Jelajah Batang Merangin : Dari Seberang Merangin ke Tarutung

Kerinci, daerah berhawa dingin di perbatasan Jambi dan Sumatera Barat seperti tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Kali ini saya ingin menjelajahi tepian sungai Batang Merangin. Salah satu  sungai besar di Kerinci yang berhulu di danau Kerinci.

Dari Sungai Penuh saya menuju desa Pidung di dekat danau Kerinci. Saya tempuh sekitar 40 menit naik motor. Lalu belok ke arah desa Pulau Sangkar. Dari simpang tiga Pulau Sangkar saya belok kanan ke arah Tamiai.

Desa pertama yang saya kunjungi adalah Seberang Merangin. Masuk dalam wilayah kecamatan Batang Merangin. Disini terdapat sebuah masjid yang terletak di tepi sungai Batang Merangin. Dilengkapi dengan dua jubah besar dan empat buah kubah kecil yang mana semua kubahnya berwarna biru muda. Sangat anggun. Ketika kesana, ada keramaian di masjid saat orang-orang berduyun-duyun mengikuti proses shalat jenazah salah satu warga Seberang Merangin.

Tidak jauh dari masjid terdapat jembatan gantung berwarna kuning pucat. Jembatan ini menghubungkan dua kampung. Perlu keberanian untuk menyeberangi jembatan ini. Badan jembatan pada kedua ujungnya digantung pada beberapa kawat baja. Sehingga meninmbulkan sensasi bergoyang-goyang jika melewati jembatan ini. Beberapa kayu sebagai alas jembatan mulai rusak sehingga harus lebih waspada.


menaiki jembatan gantung


anak sekolah bergelantungan di atas badan jembatan

Habis menyeberang ke salah satu sisi jembatan, saya menjumpai sebuah rumah dengan pagar beranda yang unik. Sepertinya terdiri dari ornamen karakter tulisan Tionghoa.

Masih di desa yang sama, saya menemukan sebuah jembatan gantung lagi di tepi jalan menuju arah Bangko. Jembatan yang ini bisa dilewati oleh sepeda motor.

Saya selanjutnya putar arah, meskipun rupanya ada jembatan satu lagi menuju arah Bangko. Dari simpang tiga desa Pulau Sangkar saya lurus menuju desa Tarutung kecamatan Bukit Kerman.

Jalan desa Tarutung terkenal jelek. Maka travel dari arah Jambi menuju Kerinci lebih memilih melewati desa Pidung alih-alih lewat Tarutung. Awal perjalanan saya di Tarutung disambut oleh kincir air yang mengalirkan air dari sungai Batang Merangin menuju persawahan.

Tidak jauh dari kincir air saya menemui sebuah jembatan gantung lagi. Mirip dengan jembatan kedua di Seberang Merangin, tetapi kondisi sebagian kayunya mulai lapuk.


jembatan gantung di Tarutung

Benar saja, hujan gerimis membuat jalan di Tarutung menjadi becek dan berlumpur. Di tambah karena banyak jalan yang berlubang maka setiap pengguna motor harus ekstra waspada.

Saya selanjutnya menemukan sawah cantik. Motor saya belokkan menyusuri tepian sawah ini.

Di ujung persawahan saya melihat rumah panggung tradisional Kerinci. Dipnuhi denga aneka ornamen tradisional. Sayangnya, rumah ini sudah lama ditinggalkan pemiliknya.

Memasuki gerbang terakhir di desa Tarutung saya menemukan masjid desa Tarutung. Berwarna putih dengan beberapa kubah berukuran besar dan kecil.

Saya masih menemukan jembatan gantung lagi. Di tepi sebuah kedai makanan sederhana di tepi sungai. Saya turun dari motor dan mencoba jalan ke seberang lalu balik lagi 🙂

Di desa Pengasi Baru saya kembali menemui sebuah masjid unik. Berlantai dua dengan  kubah berukuran besar dan kecil. Sepertinya semua masjid di sekitar sungai Batang Merangin mempunyai model yang seragam. Warnanya saja yang membedakan. Di sini juga terdapat jembatan gantung. Namun, saya susah menemukan akses menuju jembatan tersebut.

Di desa terakhir yaitu Karang Pandan masih ada satu jembatan gantung lagi. Namun, banyak orang mandi di sungai di dekat jembatan sehingga saya urung kesana. Saya harus kembali ke Sungai Penuh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s