Museum Bank Indonesia, Terbaik di Indonesia


gedung museum Bank Indonesia

Museum ini pernah mendapat predikat sebagai museum terbaik di Indonesia. Terletak strategis di kawasan Kota Tua Jakarta Barat. Berada tepat di depan stasiun Jakartakota, di dekat halte busway Kota dan di samping museum Bank Mandiri. Disini saya ingin mengetahyui sejarah perbankan terutama peranan Bank Indonesia dalam sejarah.


lobi museum dan model kasir bank jaman dulu

Bangunan ini berarsitektur neoklasik yang sangat indah dan megah. Warna cat putih semakin menambah anggun. Hiasan berupa lukisan dari kaca patri masih bisa dijumpai di lobi museum. Salah satu lukisan menggambarkan saat berdirinya gedung ini yang bernama De Javasche Bank pada tahun 1828. Dibawahnya terdapat lambang kuno kota Surabaya, Batavia dan Semarang. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke museum ini.


kaca patri dan lambang kota

Sebelum memasuki ruangan koleksi museum, saya melewati ruang proyektor. Sebuah proyektor canggih akan menyorot gambar aneka koin di layar. Pengunjung bisa ‘menangkap’ bayangan koin di layar. Koin yang ‘tertangkap’ akan berubah menjadi penjelasan tentang cerita di balik koin tersebut. Sangat menarik. 🙂

Selanjutnya saya memasuki sebuah ruangan yang dihiasi alunan musik keroncong dan bunyi ombak dan kicau burung. Disana ditampilkan diorama pelabuhan tradisional di Indonesia zaman penjajahan Belanda. Lengkap dengan contoh jenis-jenis rempah-rempah.

Sejarah bank di Indonesia tidak terlepas dari sejarah Indonesia itu sendiri. Perdagangan telah dikenal sejak zaman kerajaan Hindu Buddha. Masyarakat sudah mengenal barter atau uang dalam bentuk sederhana.

Bangsa Eropa mulai masuk ke Nusantara pad abad ke-15. Kolonialisasi sendiri dimulai pada abad ke-18 seiring revolusi industri di Eropa. Bank pertama di Indonesia lahir pada tahun 1746 dengan nama De Bank van Leening. Sedangkan bank sentral pertama di Hindia Belanda didirikan pada tahun 1828 oleh Du Bus dengan nama De Javasche Bank (DJB) di Batavia.


kegiatan perbankan tempo doeloe

Seiring kebutuhan penjajah Belanda dan kepentingan perdagangan pebisnis Belanda, pada awal abd ke-20 DJB membuka 16 kantor cabang di berbagai kota di Indonesia dan dua kantor cabang di Amsterdam dan New York.


pakaian perang tentara belanda, Jepang dan Indonesia

Pada perang dunia kedua, Belanda menyerah kepada Jepang. Sebelum kedatangan Jepang ke Indonesia, Belanda sudah memindahkan semua cadangan emas di DJB ke Australia dan Afrika Selatan.DJB berubah nama menjadi Nanpo Kaihatsu Ginko. Nama Bank Indonesia resmi dipakai sejak tanggal 1 Juli 1953. Namun, uang pertama yang dikeluarkan BI adalah pada tanggal 30 Oktober 1946 dengan nama Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). Tanggal 30 Oktober diperingati setiap tahun sebagai hari lahirnya Kementerian Keuangan.


diorama Indonesia membangun dan gemar menabung

Pada masa pembangunan, BI bertugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan keuangan dan  mengawasi perbankan. Termasuk di antaranya bertugas mencetak uang sebagai alat pembayaran. Diorama-diorama ditampilkan agar pengunjung lebih memahami tugas-tugas BI. Cukup menarik.

Saya lalu melanjutkan penelusuran saat Indonesia mengalami krisis ekonomi tahun 1997. Lampu ruangan agak redup dan musik mengalun penuh irama menegangkan. Perekonomian Indonesia kacau. Rupiah anjlok, harga barang naik drastis, utang luar negeri melonjak,  sejumlah bank ditutup. Hal ini sempat membuat kepanikan di masyarakat. Namun, akhirnya hal ini bisa ditangani oleh BI bersama pemerintah.

Selain belajar sejarah, di salah satu ruangan saya bisa melihat replika emas batangan yang menjadi salah satu penentu kekayaan negara.

Di akhir penjelajahan, saya menemukan ruangan yang memajang uang kuno dari seluruh penjuru nusantara dan contoh uang dari seluruh penjuru dunia. Koleksi uang ini diklaim sebagai koleksi uang terlengkap di Indonesia.


ruangan koleksi uang, uang bersambung dan uang dari kain

Museum ini sangat layak dikunjungi jika Anda berjalan-jalan ke kawasan Kota Tua. Selamat berkunjung 🙂

Museum Bank Indonesia
Jl. Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat
Buka :
Selasa – Jumat : 08.00 – 15.30 WIB
Sabtu – Minggu : 08.00 – 16.00 WIB
Senin & Hari Libur National Tutup
Tiket masuk : Gratis
Situs Web : http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Museum/

Iklan

2 comments

  1. sebagai pengamat sejarah…
    melihat peningalan2 sejarah yang ada di indonesia sudah mulai pudar bahkan hilang
    kira2 apa yg bisa dilakukan untuk tetap melestarikannya
    trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s