Sike Rebana Serumpun Pauh

Sekelompok ibu-ibu berkerudung dan berbaju seragam biru berdiri berjejer di tepian jalan desa Serumpun Pauh, Keliling Danau. Sementara para bapak berdiri di seberangnya mengenakan baju batik dan peci. Di tengah-tengah jalan berdiri serombongan gadis muda berpakaian adat Kerinci. Petugas dinas mengatur lalu lintas di dekat penari. Mobil dan motor melaju dengan sangat pelan.


Rupanya sedang ada acara penyambutan bupati Kerinci dalam rangka peresmian dan pelantikan kepala desa Serumpun Pauh. Desa ini merupakan pemekaran desa Pondok Siguang. Warga desa berkumpul rapi di tepi jalan menantikan kehadiran sang bupati tercinta. Saya menepikan motor dan ikut bergabung bersama warga desa. Saya ingin sekali melihat Sike untuk pertama kalinya.

 
penari Sike Rebana dan pembawa bunga

Sambil menunggu bupati dan istri, diadakan gladi bersih. MC mengambil alih acara. Dia menyuruh para penari Sike Rebana di posisi masing-masing. Tepat di depan para penari berdiri sepasang bapak ibu yang berperan sebagai Bupati Kerinci dan istri.

Pertama kali pembawa bunga berpakaian orange menyala mengalungkan bunga anggrek kepada Bupati dan menyerahkan rangkaian bunga kepada istri bupati. Selanjutnya penari berpakaian adat Kerinci lengkap berwarna hitam memberikan sekapur sirih yang diletakkan di atas carano.


Selesai pengalungan dan penyerahan bunga adalah persembahan tari Sike Rebana. Sike dalam bahasa Kerinci bermakna zikir. Tari ini awalnya berkembang dari desa Tanjung Pauh dan Punai Merindu. Awalnya berfungsi sebagai sarana zikir dan sholawat kepada Nabi Muhammad saw dan Tuhan. Akhirnya lambat laun tarian ini dipelajari di semua desa di Kerinci dan Sungai Penuh sebagai tari selamat datang kepada tamu-tamu yang berkunjung kesini.


Alat musik pengiring sike sangat sederhana yaitu hanya sebuah rebana besar. Penyanyinya seorang wanita. Lagu yang dilantunkan berbahasa Kerinci dengan lirik berupa pantun nasihat, ucapan selamat datang, zikir kepada Tuhan dan sholawat kepada Rasul.


Para penari Sike berbusana adat Kerinci berdiri berpasang-pasangan dalam jumlah ganjil. Ditambah satu orang berpakaian adat lengkap sebagai pemimpin tarian. Properti yang digunakan adalah rebana kecil. Di belakang rombongan penari berdiri sepasang pemuda mengenakan pakaian hulubalang. Mereka mengenakan pedang dan tidak ikut menari.

Gerakan dan formasi tari Sike Rebana cukup sederhana. Iringan rebana dan lantunan sholawat mengatur gerak langkah para penari. Ayunan tangan dan kaki sekilas mirip gerakan dasar tari Melayu kepulauan


Selesai gladi, para penari kembali ke tepi. Bupati belum kunjung terlihat. Saya segera mengambil motor dan pergi.

Gadis kecil berpakaian adat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s