Museum Sang Nila Utama, Warisan Riau Kepri

Kali ini langkah kaki membawa saya menuju museum Sang Nila Utama di Pekanbaru. Museum daerah dengan status museum provinsi Riau. Terletak di jalan protokol kota Pekanbaru. Bersebelahan dengan taman budaya provinsi Riau. Gedungnya sangat luas dengan ciri arsitektur Melayu.


gedung museum bernuansa Melayu

Sang Nila Utama adalah raja kerajaan Sriwijaya dari Palembang. Dia pernah berkuasa di pulau Bintan (sekarang masuk Kepulauan Riau). Nama negara Singapura juga diberikan oleh raja ini.

Pipa angguk menghiasi bagian luar museum. Disumbangkan oleh PT Caltex, sekarang berganti nama menjadi PT Chevron. Pipa ini berfungsi untuk menambang minyak dari perut bumi. Meski tidak ada penemuan manusia purba di Riau, ditampilkan sebuah replika fosil tengkorak Homo Erectus di Sangiran, Jawa Tengah.

Museum ini terdiri dari dua lantai. Dipamerkan benda-benda bersejarah dan bernilai budaya dari seluruh provinsi Riau dan Kepulauan Riau (Kepri). Kepulauan Riau dulu adalah sebuah kabupaten sebelum dimekarkan menjadi beberapa kabupaten dan kota lalu akhirnya berpisah dari Riau daratan. Sayangnya, ruangan yang luas tidak didukung dengan sistem pendingin udara yang memadai. Saya merasa cukup kepanasan berlama-lama di museum ini. Penerangan di dalam juga kurang.

 Riau dan Kepri pernah menjadi bagian dari kerajaan Sriwijaya. hal ini terbukti dari ditemukannya prasasti Pasir Panjang di Karimun, Kepri dan candi Muara Takus di Kampar, Riau.


replika prasasti Pasir Panjang dan miniatur candi Muara Takus

Pada masa kerajaan Islam, beberapa kerajaan sempat berdiri di Riau dan Kepri. Di Riau berdiri kesultanan Siak yang berpusat di Siak Sri Indrapura dan Pekanbaru. Sedangkan di Kepri berdiri kesultanan Melayu Riau yang berpusat di pulau Penyengat, Tanjungpinang.


miniatur Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, replika dan lambang istana Siak

Riau juga menyimpan nama sejumlah pahlawan perjuangan kemerdekaan seperti Tuanku Tambusai dan Sultan Syarif Kasim II yang namanya dipakai sebagai nama bandara internasional di kota Pekanbaru. Mahkota kebesaran beliau bisa dilihat disini, meski replikanya saja. Mahkota asli yang berlapis emas kini disimpan di museum nasional Jakarta.

Selain belajar sejarah, saya juga bisa mengenal ragam budaya di Riau dan Kepri. Seperti di bawah ini adalah contoh pelaminan adat Melayu di Pekanbaru, model pakaian adat Kuantan Singingi dan pakaian adat kota Pekanbaru.

Di Riau dikenal produk tekstil tradisional yaitu kain songket. Berbeda dengan songket Minangkabau atau Palembang yang berwarna mencolok, songket Riau berwarna pastel atau gelap. Riau juga mempunyai batik kreasi yang dikenal sebagai batik tabir. Motifnya semua bercorak flora.


diorama menenun songket, contoh songket dan batik tabir

Selanjutnya dipamerkan miniatur sejumlah rumah adat di Riau. Mulai dari rumah adat di Kepri, rumah panggung ala suku Talang Mamak, hingga rumah lontiok di Kampar yang bertap runcing seperti di Sumatera Barat.


rumah adat Kepri, suku Talang Mamak,  dan rumah Lontiok

Selain itu ditampilkan sejumlah alat musik khas Melayu, aneka senjata tradisional seperti keris dan sebuah layangan tradisional yang disebut Wau.

Sebagai provinsi dengan hasil utama minyak bumi, ditampilkan juga contoh mata bor yang biasa digunakan perusahaan tambang dalam menggali minyak. Dilengkapi dengan sampel aneka hasil olahan minyak bumi.

Terakhir, terdapat koleksi aneka hasil tambang nonmigas yang berasal dari berbagai tempat di provinsi Kepulauan Riau.


Contoh lempung, granit, timah, dan granit dari Kepri

Museum Riau Sang Nila Utama
Jl. Jend. Sudirman – Pekanbaru
Buka :
Selasa – Kamis: 08.00 – 15.30
Jumat: 08.00 – 11.00 & 14.00 – 16.00
Sabtu dan Minggu: 08.00 – 14.00
Senin & Hari libur nasional: Tutup
Tiket : -lupa- 😦

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s