3D2N Peter dan Alida di Sungai Penuh

Ini adalah ketiga kalinya saya menerima tamu dari negeri jauh. Namanya Peter dan Alida. Tahun lalu ada Peter dari Irlandia yang ke Sungai Penuh untuk melakukan penelitian serangga. Awal tahun ini ada Paul dan Sarah dari Perancis yang ingin keliling dunia. Saya kenal mereka semua dari situs pertemanan CouchSurfing.

Peter dan Alida adalah kakak beradik warga negara Kanada namun berdarah Belanda. Kakek mereka sendiri lahir di Indonesia. Mereka masuk ke Indonesia lewat Singapura. Selanjutnya mereka terbang ke Medan lalu berturut-turut ke Kerinci lewat Bukittinggi dan Padang. Di Kerinci, mereka telah stay beberapa jam di Kayu Aro sebelum tiba di sungai Penuh.

Saya pikir mereka akan tiba di kantor siang hari. Namun, serta merta mereka datang di kantor sekitar pukul sembilan pagi. Kedatangan mereka dengan tas ransel yang sebesar kulkas tentu membuat heboh.

Tidak seperti yang saya bayangkan, Peter cukup ramah meski kadang terkesan sedikit serius. Alida, adik perempuannya sangat ceriwis dan periang. Karena masih ada kerjaan, saya harus kembali ke kantor dan berjanji menemui mereka di rumah dinas saat istirahat siang.

ransel Alida dengan tanda bendera Kanada

Saat makan siang saya mengajak mereka makan di rumah makan Danau Kaco bersama Andri dan pak Am. Menu favorit saya disitu dari dulu adalah nasi payo, ayam goreng panas, sayur urap pepaya dan keripik ubi goreng. Sangat lezat disantap panas. Saya sangat senang rupanya Alida dan Peter menyukai masakan pedas. Lepas makan siang saya mengajak mereka melihat batu megalitik di Kumun. Lalu pulang. Saya harus bekerja sampa sore sementara mereka jalan-jalan menuju masjid agung.

Sore hari kami mengajak mereka mandi air panas di Sungai Medang. Malamnya makan bebek bakar di Simpang Raya.

Selalu menyenangkan menerima kawan dari CouchSurfing. Bukan karena menerima upah menginap karena CouchSurfing mengharamkan tuan rumah menerima uang sewa dari tamu. Namun, berbagi kamr, berbagi cerita dan bertukarpikiran tentang sosial budaya adalah hal yang menyenangkan dari CouchSurfing.

Saya baru tahu bahwa daun maple yang mejadi lambang negara Kanada rupanya getahnya bisa diolah menjadi sirup. Lalu fakta bahwa sebagian besar orang Kanada adalah ateis dan agnostik. Kemudian bahwa orang Kanada sangat bangga mempunyai penyanyi besar seperti Celine Dion dan Justine Bieber. 🙂

Keesokan harinya saya harus bekerja di kantor. Rencana sore hari saya mau mengajak Peter dan Alida melihat Danau Kerinci. Namun, karena kawan-kawan juga sibuk terpaksa mereka jalan-jalan keliling kota sendirian. Malamnya bang Riko kawan saya datang ke kantor. Kami makan mie rebus dan nasi goreng di dekat pasar. Peter meminta tambah sambal karena merasa makanannya kurang pedas. Wow.

Pagi hari bang Riko datang lagi ke kosan membelikan kami sarapan paruik ayam dan onde-onde. Peter dan Alida akan meneruskan perjalanannya ke pulau Bangka lewat Palembang. Sebelum berpisah kami saling bertukar souvenir. Peter memberikan kami pin bergambar bendera Kanada dan koin bergambar daun maple. Saya memberikan kartupos bergambar burung Kepodang kepada Alida. Jam sembilan pagi mobil travel datang. Sampai jumpa lagi kawan 🙂

foto bersama di depan kantor

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s