Wow di Museum Purna Bhakti Pertiwi

Museum ini tidak pernah ada dalam daftar kunjungan saya ketika berkunjung ke Taman Mini. Empat kali mengunjungi Taman Mini empat kali juga saya melewatkannya. Padahal letaknya sangat strategis jika datang lewat gerbang utama. Di sebelah kiri jalan menuju loket pembelian tiket masuk Taman Mini. Berhubung banyak yang merekomendasikan jika berkunjung ke Taman Mini, ketika saya ada tugas ke Jakarta saya menyempatkan diri berkunjung ke museum ini.


Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Tugu Api

Ini adalah museum terbesar di kompleks Taman Mini. Dibangun atas ide ibu negara Tien Soeharto. Dimana beliau ingin memperlihatkan seluruh koleksi benda berharga yang dimilikinya berserta milik presdien Soeharto untuk seluruh rakyat Indonesia.


maket museum

Bentuk museum ini secara global adalah kerucut di atas lingkaran. Menggambarkan nasi tumpeng di atas nyiru. Menurut kebudayaan Jawa, nasi tumpeng yang berbentuk bulat melambangkan ucapan terima kasih dan puji syukur kepada Tuhan.

Setelah membayar tiket seharga Rp 5.000,- per orang saya naik mobil khusus yang disediakan cuma-cuma untuk pengunjung museum. Lima menit kemudian saya sampai di pintu lobi museum. Saya harus menitipkan seluruh barang bawaan kecuali barang berharga dan kamera. Rupanya banyak juga pengunjung yang datang ke museum ini.

Menyatu dengan lobi adalah ruangan perjuangan. Terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berupa relief perjuangan pak Harto mulai dari lahir hingga menjadi presiden. Uniknya relief ini terbuat dari kayu jati yang diukir sangat detail. Di tengah-tengah ruangan ada pohon jati utuh yang dipasang terbalik dan diukir juga.

pohon jati berukir

 
pesan pak Harto dan relief perjuangan

Sedangkan lantai dua memajang benda-benda yang pernah dipakai pak Harto mulai dari jaman perjuangan hingga menjadi Presiden. Salah satu koleksi utama adalah duplikat pertama bendera pusaka yang pernah dikibarkan setiap upacara proklamasi di Istana Merdeka.

duplikat bendera pusaka dari kain wol

Ruangan berikutnya adalah ruangan utama. Merupakan ruangan terbesar yang terdiri dari lima tingkat. Terdapat lift dan eskalator menuju lantai atas. Namun, tidak berfungsi. Pengunjung hanya bisa menggunakan tangga.

Di ruangan yang superbesar ini dipajang koleksi hadiah dan cenderamata dari kalangan pengusaha, pejabat daerah dan tamu negara yang berkunjung ke Indonesia. Banyak dari mereka merupakan kepala negara.

Setiap koleksi tidak hentinya membuat saya berdecak kagum. Barang-barang ini sangat bernilai seni dan sejarah. Harganya juga mungkin tidak ternilai. Oya, butuh waktu cukup lama untuk mengeksplor semua koleksi karena teramat banyaknya koleksi yang dipamerkan. 😀 Soeharto menindas memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dasawarsa. Pantas saja banyak barang pemberian yang dimiliki.


patung torso ibu Tien Soeharto dan patung Bali dari uang kepeng


satu set penari Bali dan gamelan Jawa dari Solo


sepeda ontel dan motor gede kepunyaan pak Harto


tepak sirih dari Jambi dan koleksi peralatan dari perak


replika pintu masuk Ka’bah dan kimono dari Jepang


pakaian adat Korea dan mahkota berhiaskan batu giok


cenderamata perak dari malaysia dan boneka dari India


boneka prajurit kerajaan Inggris dan pecah belah dari Amerika

Selain pernak-pernik cenderamata dalam ukuran kecil, beberapa cenderamata bisa dibilang sangat spektakuler dari segi ukuran dan harganya. Seperti di bawah ini adalah replika ranjang dinasti Cina dari batu giok pemberian Probosutedjo dan satu set mebel dari Cina terbuat dari kerang.


ukiran katyu dari akar pohon karet dan patung Bali

Sedangkan yang berikut ini adalah pemberian dari beberapa kepala daerah yang berkunjung ke Jakarta. Barang-barang dari berbagai daerah juga tidak kalah unik dan menarik untuk disimak.


awetan komodo dari NTT dan harimau Sumatera dari bupati Musi Rawas


miniatur rumah Tongkonan dari Sulsel dan pakaian adat Dayak dari Kaltim


perlengkapan pengantin Mandailing dari Sumut dan gading gajah berukir dari Bengkulu

Di tengah-tengah ruangan utama saya menemukan foto kolase ibu Tien dan pak Harto yang dibuat dari ribuan foto. Foto ini dibuat selama beberapa bulan. Selanjutnya ada foto pak Harto yang duduk di atas tanah. Seakan terpuruk meratapi nasib *lebay.

Di lantai atas saya melihat lukisan pak Harto dan lukisan keluarganya dari kulit kayu. Lukisan pak Harto tampak luntur di wajahnya. Seakan dia menangis. Entahlah.


lukisan pak Harto menangis dan lukisan dari kulit kayu

Di lantai atas lagi saya melihat replika nasi tumpeng lengkap dengan aneka lauk, buah, sayur dan penganan. Seperti sebuah persiapan untuk acara selamatan.

Ruang berikutnya yang saya telusuri adalah ruangan khusus. Patung dada pak Harto tanpa senyum menyambut setiap pengunjung yang masuk ke ruangan ini. Disini dipamerkan aneka piagam, penghargaan dan medali yang diterima pak Harto dan ibu Tien.

Salah satunya adalah penghargaan Bintang Republik Indonesia Adipurna yang diterima pak Harto sebagai presiden RI, gelar Knight Grand Cross in the Order of the Bath dari ratu Inggris lalu medali Bintang Republik Indonesia Adipradana untuk ibu Tien.


Bintang RI Adipurna dan medali dari ratu Elizabeth II

Bisa dilihat juga prangko emas yang dibuat dalam rangka peringatan setahun meninggalnya ibu Tien dan aneka senjata yang diterima pak Harto . Termasuk di antaranya keris berlapis emas dari Bali.


prangko emas ibu Tien dan keris emas dari Bali

Ruangan selanjutnya adalah Astabrata. Terdiri dari dua lantai. Lantai pertama menampilkan beberapa adegan wayang karena pak Harto menggemari wayang. Kemudian ada delapan sifat pemimpin yang diambil dari dunia pewayangan atau Astabrata.


pohon jati berukir dan ilustrasi astabrata

Di  tengah-tengah ruangan berdiri gagah relief  pewayangan yang diukir pada kayu jati besar. Sedangkan di lantai dua dipamerkan foto-foto pribadi keluarga pak Harto. Saya seperti berkunjung ke rumah pak Harto dan melihat album foto mereka. Mengenang masa lalu saat keluarga pak Harto masih utuh dalam satu keluarga besar.

  
pak Harto dan bu Tien di Cina; keluarga besar pak Harto

pernikahan Prabowo dan Titik; pak Harto mundur sebagai presiden RI

Ruangan selanjutnya adalah perpustakaan. Beraneka ragam buku dari berbagai jenis bisa dibaca disini. Ruangan yang terdiri dari dua lantai ini cukup hening dari kunjungan wisatawan.


Iklan

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s