Kerja paksa pembangunan Selokan Mataram, 1944
Dukungan Proklamasi dari Sri Sultan hamengkubuwono IX, 1945
Serangan Umum 1 Maret 1949
Dengan melihat diorama, belajar sejarah terasa sangat menyenangkan. Namun, sayangnya penerangan di dalam ruang diorama harus ditingkatkan. Kesan gelap dan horror masih terasa di dalam ruang diorama benteng Vredeburg.

Museum Benteng Vredeburg
Jl. Ahmad Yani Yogyakarta
Buka :
Selasa – Jumat : 08.00 – 16.00 WIB
Sabtu – Minggu : 08.00 – 17.00 WIB
Senin dan hari libur nasional tutup.
Tiket :
Dewasa : Rp 2.000,-
Anak : Rp 750.00 

Situs Web : http://bentengvredeburg.blogspot.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s