Tugu Muda yang Tak Muda

Mentari pagi menyambut hangat di Semarang. Saya dan Indra bergegas keluar dari gerbong kereta Tawang Jaya jurusan Jakarta Senen – Semarang Poncol. Saya sebenarnya merasa kurang tidur. Naik kereta api dengan penerangan super terang membuat saya hanya sesekali memejamkan mata. Di rumah saya terbiasa tidur dengan lampu padam.

Dengan kesadaran yang belum pulih sepenuhnya saya berjalan agak lunglai. Kami berhenti di sebuah kedai masakan Jawa. Rupanya bapak si pemilik kedai ini anaknya bekerja di kantor pajak. Anaknya pernah bekerja di KPP Pratama Singkawang, tempat kerja Indra yang dulu. Langsung saja kami terlibat dalam obrolan hangat.

Setelah beberapa lama kami pamit. Tujuan kami adalah Tugu Muda, salah satu ikon Kota Semarang. Tidak seberapa jauh dari Stasiun Poncol. Bisa ditempuh kira-kira 15 menit berjalan kaki. Tugu ini mulai dibangun pada tanggal 10 November 1950 lalu  diresmikan oleh Bung Karno pada tanggal 20 Mei 1953.

Tugu Muda adalah monumen di pusat kota Semarang. Berbentuk lilin yang menyala. Melukiskan semangat perjuangan para pemuda Semarang mempertahankan kemerdekaan melawan tentara Jepang. Yaitu pada perang lima hari tanggal 15 hingga 20 Oktober 1945. Kaki monumen yang berjumlah lima buah melukiskan jumlah hari pertempuran. Pada kaki monumen dibuat lima relief yang menggambarkan alur cerita perang di Semarang.

Monumen ini sangat bersih dan terawat. Di sekeliling monumen dibuat kolam air mancur, taman bunga, jalan setapak dan tugu bambu runcing berjumlah lima buah.

 

Tugu Muda dikeliling oleh sejumlah bangunan bersejarah. Diantaranya gedung Lawang Sewu, Gedung Pandanaran (kompleks perkantoran Kota Semarang, rumah dinas Gubernur Jawa Tengah, Museum Perjuangan Mandala Bhakti dan Gereja Katedral Semarang.

 

Dari tugu Muda kami beranjak ke museum perjuangan Mandala Bhakti. Sayang museum ini tutup saat hari Sabtu. Meski agak kecewa, kami berpindah menuju gedung Lawang Sewu.

Berkas:Tugu-muda51.jpg

Foto panorama Tugu Muda dan Museum Perjuangan diambil dari sini.

Iklan

4 comments

  1. Mandala Bhakti is amazing! Kalau ada waktu, lain kali bisa visit ke sana. Ada begitu banyak benda bersejarah dan memento masa lalu yang pasti akan digemari orang2 yg peduli akan sejarah. Saya malah belum pernah masuk Lawang Sewu hahaha…

    • Semoga bisa kesana ..
      Lawang Sewu = istana setan, merinding abis mbak begitu masuk dalam .. terutama di balkon yg menjadi tempat pembantaian pejuang oleh Jepang
      saran saya jangan sendirian ke lawang sewu mbak hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s