Muaro Imat, Tapal Batas Kerinci-Merangin

Muaro Imat adalah blank spot di Kerinci. Tidak ada sinyal telepon seluler, jauh dari keramaian, sering longsor jika hujan turun dan sering nampak harimau.  Muaro Imat merupakan desa terakhir di kecamatan Batang Merangin kabupaten Kerinci yang berbatasan langsung dengan kecamatan Pangkalan Jambu kabupaten Merangin. Sebuah sungai besar memisahkan dua kabupaten bertetangga ini. Di atas sungai terdapat dua buah jembatan. Namun, jembatan yang baru belum bisa digunakan. Pohon besar sengaja diletakkan menutupi jalan karena gaji pekerjanya belum dibayarkan.


Jembatan penghubung kabupaten Kerinci-Merangin

Sebelum sampai di jembatan ini, dari arah Kerinci terdapat sebuah tugu yang kurang terawat sehingga saya tidak bisa membaca keterangan di tugu ini. Tugu ini dikelilingi oleh pagar.

Di dekatnya terdapat sepasang gapura berbentuk gading gajah. Saya pikir gapura ini dibuat oleh pemkab Kerinci. Dari tulisan yang saya baca pada alas gapura, rupanya dibuat oleh STPDN dan Akabri dalam kegiatan Laksitarda.


  

Tugu batas kabupaten yang sebenarnya berada di balik kerimbunan semak dan pohon pisang. Tulisannya sebenarnya masih bisa dibaca, akan tetapi bangunan ini tampak tersembunyi dan jarang diperhatikan orang.

Di dekat tugu ini terdapat sebuah patok jalan. Menjelaskan jarak dari Muaro Imat ke kota Sungai Penuh, Bangko dan kota Jambi.

Di seberang patok jalan ini terdapat sebuah rumah makan dimana saya sering berhenti disini jika naik travel Kelinci Putih dari Sungai Penuh menuju Jambi.


Selamat jalan Kerinci selamat datang Merangin 🙂

Iklan

9 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s