Kenduri dan Makan Satu Hidang

 Makan satu hidang, begitulah nama yang diberikan orang Melayu Kepulauan Riau untuk menyebut cara makan bersama-sama dalam satu nampan besar. Biasanya dilakukan dalam acara kenduri dalam rangka perayaan atau selamatan memperingati acara tertentu.

Saya pernah bekerja di Tanjung Batu Kundur, kota pelabuhan di sebelah barat Kepulauan Riau. Disana saya beberapa kali diundang oleh kak Ochie, kawan kantor saya untuk mengikuti kenduri. Orang Melayu sendiri selalu mengadakan kenduri untuk mendoakan arwah keluarga yang meninggal. perayaan hari besar Islam maupun jika menggelar hajat atau nazar.

Kenduri biasanya dihelat selepas sholat Isya. Dihadiri hanya oleh kaum lelaki. Sedangkan kaum perempuan di dapur menyiapkan makanan.

Kami duduk bersila di atas tikar di lantai. Tuan rumah menyampaikan maksud kenduri ke pemimpin doa. Selanjutnya pemimpin doa mulai membaca doa-doa diikuti oleh tamu.

Acara selanjutnya, tuan rumah mengeluarkan nampan-nampan berisi nasi, lauk-pauk, sayuran dan kue-kue. Makan satu hidang pun dimulai. Kami duduk melingkar membentuk beberapa lingkaran. Masing-masing ‘kubu’ menghadap satu nampan berisi lauk pauk dan nasi. Umumnya para tamu akan menggunakan tangan untuk makan.

Setelah makan berat, baru makan ringan yaitu makan kue-kue kecil yang manis. Kue-kue khas Melayu yang umum disajikan antara lain roti jala, roti prata, roti canai, srikaya, kelepon dan lain-lain.

Selepas makan, biasanya para tamu akan ngobrol-ngobrol sebentar baru berpamitan kepada tuan rumah. 🙂


Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s