2D1N Yogi in Kerinci

Akhirnya Yogi, kawan yang saya temui di Jambi singgah di Sungai Penuh siang itu. Yogi singgah dalam rangka keliling Sumatera naik motor. Ya, dia mengelilingi puluhan kota di Sumatera mulai dari Bandar Lampung di ujung selatan hingga kota Sabang di pulau Weh, Aceh.

Saya mengajak Yogi makan siang di rumah makan Danau Kaco. Menu favorit saya adalah ayam goreng kampung, urap daun kelapa dan keripik ubi. Habis makan saya langsung membawa Yogi ke areal persawahan Koto Beringin di Kumun Debai. Sekaligus melihat batu monolit peninggalan manusia purba.


persawahan Koto Beringin; capung berwarna merah

Masjid Agung Pondok Tinggi menjadi tujuan kami berikutnya. Di masjid tertua di Sungai Penuh ini kami mengambil beberapa gambar lalu kembali ke rumah. Saya harus kembali bekerja sampai sore.

Sore hari datang mas Thomas dari Bangko beserta kawan-kawannya. Kami menuju Bukit Sentiong. Disini kami melihat panorama kota Sungai Penuh dari puncak bukit. Awan hitam bergelayut sehingga kami harus segera turun. Kami berencana mandi sore di pemandian air panas Sungai Medang.


panorama Bukit Sentiong

Rupanya hanya Yogi dan saya yang jadi ke Sungai Medang. Thomas harus mengantar kawan-kawannya menuju travel yang membawa mereka ke Bangko. Pulang dari Sungai Medang menuju Sungai Penuh, kami melihat sunset yang indah di Koto Lanang.

Malamnya kami bertiga yaitu saya, Yogi dan Thomas makan malam di Hola Cafe. Sudah lama saya tidak makan ramen favorit disana. Es krimnya saya juga suka.

Paginya Yogi mencuci motornya sementara saya kerja sampai siang. Karena hari itu hari terakhir saya bertemu Yogi, saya memberi kenang-kenangan berupa stiker yang saya tempel di motor Yogi. Motor Yogi sendiri sudah penuh dengan aneka coretan berisi nama dan tanda tangan kawan-kawan yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.

Agenda kami hari itu adalah mengelilingi Danau Kerinci. Objek pertama yang kami singgahi adalah masjid kuno Tanjung Pauh Hilir di kecamatan Keliling Danau. Selanjutnya ke batu dolmen Baturajo dan Masjid Keramat Pulau Tengah. Kedua masjid ini dilindungi oleh pemerintah karena termasuk benda cagar budaya. Masjid Keramat Pulau Tengah sedang direnovasi. Semoga nanti tidak merubah bangunan masjid.

Di tepi Danau Kerinci kami singgah sejenak mengagumi keindahan danau terluas di Jambi ini.


Thomas di tepi Danau Kerinci

Tujuan kami berikutnya adalah megalitik Talang Pulai di puncak bukit desa Jujun. Jalanan yang berupa tanah liat menjadi licin karena habis hujan. Perlu usaha ekstra hingga Yogi dan Thomas harus mendorong motor mereka.

Yogi dan motornya

Selanjutnya kami menuju bukit Tanjung Repelita. Di tas puncak Bukit ini juga tampak panorama Danau Kerinci. Saya menemukan sebuah pohon berelief yang terbentuk karena aktifitas serangga di kulit pohon tersebut. Sangat mengagumkan.

Di rumah makan Al di desa Pidung kami makan siang sebelum melanjutkan perjalanan. Menu favorit disitu adalah gulai kepala ikan. Yogi dan Thomas tampak menikmati makanan mereka.

Dari Pidung kami pergi ke desa Muak melihat batu megalitik berbentuk lumpang, batu berelief dan batu gong. Bebatuan ini merupakan peninggalan manusia purba Kerinci.

Tujuan kami yang terakhir adalah jembatan gantung Seberang Merangin. Dari sini saya dan Yogi akan kembali ke Sungai Penuh sementara Thomas pulang ke Bangko. Setelah foto-foto di jembatan kami saling berpamitan. Sampai jumpa lagi kawan 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s