Nasi Minyak Khas Jambi

Hari itu di kota Jambi saya ada janji ketemuan dengan Yogi, seorang traveler dari Subang, Jawa Barat. Yogi bertekad untuk keliling pulau Sumatera dari pulau Sabang, Banda Aceh dan kota-kota di Sumatera sampai Bandar lampung naik motor. Wow pakai banget. Dia sudah menjelajah Sumatera sampai Sabang dan  Jambi merupakan kota yang dilaluinya pada waktu rute pulang ke pulau Jawa.

Kami bertemu di mall WTC untuk menonton film terbaru Jackie Chan. Lepas nonton, saya ingin mentraktir Yogi makan malam. Rencananya saya ingin mengajak Yogi makan nasi minyak di kawasan Kampung Manggis. Yogi sendiri belum pernah mencoba kuliner khas Jambi tersebut. Kami segera beranjak menuju Kampung Manggis di dekat Jembatan Makalam. Saya membonceng motor Yogi.

Cuaca kota Jambi yang dingin malam itu tidak membuat surut niat warga Jambi makan di rumah makan Kampung Manggis. Banyak orang memadati salah satu kedai nasi minyak terpopuler di Jambi tersebut.

nasi minyak, kari kambing, acar dan sambal

 Nasi minyak adalah makanan khas Jambi. Sekilas mirip nasi kuning. Disajikan bersama kari daging. Baunya sangat menggoda. Nasi ini dibuat memakai campuran susu segar dan bumbu-bumbu khas masakan Arab seperti cengkih, kayu manis dan. Teksturnya yang sedikit berminyak karena kandungan minyak samin. Yaitu minyak murni dari lemak hewan. Bisa daging sapi, kambing atau kari ayam. Awalnya dibawa ke Jambi oleh para pedagang dari semenanjung Arab. Lama-lama makanan ini menjadi populer dan sering dimasak untuk menyambut tamu, untuk resepsi dan saat acara-acara penting di Jambi. 

Malam itu saya memesan nasi minyak kari kambing dan Yogi memilih nasi minyak kari ayam. Harganya masing-masing Rp 24.000,-. Nasi minyak disini disajikan beserta kuah kari, acar sayuran dan sambal merah. Selain nasi minyak sebagai menu andalan, pengunjung juga bisa membeli martabak, gulai dan masakan Indonesia.

Iklan

15 comments

  1. menu nasi minyak mengingatkan saya akan nasi minyak palembang ala Farah Quin yang baru pertama kali saya coba ketika naik maskapai AA. Ini merupakan satu2nya menu lokal (selain nasi kuning menado) ditengah gempuran pilihan menu negeri jiran seperti nasi lemak pak Nasser, nasi ayam Uncle Chin, Bukhara Chicken Briyani, dsb. Saya baru tahu ternyata di jambi ada menu serupa. Saya memang belum bisa mencoba yang khas Jambi, tapi setidaknya saya sudah tahu bagaimana wujud nasi lemak meskipun ala Palembang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s